Prediksi zona degradasi Premier League 2025/2026 memunculkan ancaman serius bagi sejumlah klub besar. Data superkomputer Opta menunjukkan potensi kejutan di papan bawah klasemen musim ini. Tottenham disebut relatif aman, sementara West Ham United justru masuk daftar berisiko turun kasta.
Situasi ini menjadi perhatian karena dalam dua musim terakhir, tim promosi selalu langsung terdegradasi. Namun musim ini tren tersebut berpotensi berubah. Leeds United, Burnley, dan Sunderland datang dengan fondasi yang lebih kuat dibanding pendahulunya.
Yang terpenting, ancaman degradasi tidak lagi hanya membayangi tim kecil. Klub mapan seperti West Ham dan Wolverhampton kini berada dalam sorotan.
Kutukan Tim Promosi dan Modal Kuat Pendatang Baru
Dua musim terakhir menjadi periode kelam bagi tim promosi. Semua klub yang naik kasta langsung kembali ke Championship pada musim pertamanya. Fakta itu mempertegas sulitnya bertahan di Premier League.
Namun musim 2025/2026 menghadirkan dinamika berbeda. Leeds United dan Burnley promosi dengan torehan 100 poin di Championship. Itu menjadi pertama kalinya dua klub menembus 100 poin dalam satu musim EFL yang sama.
Catatan tersebut menunjukkan konsistensi dan kualitas skuad. Selain itu, kedalaman tim mereka dinilai lebih siap menghadapi tekanan kompetisi tertinggi Inggris.
Sunderland juga membawa cerita menarik. Mereka lolos lewat jalur play-off setelah menang dramatis atas Sheffield United di Wembley. Keberhasilan itu memberi suntikan mental kuat bagi skuad muda mereka.
Setelah menjalani bursa transfer aktif, Sunderland memulai musim dengan cukup solid. Performa awal memberi sinyal bahwa mereka tidak sekadar menjadi pelengkap kompetisi. Oleh karena itu, potensi bertahan tetap terbuka lebar.
Wolves di Ujung Jurang Degradasi
Wolverhampton menjadi tim dengan risiko tertinggi berdasarkan proyeksi Opta. Mereka mencatat rekor tanpa kemenangan terpanjang di awal musim. Rentetan hasil negatif itu menekan moral tim secara signifikan.
Superkomputer memprediksi Wolves terdegradasi dengan probabilitas 100 persen. Angka tersebut mencerminkan performa yang sangat mengkhawatirkan. Secara matematis, peluang mereka bertahan nyaris tidak tersisa.
Selain itu, produktivitas gol menjadi masalah utama. Lini depan kesulitan mencetak gol secara konsisten. Di sisi lain, pertahanan kerap kehilangan fokus pada momen krusial.
Kondisi ini membuat Wolves berada di ambang jurang. Jika tidak ada perubahan drastis, peluang selamat akan semakin tipis.
Burnley Terancam Ikuti Jejak Degradasi
Burnley juga masuk daftar merah. Probabilitas degradasi mereka mencapai 97,60 persen menurut data Opta. Angka tersebut menempatkan mereka sebagai kandidat kuat turun kasta.
Meskipun tampil dominan di Championship, adaptasi di Premier League tidak berjalan mulus. Intensitas permainan dan kualitas lawan jauh berbeda. Oleh karena itu, konsistensi menjadi tantangan berat.
Opta memproyeksikan Burnley finis di posisi ke-19. Prediksi tersebut didasarkan pada performa defensif yang rapuh. Mereka kebobolan dalam sebagian besar pertandingan penting.
Selain itu, pengalaman skuad menghadapi tekanan papan bawah masih terbatas. Jika tren negatif berlanjut, mereka berisiko kembali ke divisi kedua.
West Ham dalam Bahaya Besar
Nama West Ham United menjadi kejutan dalam analisis ini. Dalam beberapa musim terakhir, The Hammers dikenal stabil dan kompetitif. Namun musim ini menunjukkan cerita berbeda.
Probabilitas degradasi West Ham mencapai 71,44 persen. Angka tersebut mengindikasikan ancaman nyata bagi klub London tersebut. Performa yang tidak konsisten menjadi faktor utama.
Lini tengah gagal menjaga keseimbangan permainan. Selain itu, ketajaman lini depan menurun dibanding musim sebelumnya. Hasil-hasil imbang dan kekalahan tipis membuat posisi mereka terus merosot.
Jadwal berat dalam beberapa pekan ke depan bisa memperburuk situasi. Jika tidak segera meraih kemenangan, tekanan akan semakin besar.
Tottenham dan Nottingham Forest Masih Tertekan
Tottenham Hotspur belum sepenuhnya aman dari ancaman. Igor Tudor kini memimpin sebagai pelatih sementara menggantikan Thomas Frank. Pergantian pelatih memberi harapan baru, tetapi adaptasi membutuhkan waktu.
Performa Spurs belum stabil sepanjang musim. Mereka kerap kehilangan poin di laga krusial. Meski demikian, proyeksi Opta masih memberi peluang lebih baik dibanding West Ham dan Wolves.
Nottingham Forest juga mengalami penurunan signifikan. Setelah musim 2024/2025 yang impresif, stabilitas skuad kini terganggu. Cedera dan rotasi pemain memengaruhi konsistensi.
Yang terpenting, persaingan papan bawah sangat ketat. Selisih poin antar tim tidak terlalu jauh. Oleh karena itu, satu kemenangan bisa mengubah posisi klasemen secara drastis.
Analisis Akhir Zona Degradasi
Prediksi superkomputer Opta memberi gambaran awal, namun sepak bola tetap penuh kejutan. Wolves dan Burnley berada di posisi paling rawan. West Ham menyusul dengan ancaman yang tidak bisa diabaikan.
Di sisi lain, Leeds dan Sunderland menunjukkan fondasi yang lebih solid. Tottenham masih memiliki peluang menjauh dari zona merah jika segera menemukan konsistensi.
Musim ini memperlihatkan bahwa tidak ada klub yang benar-benar aman. Oleh karena itu, setiap pertandingan akan menjadi penentu nasib. Zona degradasi Premier League 2025/2026 diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir.






