PSG kembali mencatatkan sejarah setelah menyamai rekor gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions. Klub asal Prancis tersebut mengakhiri Liga Champions 2025/2026 dengan koleksi 45 gol, jumlah yang sama dengan rekor Barcelona pada musim 1999/2000. Catatan itu semakin istimewa karena PSG juga sukses mempertahankan gelar juara usai mengalahkan Arsenal di partai final.
Keberhasilan menyamai rekor Barcelona menjadi bukti ketajaman luar biasa PSG sepanjang kompetisi. Tim asuhan Luis Enrique tampil produktif sejak fase liga hingga babak final dan berhasil menjadikan musim ini sebagai salah satu yang paling bersejarah dalam perjalanan klub.
PSG Ukir Rekor Gol di Liga Champions
PSG mencapai angka 45 gol setelah menjalani 17 pertandingan di Liga Champions musim ini. Gol penyeimbang yang dicetak Ousmane Dembele pada final melawan Arsenal menjadi gol yang memastikan mereka menyamai rekor Barcelona.
Catatan tersebut mengakhiri dominasi Barcelona dalam daftar tim paling produktif sepanjang sejarah satu musim Liga Champions. Rekor milik klub Catalan itu sebelumnya bertahan lebih dari dua dekade.
Pencapaian PSG tidak datang secara kebetulan. Sejak awal kompetisi, mereka menunjukkan konsistensi luar biasa dalam mencetak gol ke gawang lawan.
Setiap fase kompetisi mampu mereka lewati dengan produktivitas tinggi. Bahkan ketika menghadapi tim-tim elite Eropa, lini serang PSG tetap tampil tajam.
Keberhasilan ini juga memperlihatkan perkembangan signifikan yang dilakukan Luis Enrique sejak menangani klub. PSG kini tidak hanya kuat dalam penguasaan bola, tetapi juga sangat efektif di depan gawang.
Selain itu, mereka mampu menjaga keseimbangan antara permainan menyerang dan pertahanan. Faktor tersebut membuat PSG tampil stabil sepanjang musim.
Yang terpenting, rekor 45 gol ini hadir bersamaan dengan gelar juara. Oleh karena itu, pencapaian tersebut terasa jauh lebih bermakna dibanding sekadar catatan statistik.
Perjalanan Produktif PSG Menuju Final
Ketajaman PSG sudah terlihat sejak fase awal kompetisi. Mereka terus mencetak gol dalam berbagai pertandingan penting sepanjang perjalanan menuju final.
Salah satu penampilan terbaik terjadi pada matchday ketiga. Saat itu, PSG menghancurkan Bayer Leverkusen dengan skor telak 7-2.
Kemenangan besar tersebut menjadi gambaran kualitas serangan yang dimiliki tim asal Paris. Para pemain mampu memanfaatkan peluang dengan sangat efektif.
Produktivitas mereka juga terlihat pada fase gugur. PSG berhasil mencetak lima gol ketika menghadapi Bayern Munchen dan Chelsea dalam pertandingan penting menuju final.
Menariknya, ketajaman tersebut tetap terjaga meskipun lawan yang dihadapi memiliki kualitas tinggi. Hal itu menunjukkan bahwa PSG mampu beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan.
Ketika menghadapi Arsenal di final, mereka kembali membuktikan kapasitasnya. Meski laga berjalan ketat, PSG tetap mampu menemukan jalan menuju gol penting.
Gol Ousmane Dembele pada pertandingan tersebut tidak hanya menjaga peluang juara. Gol itu juga menjadi bagian dari sejarah baru yang ditorehkan klub.
Berkat konsistensi sepanjang kompetisi, PSG akhirnya berhasil menyamai rekor yang sebelumnya hanya dimiliki Barcelona.
Kontribusi Besar Para Bintang PSG
Keberhasilan mencetak 45 gol tentu tidak lepas dari kontribusi banyak pemain. PSG menunjukkan bahwa kekuatan mereka tidak hanya bergantung pada satu sosok.
Khvicha Kvaratskhelia menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan koleksi 10 gol. Pemain asal Georgia tersebut tampil luar biasa sepanjang kompetisi.
Di belakangnya terdapat Ousmane Dembele yang menyumbangkan delapan gol. Penyerang asal Prancis itu menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan PSG.
Sementara itu, Vitinha turut memberikan kontribusi besar melalui enam gol. Gelandang asal Portugal tersebut tidak hanya mengatur permainan, tetapi juga rajin membantu lini serang.
Desire Doue juga mencuri perhatian dengan torehan lima gol. Padahal, usianya masih sangat muda dan masa depannya dinilai sangat cerah.
Selain para pemain inti, kontribusi pemain pelapis juga sangat penting. Banyak pertandingan berhasil dimenangkan berkat kedalaman skuad yang dimiliki PSG.
Faktor tersebut menjadi salah satu alasan mengapa produktivitas mereka terus terjaga hingga akhir kompetisi.
Rekor Baru dari Bangku Cadangan
PSG tidak hanya menyamai rekor gol Barcelona. Klub tersebut juga mencatatkan rekor lain yang menunjukkan kualitas skuad mereka.
Sepanjang musim, pemain pengganti PSG berhasil mencetak 10 gol di Liga Champions. Jumlah tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah kompetisi.
Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Kaiserslautern pada musim 1998/1999. Statistik tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran pemain cadangan.
Luis Enrique mampu memaksimalkan seluruh anggota skuad. Setiap pemain yang masuk dari bangku cadangan dapat memberikan dampak positif bagi tim.
Kemampuan melakukan rotasi menjadi salah satu kekuatan terbesar PSG musim ini. Mereka tidak kehilangan kualitas meski melakukan pergantian pemain.
Selain menjaga kebugaran skuad, strategi tersebut membantu tim tetap kompetitif di berbagai fase kompetisi. Oleh karena itu, produktivitas gol mereka terus meningkat hingga akhir musim.
Sejajar dengan Barcelona dalam Daftar Elite
Dengan koleksi 45 gol, PSG kini sejajar dengan Barcelona musim 1999/2000 sebagai tim paling produktif dalam satu musim Liga Champions.
Di bawah kedua tim tersebut terdapat Bayern Munchen musim 2019/2020 dan Bayern Munchen musim 2025/2026 yang mencetak 43 gol. Barcelona musim 2024/2025 juga menorehkan jumlah gol yang sama.
Sementara itu, Real Madrid musim 2013/2014 dan Liverpool musim 2017/2018 berada di daftar berikutnya dengan 41 gol.
Masuk ke dalam daftar elite tersebut menjadi pencapaian yang sangat penting bagi PSG. Terlebih, mereka berhasil mencapainya sambil mempertahankan gelar juara.
Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi PSG sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini. Dengan skuad muda, produktivitas tinggi, dan identitas permainan yang kuat, klub asal Paris itu tampak siap melanjutkan dominasinya pada musim-musim mendatang.






