Manchester City memastikan langkah ke semifinal FA Cup 2025/2026 usai mengalahkan Liverpool dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini tidak lepas dari penampilan gemilang Erling Haaland yang mencetak hattrick dalam laga tersebut.
Hasil Manchester City vs Liverpool menjadi sorotan karena dominasi tuan rumah di fase krusial turnamen. Selain itu, kemenangan ini menegaskan ambisi City untuk meraih gelar musim ini.
Babak Pertama: Penalti Haaland Buka Keunggulan City
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Manchester City langsung mendapat tekanan dari tim tamu di awal laga.
Liverpool tampil agresif dalam 15 menit pertama. Mereka mencoba menguasai bola dan membangun serangan dari lini tengah. Namun, peluang bersih sulit tercipta karena pertahanan City cukup solid.
Di sisi lain, City mulai menemukan ritme permainan. Jeremy Doku sempat memberikan ancaman melalui tembakan mendatar, meski belum tepat sasaran.
Memasuki menit ke-37, pertandingan berubah. Wasit memberikan penalti setelah Virgil van Dijk melanggar Nico O’Reilly di kotak terlarang. Haaland yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik.
Gol tersebut membuat City unggul 1-0. Selain itu, kepercayaan diri tim tuan rumah meningkat signifikan setelah gol pembuka tersebut.
Menjelang akhir babak pertama, City kembali mencetak gol. Umpan silang Rayan Cherki berhasil disundul Haaland menjadi gol kedua. Oleh karena itu, skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Dominasi City Tak Terbendung
Memasuki babak kedua, City langsung tampil menekan. Mereka tidak ingin memberi ruang bagi Liverpool untuk bangkit.
Hanya lima menit setelah restart, City menambah keunggulan. Antoine Semenyo mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Cherki. Skor berubah menjadi 3-0.
Tidak lama kemudian, City kembali mencetak gol. Nico O’Reilly memberikan umpan tarik yang diselesaikan Haaland dengan tap-in sederhana. Gol ini memastikan hattrick bagi sang striker.
Keunggulan 4-0 membuat City semakin nyaman. Mereka mampu mengontrol permainan dan menjaga tempo tetap stabil.
Sementara itu, Liverpool mencoba memperkecil ketertinggalan. Mereka mendapatkan peluang emas melalui penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang.
Namun, kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan. Mohamed Salah tidak mampu menaklukkan kiper James Trafford.
Statistik dan Jalannya Laga
Pertandingan berjalan cukup seimbang dari sisi statistik. Kedua tim mencatat jumlah tembakan yang hampir sama sepanjang laga.
City mencatat 12 tembakan, sementara Liverpool menghasilkan 13 percobaan. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.
Selain itu, penguasaan bola kedua tim juga seimbang. Masing-masing mencatat 50 persen penguasaan sepanjang 90 menit.
Meski demikian, City tampil lebih klinis dalam penyelesaian akhir. Oleh karena itu, mereka mampu mencetak empat gol tanpa balas.
Susunan Pemain dan Strategi Tim
Manchester City tampil dengan formasi 4-2-3-1. James Trafford menjaga gawang, sementara lini belakang diisi O’Reilly, Guehi, Khusanov, dan Nunes.
Di lini tengah, Silva dan Rodri menjadi pengatur permainan. Sektor serang diisi Doku, Cherki, dan Semenyo, dengan Haaland sebagai ujung tombak.
Sementara itu, Liverpool juga menggunakan formasi 4-2-3-1. Mamardashvili berdiri di bawah mistar dengan dukungan lini belakang yang solid.
Lini tengah dihuni Curtis Jones dan Ryan Gravenberch. Sedangkan lini depan diisi Florian Wirtz, Dominik Szoboszlai, Mohamed Salah, dan Hugo Ekitike.
Selain itu, pendekatan taktik kedua tim cukup berbeda. City bermain lebih efisien, sedangkan Liverpool lebih banyak menguasai bola tanpa hasil maksimal.
City Lolos, Liverpool Tersingkir
Kemenangan ini memastikan Manchester City menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal FA Cup musim ini. Mereka kini menunggu hasil undian untuk mengetahui lawan berikutnya.
Sebaliknya, Liverpool harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini. Kekalahan telak ini menjadi pukulan bagi tim asuhan Arne Slot.
Selain itu, hasil ini menunjukkan perbedaan efektivitas antara kedua tim. City mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik.
Di sisi lain, Liverpool kesulitan menyelesaikan peluang yang dimiliki. Oleh karena itu, mereka harus menerima kekalahan tanpa mencetak gol.






