Wednesday, May 20, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisArsenal Berpeluang Dapat Guard of Honour dari Crystal Palace Usai Kunci Gelar...

Arsenal Berpeluang Dapat Guard of Honour dari Crystal Palace Usai Kunci Gelar Liga Inggris

Arsenal resmi memastikan gelar Liga Inggris musim 2025/2026. Keberhasilan tersebut langsung memunculkan perhatian besar menjelang laga terakhir melawan Crystal Palace. Banyak publik sepak bola Inggris kini menanti apakah Arsenal akan menerima guard of honour di Selhurst Park.

Kepastian juara Arsenal datang setelah Manchester City kalah dari Bournemouth. Hasil itu membuat skuad asuhan Mikel Arteta tidak lagi terkejar di puncak klasemen.

- Advertisement -
asia9QQ

Suasana perayaan langsung terasa di Emirates Stadium dan pusat latihan London Colney. Para pemain, staf, dan pendukung Arsenal merayakan keberhasilan yang sudah lama dinantikan tersebut.

Arsenal Menanti Penghormatan di Selhurst Park

Perayaan Arsenal belum berhenti meski gelar sudah dipastikan. Laga penutup musim melawan Crystal Palace diprediksi menjadi momen spesial lainnya bagi The Gunners.

Salah satu hal yang paling banyak dibahas ialah kemungkinan guard of honour sebelum pertandingan dimulai. Tradisi itu sering muncul ketika sebuah tim memastikan gelar sebelum musim berakhir.

Dalam prosesi tersebut, pemain lawan akan berdiri membentuk dua barisan. Mereka kemudian memberikan tepuk tangan saat tim juara memasuki lapangan.

Guard of honour menjadi simbol penghormatan antarklub di sepak bola Inggris. Karena itu, banyak pihak memperkirakan Crystal Palace akan melakukannya untuk Arsenal.

Selain prosesi penghormatan, Arsenal juga akan menjalani seremoni pengangkatan trofi setelah pertandingan selesai. Atmosfer laga dipastikan berlangsung meriah.

Mikel Arteta diperkirakan tetap menjadi pusat perhatian dalam pertandingan tersebut. Pelatih asal Spanyol itu berhasil membawa Arsenal kembali menjadi juara Premier League.

Kesuksesan musim ini juga dianggap sebagai hasil konsistensi Arsenal sepanjang kompetisi. Mereka tampil stabil ketika rival-rival utama kehilangan poin penting.

Guard of Honour Bukan Aturan Resmi Premier League

Meski sudah menjadi tradisi lama, guard of honour sebenarnya tidak tercantum dalam regulasi resmi Premier League. Tidak ada aturan yang mewajibkan klub melakukan prosesi tersebut.

Premier League juga tidak memberikan sanksi kepada tim yang menolak memberikan guard of honour. Tradisi itu sepenuhnya lahir dari rasa hormat antarpemain dan klub.

Namun, dalam banyak kasus, tim lawan tetap memilih menjalankan prosesi tersebut. Oleh sebab itu, Crystal Palace diperkirakan tetap memberi penghormatan kepada Arsenal.

Fokus Palace menuju final Conference League beberapa hari setelah pertandingan juga diyakini tidak mengubah situasi. Tim asuhan Oliver Glasner tetap diperkirakan menghormati sang juara.

Tradisi guard of honour sendiri biasanya berlangsung hingga laga terakhir musim selesai. Jika juara dipastikan lebih awal, lawan-lawan berikutnya dapat memberikan penghormatan serupa.

Momen tersebut sering menjadi simbol sportivitas dalam sepak bola Inggris. Selain itu, guard of honour juga memperlihatkan penghargaan terhadap pencapaian lawan.

Sejarah Guard of Honour di Premier League

Tradisi guard of honour sudah beberapa kali muncul dalam sejarah Premier League. Salah satu momen awal terjadi pada 2003.

Saat itu, Manchester United era Sir Alex Ferguson menerima guard of honour dari Everton di Goodison Park.

Sejak momen tersebut, guard of honour semakin dikenal luas di Inggris. Beberapa klub juara bahkan mendapat penghormatan lebih dari satu kali dalam satu musim.

Leicester City pernah menerima guard of honour dari Everton dan Chelsea saat menjadi juara musim 2015/2016.

Sementara itu, Manchester City mendapat empat guard of honour ketika mendominasi musim 2017/2018. Dominasi mereka saat itu membuat banyak lawan memberikan penghormatan.

Rekor terbanyak masih dipegang Liverpool pada musim 2019/2020. Tim asuhan Jurgen Klopp menerima tujuh guard of honour dari lawan berbeda.

Musim tersebut berlangsung tanpa penonton akibat pandemi. Meski demikian, tradisi guard of honour tetap berjalan hingga akhir kompetisi.

Momen Ikonik dan Situasi Canggung dalam Tradisi Guard of Honour

Di balik nilai sportivitasnya, guard of honour juga pernah menghadirkan suasana canggung. Salah satu yang paling terkenal terjadi pada musim 2004/2005.

Manchester United harus memberikan guard of honour kepada Chelsea di Old Trafford. Rivalitas panas kedua klub membuat atmosfer pertandingan terasa berbeda.

Situasi semakin sulit bagi tuan rumah setelah Chelsea menang 3-1 dalam laga tersebut. Dua tahun kemudian, keadaan justru berbalik ketika Chelsea menghormati Manchester United.

Momen lain yang cukup emosional terjadi saat Robin van Persie kembali ke Emirates Stadium bersama Manchester United.

Mantan kapten Arsenal itu tetap mendapat tepuk tangan dari pemain Arsenal. Namun, sebagian suporter tuan rumah memberikan respons negatif kepada sang striker.

Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1. Van Persie bahkan mencetak gol penalti dalam laga penuh emosi tersebut.

Kini Arsenal berpeluang kembali menjadi bagian dari sejarah guard of honour di Premier League. Jika Crystal Palace menjalankan tradisi tersebut, Selhurst Park akan menjadi saksi penghormatan untuk sang juara baru Liga Inggris.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments