Thursday, February 2, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga ItaliaIni Komentar Maldini Seandainya AC Milan Gagal Raih Scudetto

Ini Komentar Maldini Seandainya AC Milan Gagal Raih Scudetto

Direktur Teknik AC Milan, Paolo Maldini, turut bersuara mengenai kondisi timnya di musim 2020-2021. Maldini tetap akan merasa bangga meskipun Milan tidak bisa meraih Scudetto.

Sejauh ini, Milan memulai laga di Liga Italia 2020-2021 dengan awal yang menakjubkan. Milan berhasil mencatatkan lima kemenangan dan sekali imbang dari tptal enam pertandingan.

Dengan demikian, Milan pun mendudukip puncak klasemen sementara Liga Italia 2020-2021 dengan perolehan 16 poin. Untuk itu, kemungkinan besar Milan menjadi juara liga Italia 2020-2021 jika bisa tampil gemilang.

Namun, tim asuhan Stefano Pioli itu sempat ditaklukan di matchday Grup H Liga Eropa 2020-2021 sata berduel dengan LOSC Lille. Laga yang dipentaskan di Stadio San Siro tersebut, rivalnya berhasil membungkam Rossoneri dengan skor 0-3.

Tidak lama dari itu, Milan Milan kembali harus gigit jari saat melawan Hellas Verona dalam lanjutan Liga Italia 2020-2021. Milan memperoleh hasil imbang dengan skor akhir 2-2.

Engan hasil pertandingan tersebut, tidak sedikit yang berpendapat bahwa Milan tidak bisa menyelesaikan musim 2020-2021 denganmulus dan keluar sebagai juara di Liga Italia. Ditambah lagi skuad AC Milan tidak tangguh dan tidak melimpah seperti Juventus atau Inter Milan.

Padahal kedalaman skuad sangat mempengaruhi performa tim agar bisa meraih titel juara di Liga Italia 2020-2021. Ada banyak pertandingan yang harus dilalui klub-klub agar bisa menjadi pememang untuk Liga Italia musim ini.

Maldini berkomentar bahwa jika Milan akhirnya tidak berhasil menjadi juara di Liga Italia musim ini, ia tidak akan terpuruk atas pencapainya timnya tersebut.

“Saya belum bisa memprediksi apakah skuad ini bisa keluar sebagai juara Liga Italia 2020-2021 atau tidak. Tapi klaua misalnya skuad ini sampai gagal meraih Scudetto, yang mungkin cuman perasaan sedih saja,” jelas Maldini, seperti disadur dari La Gazzetta dello Sport, Sabtu (14/11/2020).

“Pokoknya kami akan biasa-biasa saja kalau misalnya kalah. Lain lagi kalau kita tidak bisa menampilkan yang terbaik, sudah pasti kami merasa kecewa,” sambungnya.

“Tidak sedikit oragng juga yang mempreiksi kami sebagai kandidat juara. Masih banyak pertandingan yang harus dilalui dan dan banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi,” tuntas sosok yang sempat menjadi andalan di lini pertahanan Milan medio 1984 hingga 2009 tersebut.

AC Milan Dikritik

AC Milan rupanya mendapat kritikan terkait kebijakan transfernya. Eks pejabatnya, Massimilano Mirabelli mengomentari transfer terkait Sandro Tonali sampai Gianluigi Donnarumma poinnya.

Milan menghadirkan Tonali dari Brescia, dengan status pinjaman dengan opsi pembelian. Rossoneri haru megeluarkan biaya transfer sebesar 35 juta euro dengan gaji 2 juta euro per musim.

Sejauh ini, sudah ada 11 permainan yang dijalani Tonali. Namun, pemain yang disebut-sebut sebagai The Next Andrea Pirlo itu belum mencatatkan gol maupun assist.

Mirabelli, yang saat itu menjabat sebagai direktur Milan pada 2017-2018, berkomentar bahwa biaya transfernya terlalu fantastis meskipun kualitasnya ia akui sangat bagus.

“Dia bermain sangat baik. Milan sebenarnya tidaksalah untuk mengontraknya, tapi Tonali harus menunjukan pencapaiannya terlebih dahulu, meski mereka membayar banyak untuknya. Ada harga, ada kualitas,” kata Mirabelli kepada Radio Sportiva.

Tidak hanya soal Tonali, Manuel Locatelli juga turut dikomentari karena dijual Milan terlalu murah. Gelandang Italia itu dijual ke Sassuolo.

“Ketika saya di Milan, dia tidak masuk di bursa transfer. Saya menawarkan peminjaman untuk klub lain, atau opsi lain dengan menjualnya sesuai denganketentuan Milan. Dia pemain terbaik di Italia,dan sayang sekali harus dijual dengan harga yang miring. Padahal dia maish bisa berkontribusi banyak untuk tim,” katanya.

Terakhir, ia juga turut mengkritik sikap Milan terhadap Donnarumma dan Hakan Calhanoglu. Keduanya akan segera habis kontrak pada 2021 dan belum ada perpanjangan.

Jika diperhatikan, Donnarumma adalah kiper muda terbaik saat ini, dan Calhanoglu uga sangat bisa diandalkan dengan perolehan 27 gol dan 40 assist.

“Donnarumma dan Calhanoglu adalah andalan AC Milan, dan performa terbaiknya bisa terlihat selama beberapa bulan terakhir,” tambahnya.

“Sayang sekali, mereka masih belum mendapatkan perpanjangan kontrak. Jika terus dibiarkan, semakin besar risiko kehilangannya, dan Milan bisa saja menjadi kacau,” jelasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments