LKBN ANTARA mengirim tiga pewarta konvergensi untuk meliput langsung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penugasan ini diumumkan di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Tim akan bekerja secara estafet selama 43 hari, mulai 9 Juni hingga 21 Juli 2026.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyebut pengiriman tim ini menjadi capaian penting bagi perusahaannya. Untuk pertama kalinya, pewarta foto ANTARA mendapatkan akreditasi FIFA. Sebelumnya, ANTARA hanya mengirim reporter ke ajang tersebut.
“Kantor Berita ANTARA mengirimkan tiga jurnalis ke Piala Dunia 2026. Ini adalah sebuah prestasi sendiri bagi kami karena untuk pertama kalinya kali pewarta foto ANTARA mendapatkan akreditasi FIFA. Sebelumnya hanya reporter. Kali ini kami mengirimkan lengkap pewarta foto dan reporter,” kata Benny Siga Butarbutar di Jakarta, Kamis.
Benny mengatakan hal itu menunjukkan ANTARA masih mendapat pengakuan internasional sebagai Kantor Berita Nasional. Ia juga menegaskan ada tanggung jawab lebih besar dalam penugasan tersebut. Menurut dia, ANTARA harus memberi hasil terbaik bagi Indonesia dan profesi jurnalistik, khususnya foto jurnalistik.
“Namun juga ada tanggung jawab yang lebih tinggi yaitu memberikan yang terbaik buat tidak saja Indonesia buat juga profesi jurnalistik itu sendiri, khususnya dalam dunia foto jurnalistik,” ujar Benny.
Penugasan itu disebut sebagai bagian dari mandat kepada ANTARA untuk mengoptimalkan peliputan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Benny menyebut langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto serta Komisi VII DPR RI.
Momentum ini juga bertepatan dengan kembalinya TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia di wilayah Indonesia. TVRI terakhir kali menyiarkan Piala Dunia pada 1990. Kehadiran hak siar itu disebut untuk memastikan pesta sepak bola dunia dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro mengatakan kehadiran tim di Piala Dunia 2026 menjadi bentuk komitmen menghadirkan jurnalisme lapangan yang berkualitas. ANTARA tidak hanya ingin menyajikan jalannya pertandingan. Redaksi juga ingin membawa pulang pelajaran dari ajang tersebut.
“Selain menyajikan dinamika pertandingan secara langsung, kami ingin membawa pulang berbagai pembelajaran tentang tata kelola, profesionalisme, dan semangat kolaborasi yang menjadikan Piala Dunia sebagai ajang olahraga terbesar dan paling berpengaruh di dunia,” kata Virgandhi.
Karena turnamen digelar di tiga negara, Redaksi Olahraga bekerja sama dengan Redaksi Foto dan Redaksi Video. Mereka menerapkan format peliputan estafet di 10 kota berbeda. Skema itu dipilih demi efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas informasi.
Tim liputan terdiri dari Aditya Pradana Putra yang bertugas di Meksiko dan Amerika Serikat. Lalu Arif Prada meliput wilayah Kanada dan Amerika Serikat. Sementara Michael Teguh Adiputra Siahaan bertugas di wilayah Amerika Serikat.
ANTARA mengusung tema “Inspirasi Daya Saing Sepak Bola dan Masyarakat Indonesia” dalam liputan ini. Tim tidak hanya melaporkan pertandingan, tetapi juga mengangkat berbagai aspek penyelenggaraan. Beberapa di antaranya adalah crowd control, pengamanan, ticketing, pengaturan arus penonton, dan inovasi lain.
Pewarta ANTARA juga akan menelusuri kontribusi warga negara Indonesia dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Mereka akan mencari kisah WNI yang bertugas sebagai volunteer maupun tenaga pendukung lain. Selain itu, tim akan menggali cerita keindonesiaan dan pencapaian diaspora Indonesia di negara-negara tuan rumah.
Seluruh rangkaian liputan akan disalurkan melalui program siaran langsung di lokasi. ANTARA juga menyiapkan program digital Live-Reactions di kanal YouTube dan media sosial resmi. Program itu akan memuat analisis, tayangan highlight produksi redaksi video, serta komentar tokoh-tokoh terkemuka secara interaktif.
Liputan resmi akan dimulai dari laga perdana antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Mexico City pada 11 Juni 2026. Rangkaian itu akan ditutup dengan laporan langsung pertandingan final dari New York/New Jersey pada 19 Juli 2026.
Sumber: ANTARA






