Kemenangan Manchester United atas Everton menjadi sorotan karena membawa tim itu melonjak ke empat besar Premier League. Hasil tipis 1-0 di Goodison Park, Selasa (24/2/2026) dini hari WIB, memperpanjang tren positif pasukan Michael Carrick dalam persaingan papan atas.
Gol tunggal Benjamin Sesko memastikan tiga poin krusial. Laga berjalan ketat dan minim peluang bersih. Namun, efektivitas serangan balik United menjadi pembeda di pertandingan tersebut.
Everton sempat menekan di menit akhir. Meski demikian, lini belakang United tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi. Oleh karena itu, kemenangan ini terasa sangat penting dalam perebutan tiket Liga Champions.
Super Sub Sesko Kembali Jadi Pembeda
Benjamin Sesko kembali menunjukkan perannya sebagai super sub efektif. Striker asal Slovenia itu masuk dari bangku cadangan dan langsung memberi dampak nyata.
Gol kemenangan lahir dari skema serangan balik cepat. Sesko menerima umpan di kotak penalti dan menyelesaikannya dengan tenang. Penyelesaian tersebut menegaskan kualitasnya sebagai finisher klinis.
Ini menjadi gol penentu kedua secara beruntun bagi Sesko. Yang terpenting, kontribusinya hadir pada momen krusial saat tim membutuhkan solusi.
Meski sering memulai laga dari bangku cadangan, perannya tetap vital. Carrick memanfaatkannya sebagai senjata taktis di babak kedua. Strategi itu kembali terbukti efektif.
Selain itu, pergerakan tanpa bola Sesko memberi ruang bagi rekan setimnya. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga membuka celah pertahanan lawan.
Investasi 200 Juta Pounds Mulai Berbuah
Gol kemenangan tersebut tidak lepas dari kolaborasi lini depan anyar United. Klub menggelontorkan sekitar 200 juta pounds untuk mendatangkan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko.
Skema gol bermula dari umpan panjang Cunha. Bola kemudian diterima Mbeumo sebelum diteruskan kepada Sesko. Transisi cepat itu menunjukkan kualitas yang dibeli dengan harga mahal.
Kombinasi tiga pemain tersebut semakin padu. Mereka saling melengkapi dalam kecepatan, visi, dan penyelesaian akhir. Oleh sebab itu, investasi besar mulai menunjukkan hasil konkret.
Pada babak pertama, United memang kesulitan membangun ritme. Everton mampu menutup ruang dan memaksa laga berjalan lambat. Namun, perubahan taktik di babak kedua memberi perbedaan signifikan.
Cunha berperan sebagai penghubung lini tengah dan depan. Mbeumo aktif bergerak melebar untuk membuka ruang. Sementara itu, Sesko fokus pada penyelesaian akhir.
Kolaborasi ini memberi dimensi baru dalam serangan. United kini tidak bergantung pada satu sumber gol saja. Situasi tersebut membuat lawan lebih sulit mengantisipasi.
Michael Carrick Kian Tegaskan Kapasitas
Michael Carrick kembali membawa Manchester United meraih hasil positif. Meski performa belum sepenuhnya dominan, ia mampu menjaga konsistensi poin.
Sejak mengambil alih tim, Carrick mencatat empat kemenangan awal. Hasil imbang sebelumnya tidak menghentikan momentum kebangkitan. Kemenangan di kandang Everton memperkuat argumennya sebagai manajer yang efektif.
Ia menerapkan pendekatan pragmatis. United tidak selalu menguasai bola, tetapi tampil efisien saat mendapat peluang. Pendekatan ini terlihat jelas dalam laga melawan Everton.
Selain itu, Carrick menekankan disiplin defensif. Lini belakang tampil solid saat menghadapi tekanan akhir tuan rumah. Koordinasi antarpemain berjalan rapi sepanjang laga.
Kepercayaan diri skuad juga meningkat. Setiap kemenangan memperkuat mental bertanding. Oleh karena itu, atmosfer ruang ganti kini terasa lebih stabil.
Carrick memahami pentingnya hasil di fase krusial musim. Ia tidak terpaku pada gaya atraktif. Fokus utamanya tetap pada akumulasi poin.
Persaingan Empat Besar Semakin Sengit
Kemenangan ini membawa Manchester United masuk zona empat besar. Persaingan menuju tiket Liga Champions kini semakin ketat.
Selisih poin antar tim papan atas sangat tipis. Setiap pekan bisa mengubah posisi klasemen. Oleh karena itu, konsistensi menjadi faktor penentu.
United memanfaatkan momen saat pesaing terpeleset. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan tim membaca peluang. Selain itu, mentalitas pemenang mulai terlihat dalam laga tandang sulit.
Everton sendiri memberi perlawanan sengit. Mereka menekan di menit akhir dan menciptakan beberapa situasi berbahaya. Namun, pertahanan United tetap terorganisasi.
Dalam konteks perebutan empat besar, kemenangan tandang seperti ini sangat bernilai. Laga ketat kerap menentukan posisi akhir klasemen.
Jadwal berikutnya juga tidak mudah. United akan menghadapi Crystal Palace pada 1 Maret 2026. Laga itu menjadi ujian konsistensi berikutnya.
Branthwaite Masih Jadi Sorotan
Di sisi lain, performa Jarrad Branthwaite kembali mencuri perhatian. Bek Everton tersebut tampil solid sepanjang pertandingan.
Sebelumnya, Manchester United sempat mengincarnya di bursa transfer. Everton bahkan menolak tawaran hingga 50 juta pounds. Keputusan itu menunjukkan nilai strategis sang pemain.
Branthwaite tampil tenang dalam duel udara dan distribusi bola. Meski timnya kalah, performanya tetap konsisten. Hal ini memperkuat reputasinya sebagai bek potensial.
Ketertarikan klub besar kemungkinan belum mereda. Masa depan sang pemain diprediksi masih menjadi pembahasan. Namun, fokusnya kini tetap membantu Everton bangkit.
Secara keseluruhan, laga ini menghadirkan lima pelajaran penting. Efektivitas super sub, hasil investasi besar, kapasitas manajer, ketatnya persaingan, serta sorotan transfer menjadi poin utama.
Manchester United menunjukkan karakter dalam pertandingan sulit. Yang terpenting, mereka menjaga momentum saat kompetisi memasuki fase menentukan. Jika konsistensi terjaga, peluang mengamankan tiket Liga Champions semakin terbuka.






