Sunday, April 5, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaPersib Bandung Kembali Kena Sanksi AFC, Didenda Rp148 Juta Usai Insiden Suporter...

Persib Bandung Kembali Kena Sanksi AFC, Didenda Rp148 Juta Usai Insiden Suporter di Thailand

Persib Bandung kembali menjadi sorotan setelah menerima sanksi dari AFC akibat insiden suporter dalam laga AFC Champions League 2 2025/26. Denda sebesar Rp148 juta dijatuhkan setelah keributan antara Bobotoh dan pendukung tuan rumah terjadi di Thailand.

Paragraf pembuka ini menegaskan bahwa sanksi Persib Bandung menjadi perhatian utama, terutama karena kejadian tersebut berlangsung pada fase gugur kompetisi Asia yang bergengsi. Selain itu, keputusan ini menambah catatan disiplin klub di level internasional.

- Advertisement -
asia9QQ

Kronologi Insiden di Laga Ratchaburi vs Persib

Pertandingan antara Ratchaburi FC dan Persib Bandung berlangsung pada 11 Februari 2026. Laga tersebut digelar di Dragon Solar Park sebagai bagian dari leg pertama babak 16 besar Regional Timur.

Dalam pertandingan itu, atmosfer stadion sempat memanas. Keributan terjadi antara suporter Persib dan pendukung tuan rumah. Situasi tersebut kemudian menjadi perhatian serius pihak AFC.

Selain itu, laporan resmi menyebutkan bahwa keterlibatan suporter Persib dalam konflik tersebut dikategorikan sebagai perilaku tidak pantas. Oleh karena itu, insiden ini masuk dalam pelanggaran disiplin yang diatur dalam regulasi AFC.

Pihak AFC kemudian melakukan investigasi. Hasilnya menyatakan bahwa klub bertanggung jawab atas tindakan suporternya. Hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku dalam kompetisi resmi Asia.

Dasar Hukuman dan Status Pelanggaran

Keputusan AFC mengacu pada Pasal 65 dalam Kode Disiplin dan Etika. Aturan ini menegaskan bahwa klub memiliki tanggung jawab penuh terhadap perilaku penonton yang terafiliasi.

Lebih lanjut, AFC menyebut bahwa kasus ini bukan pelanggaran pertama bagi Persib. Insiden tersebut tercatat sebagai pelanggaran keempat dalam periode residivisme yang masih berlaku.

Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam penentuan sanksi. Karena pelanggaran berulang, AFC menjatuhkan hukuman finansial yang cukup signifikan kepada klub asal Bandung tersebut.

Nilai denda yang diberikan mencapai USD 8.750 atau sekitar Rp148 juta. Jumlah tersebut ditetapkan berdasarkan Pasal 65.1 dalam regulasi yang sama.

Selain itu, keputusan ini menunjukkan bahwa AFC konsisten dalam menegakkan aturan. Setiap klub yang melanggar akan tetap mendapatkan sanksi tanpa pengecualian.

Batas Waktu Pembayaran dan Konsekuensi

AFC juga menetapkan tenggat waktu pembayaran denda. Persib wajib melunasi sanksi tersebut dalam waktu maksimal 30 hari sejak keputusan diumumkan.

Ketentuan ini merujuk pada Pasal 11.3 dalam Kode Disiplin dan Etika AFC. Aturan tersebut mengatur mekanisme pembayaran denda oleh klub yang terkena sanksi.

Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, klub berpotensi menghadapi konsekuensi tambahan. Oleh karena itu, manajemen Persib perlu segera menyelesaikan pembayaran sesuai prosedur.

Selain aspek finansial, sanksi ini juga berdampak pada citra klub. Persib kembali tercatat memiliki masalah disiplin di kompetisi Asia.

Situasi ini tentu menjadi perhatian, terutama karena Persib sedang aktif berkompetisi di level domestik dan internasional. Konsistensi performa harus diimbangi dengan kedisiplinan.

Dampak terhadap Perjalanan Persib di Musim Ini

Sanksi dari AFC menambah daftar catatan disiplin Persib sepanjang musim 2025/26. Klub berjuluk Maung Bandung tersebut sebelumnya juga pernah menerima hukuman serupa.

Di sisi lain, Persib masih bersaing di kompetisi domestik. Fokus tim tetap terbagi antara menjaga performa di liga dan memperbaiki aspek non-teknis.

Selain itu, insiden ini menjadi evaluasi penting bagi manajemen klub. Pengelolaan suporter, terutama saat laga tandang internasional, harus lebih terstruktur.

Pengawasan terhadap pergerakan suporter juga perlu diperketat. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Lebih jauh, reputasi klub di level Asia juga menjadi taruhan. Oleh karena itu, langkah preventif harus segera dilakukan oleh pihak manajemen.

Penegasan Sikap AFC terhadap Disiplin Kompetisi

Keputusan AFC dalam kasus ini menegaskan komitmen terhadap disiplin kompetisi. Organisasi tersebut tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang melibatkan suporter.

Selain itu, AFC ingin memastikan bahwa setiap pertandingan berjalan dengan aman dan tertib. Semua klub diharapkan mematuhi regulasi yang berlaku.

Langkah tegas ini juga bertujuan menjaga integritas kompetisi. Dengan adanya sanksi, diharapkan klub lebih bertanggung jawab terhadap perilaku pendukungnya.

Di sisi lain, kasus Persib menjadi contoh nyata konsekuensi dari pelanggaran berulang. Klub harus mengambil pelajaran agar tidak kembali mengalami situasi serupa.

Sebagai penutup, sanksi ini menjadi pengingat penting bagi semua tim. Disiplin tidak hanya berlaku di lapangan, tetapi juga di luar pertandingan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments