Skenario juara BRI Super League masih menghadirkan drama besar menjelang pekan terakhir musim 2025/2026. Meski Persib Bandung kini berada di posisi terdepan, Borneo FC belum menyerah dalam perebutan trofi juara.
Persib saat ini memimpin klasemen dengan koleksi 78 poin dari 33 pertandingan. Sementara itu, Borneo FC terus menempel di posisi kedua dengan 76 poin dari jumlah laga yang sama.
Situasi tersebut membuat persaingan gelar masih terbuka hingga pekan terakhir. Oleh karena itu, dua pertandingan penentuan pada 23 Mei 2026 diprediksi berlangsung sangat menegangkan.
Persib Selangkah Lagi Kunci Gelar Juara
Persib Bandung berhasil menjaga posisi puncak setelah menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu, 17 Mei 2026.
Gol kemenangan Persib lahir pada menit 90+7 melalui Julio Cesar. Tambahan tiga poin membuat Maung Bandung kini berada di atas angin.
Persib hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Persijap Jepara pada laga terakhir. Tambahan satu poin sudah cukup memastikan gelar juara musim ini.
Jika Persib bermain imbang dan Borneo FC menang, kedua tim memang akan sama-sama mengoleksi 79 poin. Namun, Persib tetap unggul rekor head to head.
Karena itu, posisi Persib kini jauh lebih menguntungkan. Selain itu, mereka akan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh Bobotoh.
Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api diprediksi sangat meriah. Pendukung Persib tentu berharap tim kesayangan mereka segera memastikan gelar juara.
Meski demikian, tekanan besar tetap berada di kubu Maung Bandung. Satu kesalahan kecil bisa mengubah seluruh situasi perebutan gelar.
Selain itu, Persijap bukan lawan yang mudah dikalahkan. Tim asal Jepara tersebut baru saja menahan imbang Borneo FC tanpa gol pada pekan sebelumnya.
Jalan Dramatis Borneo FC Menuju Juara
Borneo FC masih memiliki peluang menjadi juara meski situasinya cukup sulit. Pesut Etam wajib mengalahkan Malut United sambil berharap Persib kalah dari Persijap.
Jika skenario tersebut terjadi, Borneo FC akan finis dengan 79 poin. Sementara itu, Persib hanya mengumpulkan 78 poin dan gagal mempertahankan posisi puncak.
Peluang tersebut memang tidak mudah. Namun, sepak bola sering menghadirkan kejutan pada momen terakhir kompetisi.
Persijap sudah menunjukkan kemampuan mereka saat menghadapi Borneo FC. Laskar Kalinyamat tampil disiplin dan sukses meredam lini serang Pesut Etam.
Karena itu, Borneo FC masih melihat peluang untuk menciptakan tikungan dramatis. Tim asuhan Fabio Lefundes belum kehilangan keyakinan dalam perebutan gelar.
Selain itu, performa Borneo FC sepanjang musim juga cukup konsisten. Mereka mampu menjaga persaingan ketat dengan Persib hingga pekan pamungkas.
Lini serang Borneo FC tetap menjadi ancaman besar bagi Malut United. Tim asal Samarinda tersebut diprediksi tampil menyerang sejak menit awal.
Fabio Lefundes Tegaskan Peluang Juara Masih Terbuka
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan timnya belum menyerah. Ia percaya peluang juara masih ada meski situasi tidak sepenuhnya berada di tangan mereka.
“Saya masih percaya bahwa peluang juara itu ada,” ujar Lefundes usai laga melawan Persijap.
Menurutnya, keyakinan menjadi faktor penting dalam perebutan gelar. Karena itu, Borneo FC tetap fokus mengejar kemenangan pada pertandingan terakhir.
Lefundes juga berharap Persijap kembali tampil maksimal saat menghadapi Persib. Ia menilai tim asal Jepara memiliki kualitas untuk merepotkan kandidat juara.
Meski begitu, sang pelatih menegaskan fokus utama tetap berada pada pertandingan melawan Malut United. Borneo FC tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri.
Selain itu, dukungan suporter di Samarinda diprediksi menjadi energi tambahan bagi Pesut Etam. Mereka ingin menutup musim dengan kemenangan penting.
Persijap Kembali Jadi Penentu Nasib Juara
Menariknya, Persijap kembali berada di tengah perebutan gelar juara. Dalam dua pekan terakhir, mereka menghadapi langsung dua kandidat utama peraih trofi.
Sebelumnya, Persijap berhasil menahan imbang Borneo FC tanpa gol. Kini, mereka berpeluang kembali memengaruhi hasil akhir kompetisi saat melawan Persib.
Situasi tersebut membuat Persijap disebut sebagai “villain” dalam persaingan juara musim ini. Meski tidak bersaing di papan atas, mereka justru menentukan nasib dua tim besar.
Selain itu, performa disiplin Persijap membuat banyak pihak mulai waspada. Tim asuhan Mario Lemos tampil solid dan sulit ditembus lawan.
Persib tentu ingin menghindari kejutan pahit di kandang sendiri. Sebaliknya, Persijap memiliki peluang menciptakan drama besar pada pekan terakhir.
Dengan selisih poin yang sangat tipis, satu hasil saja bisa mengubah sejarah musim ini. Oleh karena itu, perebutan gelar BRI Super League dipastikan berlangsung sengit hingga menit terakhir.






