Persib Bandung kembali mendapat sanksi berat pada musim 2025/2026. Setelah sebelumnya dijatuhi hukuman miliaran rupiah oleh AFC, kini Maung Bandung harus menerima denda tambahan dari Komdis PSSI.
Total sanksi terbaru dari Komdis PSSI mencapai Rp455 juta. Hukuman tersebut berkaitan dengan berbagai pelanggaran yang terjadi dalam laga melawan Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta.
Sebagian besar pelanggaran melibatkan perilaku suporter Persib atau Bobotoh. Situasi ini membuat tekanan terhadap klub semakin besar, terutama dari sisi finansial dan citra tim.
Persib sebenarnya sedang berjuang menutup musim dengan hasil positif. Namun rentetan sanksi tersebut menjadi persoalan serius yang harus segera dihadapi manajemen klub.
Komdis PSSI Jatuhkan Enam Hukuman untuk Persib
Komdis PSSI menggelar sidang pada 4 Mei 2026 untuk membahas sejumlah pelanggaran dalam pertandingan BRI Super League. Dari hasil sidang tersebut, Persib menerima enam hukuman sekaligus.
Sanksi pertama diberikan saat Persib menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 30 April 2026. Dalam laga tersebut, Bobotoh hadir sebagai suporter tim tamu.
Kehadiran suporter tamu dianggap melanggar regulasi kompetisi. Oleh karena itu, Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp25 juta kepada Persib.
Tidak hanya itu, dua suporter Persib juga masuk ke area lapangan setelah pertandingan selesai. Pelanggaran tersebut membuat klub kembali dikenai hukuman tambahan Rp60 juta.
Masalah lain muncul akibat penyalaan flare dan petasan setelah pertandingan. Komdis mencatat adanya tiga flare dan dua petasan yang dinyalakan di beberapa tribun stadion.
Akibat insiden itu, Persib kembali didenda Rp60 juta. Selain itu, pelemparan botol air minum ke arah lapangan juga menambah hukuman sebesar Rp30 juta.
Rangkaian pelanggaran tersebut memperlihatkan bahwa pengendalian suporter masih menjadi pekerjaan besar bagi manajemen Persib. Situasi itu juga membuat klub harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk membayar sanksi disiplin.
Insiden Lawan PSIM Jadi Hukuman Terbesar
Sanksi paling berat datang dari pertandingan Persib melawan PSIM Yogyakarta pada 4 Mei 2026. Dalam laga tersebut terjadi beberapa insiden serius yang mengganggu jalannya pertandingan.
Komdis PSSI mencatat adanya pelemparan petasan lebih dari sepuluh kali ke area lapangan. Akibatnya, pertandingan sempat terhenti selama empat menit.
Selain itu, flare juga dinyalakan di Tribun Timur setelah pertandingan selesai. Suara ledakan petasan sebanyak tiga kali turut tercatat dalam laporan resmi pertandingan.
Karena pelanggaran tersebut dinilai membahayakan keselamatan pertandingan, Persib dijatuhi denda Rp250 juta. Nominal itu menjadi hukuman terbesar dalam daftar sanksi terbaru dari Komdis PSSI.
Persib juga menerima denda tambahan Rp30 juta akibat pelemparan air minum dalam jumlah banyak ke arah lapangan. Insiden tersebut berasal dari Tribun Selatan stadion.
Akumulasi hukuman dari laga melawan PSIM membuat total sanksi Persib semakin besar. Oleh karena itu, klub kini menghadapi tekanan berat menjelang akhir musim kompetisi.
Persib Sebelumnya Sudah Didenda AFC Rp3,5 Miliar
Sanksi dari Komdis PSSI menambah panjang daftar hukuman yang diterima Persib musim ini. Sebelumnya, AFC lebih dulu menjatuhkan denda besar kepada klub asal Bandung tersebut.
AFC menghukum Persib setelah insiden dalam laga melawan Ratchaburi FC di AFC Champions League 2. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 18 Februari 2026.
Dalam laga itu, AFC menemukan sejumlah pelanggaran yang berkaitan dengan suporter dan keamanan pertandingan. Akibatnya, Persib harus membayar denda hingga USD200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar.
Jumlah tersebut menjadi salah satu hukuman terbesar yang pernah diterima klub Indonesia di kompetisi Asia. Selain merugikan secara finansial, situasi itu juga memengaruhi reputasi Persib di level internasional.
Manajemen Persib kini dituntut mengambil langkah tegas untuk memperbaiki pengelolaan pertandingan. Sebab, rentetan hukuman dapat memberi dampak besar terhadap kondisi klub dalam jangka panjang.
Persib Tetap Fokus Kejar Gelar Liga
Di tengah situasi sulit tersebut, Persib tetap berusaha menjaga fokus di lapangan. Tim asuhan Bojan Hodak masih memiliki peluang besar meraih gelar BRI Super League musim ini.
Maung Bandung hanya membutuhkan tambahan satu poin untuk memastikan gelar juara. Laga melawan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026 menjadi pertandingan penting bagi mereka.
Tekanan dari luar lapangan tentu bisa memengaruhi konsentrasi tim. Akan tetapi, Persib tetap berusaha menjaga mental pemain menjelang pekan terakhir musim ini.
Dukungan Bobotoh tetap menjadi kekuatan utama klub. Namun manajemen berharap dukungan tersebut bisa diberikan dengan cara yang lebih tertib dan sesuai regulasi.
Persib tentu tidak ingin kembali menerima hukuman besar pada musim berikutnya. Oleh karena itu, evaluasi terhadap pengamanan pertandingan diprediksi akan menjadi prioritas utama setelah kompetisi selesai.






