Tuesday, May 26, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ItaliaAC Milan Tampil Mengecewakan Usai Tumbang di San Siro, Kekalahan dari Cagliari...

AC Milan Tampil Mengecewakan Usai Tumbang di San Siro, Kekalahan dari Cagliari Ungkap Krisis Besar Rossoneri

AC Milan menutup musim Serie A 2025/2026 dengan hasil yang sangat mengecewakan. Bermain di San Siro pada giornata ke-38, Rossoneri justru kalah 1-2 dari Cagliari dalam laga penentuan tiket Liga Champions, Senin (25/05/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut membuat Milan gagal finis di zona empat besar dan harus puas tampil di Liga Europa musim depan. Situasi itu langsung memicu kritik besar terhadap performa tim, kualitas skuad, hingga arah proyek klub.

- Advertisement -
asia9QQ

Milan sebenarnya sempat membuka harapan lewat gol cepat Alexis Saelemaekers pada menit kedua. Namun, Cagliari mampu membalikkan keadaan melalui gol Gennaro Borrelli dan Rodriguez yang sama-sama lahir dari situasi bola mati.

Pulisic dan Leao Gagal Jadi Pembeda

Keputusan Massimiliano Allegri mencadangkan Christian Pulisic dan Rafael Leao sejak awal laga sempat mengejutkan banyak pihak. Namun, performa keduanya memang sedang mengalami penurunan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Ketika masuk pada babak kedua, keduanya juga gagal mengubah jalannya pertandingan. Intensitas serangan Milan tetap mudah dipatahkan lini belakang Cagliari.

Pulisic memang beberapa kali mencoba membawa bola ke area berbahaya. Akan tetapi, kontribusinya di sepertiga akhir lapangan sangat minim sepanjang pertandingan.

Situasi serupa juga dialami Rafael Leao. Winger asal Portugal itu sempat melewati beberapa pemain lawan, tetapi keputusan akhirnya sering tidak efektif.

Serangan Milan pun berkali-kali terhenti sebelum menciptakan peluang matang. Kondisi itu memperlihatkan betapa bergantungnya Rossoneri terhadap performa individu.

Ketika dua pemain paling kreatif mereka gagal tampil menentukan, Milan terlihat kehilangan arah dalam membangun serangan. Oleh karena itu, evaluasi besar di lini depan menjadi kebutuhan utama musim depan.

Nkunku Kembali Kesulitan Bersinar

Christopher Nkunku sebelumnya sempat mendapat pujian berkat kontribusinya dalam beberapa laga penting. Ia bahkan membantu Milan meraih penalti penting saat menghadapi Atalanta dan Genoa.

Performa tersebut membuat Allegri kembali memberinya kepercayaan sebagai starter. Namun, kesempatan itu gagal dimanfaatkan dengan baik saat menghadapi Cagliari.

Sepanjang pertandingan, Nkunku kesulitan terlibat dalam permainan. Ia minim menerima bola dan hampir tidak menciptakan ancaman serius untuk pertahanan lawan.

Pergerakannya juga mudah dibaca pemain bertahan Cagliari. Akibatnya, Milan kehilangan variasi serangan di area depan.

Situasi itu membuat Rossoneri terlalu mengandalkan aksi individu. Padahal, skema tersebut tidak berjalan efektif sepanjang laga.

Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan soal masa depan Nkunku di Milan. Dengan biaya transfer besar dan ekspektasi tinggi, kontribusinya sejauh ini masih belum memuaskan.

Lini Tengah dan Pertahanan Milan Sangat Rapuh

Kekalahan dari Cagliari kembali memperlihatkan masalah utama Milan musim ini. Lini tengah dan pertahanan tampil tanpa koordinasi sepanjang pertandingan.

Dua gol Cagliari lahir dari situasi bola mati yang sebenarnya bisa diantisipasi lebih baik. Namun, pemain Milan kehilangan fokus saat menjaga area pertahanan.

Matteo Gabbia diharapkan menjadi pemimpin lini belakang. Sayangnya, organisasi pertahanan Rossoneri tetap terlihat kacau terutama dalam duel udara.

Masalah lebih besar justru muncul di lini tengah. Youssouf Fofana dan Ardon Jashari tampil jauh di bawah performa terbaik mereka.

Keduanya gagal mengontrol ritme permainan dan terlambat melakukan pressing. Akibatnya, Cagliari mampu dengan mudah menembus area tengah Milan.

Rossoneri bahkan beberapa kali terlihat seperti bermain tanpa lini tengah. Situasi itu membuat tekanan terus mengarah ke pertahanan mereka sepanjang laga.

Ketika lini tengah gagal bekerja dan pertahanan kehilangan konsentrasi, kekalahan akhirnya sulit dihindari. Oleh karena itu, Milan membutuhkan perombakan besar menjelang musim depan.

Mike Maignan Jadi Satu-Satunya Cahaya

Di tengah buruknya performa tim, Mike Maignan menjadi satu-satunya pemain yang tampil konsisten. Kiper asal Prancis tersebut berkali-kali melakukan penyelamatan penting sepanjang pertandingan.

Maignan tampil sigap menghadapi tekanan Cagliari sejak babak pertama. Selain itu, ia terus mencoba memberi ketenangan kepada lini belakang Milan.

Tanpa aksinya, Rossoneri kemungkinan sudah kebobolan lebih banyak gol. Sayangnya, usaha keras sang kapten tidak diimbangi performa rekan-rekannya.

Penampilan apik Maignan justru memunculkan kekhawatiran baru di kalangan fans Milan. Gagal lolos ke Liga Champions bisa memengaruhi kondisi finansial klub musim depan.

Situasi itu membuat masa depan Maignan mulai dipertanyakan. Padahal, ia termasuk pemain paling layak dipertahankan untuk proyek jangka panjang Rossoneri.

Allegri Bukan Satu-Satunya Masalah Milan

Massimiliano Allegri memang menjadi sosok yang paling mudah disalahkan. Strategi bertahan setelah unggul cepat dianggap memperbesar tekanan terhadap Milan.

Namun, masalah Rossoneri sebenarnya jauh lebih kompleks dibanding urusan taktik semata. Banyak kelemahan skuad sudah terlihat sejak awal musim.

Milan memang sempat mencatat 24 pertandingan tanpa kekalahan. Akan tetapi, fondasi permainan mereka tetap terlihat rapuh saat menghadapi tekanan besar.

Kebijakan transfer manajemen juga mendapat sorotan tajam. Allegri disebut menginginkan striker seperti Dusan Vlahovic dan bek tengah berpengalaman, tetapi permintaan tersebut tidak terpenuhi.

Rossoneri justru mendatangkan Nkunku dengan biaya besar pada akhir bursa transfer. Situasi itu membuat proyek Allegri sejak awal terlihat kurang ideal.

Kondisi tersebut menunjukkan kegagalan Milan musim ini merupakan tanggung jawab kolektif. Pelatih memang punya peran besar, tetapi kualitas skuad dan keputusan manajemen juga ikut menentukan arah klub.

Masa Depan Luka Modric Mulai Dipertanyakan

Luka Modric menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Milan musim ini. Pengalaman dan kualitasnya membuat lini tengah Rossoneri tetap kompetitif dalam banyak laga penting.

Kontrak gelandang asal Kroasia itu sebenarnya akan habis pada akhir musim. Milan memiliki opsi memperpanjang masa baktinya selama satu tahun tambahan.

Namun, situasi kini menjadi lebih rumit setelah Milan gagal lolos ke Liga Champions. Salah satu syarat utama Modric untuk bertahan kabarnya adalah tampil di kompetisi tersebut.

Selain itu, Modric juga memiliki hubungan sangat baik dengan Allegri. Kini setelah sang pelatih pergi, masa depan veteran Kroasia itu ikut menjadi tanda tanya besar.

Jika Modric hengkang pada musim panas nanti, Milan akan kehilangan salah satu figur paling berpengaruh di ruang ganti. Situasi itu bisa memperbesar kebutuhan revolusi skuad menjelang musim baru.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments