Giuseppe Marotta kembali membuka cerita menarik dari masa baktinya di Juventus. Presiden Inter Milan itu mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya tidak sejalan dengan keputusan klub saat merekrut Cristiano Ronaldo pada 2018. Meski demikian, Marotta menegaskan perbedaan pandangan tersebut bukan penyebab dirinya meninggalkan Bianconeri.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik sepak bola Italia. Pasalnya, transfer Cristiano Ronaldo ke Juventus menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah Serie A dan sempat mengubah peta persaingan sepak bola Italia.
Ronaldo didatangkan dari Real Madrid dengan nilai transfer yang mencapai 112 juta euro. Selama tiga musim di Turin, bintang Portugal tersebut mencatatkan 101 gol dari 134 pertandingan dan membantu Juventus meraih sejumlah gelar domestik.
Marotta Akui Punya Pandangan Berbeda Soal Ronaldo
Dalam sebuah wawancara, Marotta menjelaskan bahwa dirinya memang tidak sepakat dengan langkah Juventus merekrut Ronaldo. Namun, ia menghormati keputusan yang diambil oleh pemilik klub saat itu.
Menurut Marotta, seorang manajer harus memahami batas kewenangannya ketika pemilik klub telah menentukan arah kebijakan. Oleh karena itu, ia memilih menerima keputusan tersebut meski memiliki pandangan berbeda.
Mantan petinggi Juventus itu juga menepis anggapan bahwa transfer Ronaldo menjadi awal keretakan hubungannya dengan klub. Ia memastikan hubungan dengan Juventus tetap berjalan baik hingga saat ini.
Selain itu, Marotta mengaku masih menyimpan banyak kenangan positif selama bekerja di Turin. Hubungannya dengan mantan Presiden Juventus Andrea Agnelli juga disebut tetap terjalin dengan baik.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang selama beberapa tahun terakhir. Banyak pihak sebelumnya mengaitkan kepergian Marotta dengan transfer Ronaldo yang mengundang perdebatan besar di lingkungan klub.
Transfer Ronaldo Tetap Tinggalkan Warisan Besar
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, Cristiano Ronaldo tetap memberikan kontribusi signifikan selama membela Juventus. Penyerang asal Portugal itu menjadi mesin gol utama tim dalam berbagai kompetisi.
Sepanjang tiga musim bersama Bianconeri, Ronaldo berhasil mencetak lebih dari 100 gol. Catatan tersebut menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.
Di sisi lain, Juventus juga meraih sejumlah trofi selama periode tersebut. Ronaldo membantu klub memenangkan gelar Serie A, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana.
Namun, target terbesar Juventus saat mendatangkan Ronaldo sebenarnya adalah Liga Champions. Harapan untuk kembali menjadi juara Eropa tidak berhasil terwujud selama sang pemain berada di Turin.
Karena itu, transfer tersebut hingga kini masih memunculkan berbagai penilaian. Sebagian melihatnya sebagai kesuksesan dari sisi komersial dan prestasi individu, sementara yang lain menilai target utama klub belum tercapai.
Liga Champions Jadi Ambisi Terbesar Bersama Inter
Saat membahas masa depannya, Marotta mengaku masih memiliki satu mimpi besar yang belum terwujud. Ambisi tersebut adalah membawa Inter Milan menjuarai Liga Champions.
Baginya, keberhasilan mengangkat trofi paling bergengsi di Eropa akan menjadi pencapaian tertinggi dalam perjalanan panjang kariernya. Yang terpenting, trofi tersebut dapat melengkapi berbagai prestasi yang sudah diraih selama puluhan tahun berkecimpung di dunia sepak bola.
Marotta mengungkapkan bahwa tim yang dipimpinnya telah empat kali mencapai final kompetisi Eropa. Sayangnya, seluruh kesempatan tersebut berakhir dengan kekalahan.
Fakta itu membuat Liga Champions menjadi target yang sangat spesial. Oleh karena itu, ia tidak menutupi keinginannya untuk merasakan gelar tersebut bersama Nerazzurri.
Bahkan, Marotta menyatakan dirinya bisa mempertimbangkan pensiun jika Inter berhasil menjadi juara Eropa. Pernyataan itu menunjukkan betapa besar arti Liga Champions bagi dirinya.
Tanggapi Mourinho dan Kritik di Media Sosial
Selain membahas Juventus dan Inter, Marotta turut menanggapi komentar Jose Mourinho mengenai perbandingan skuad Inter saat ini dengan tim peraih treble pada 2010.
Menurutnya, membandingkan pemain dari era berbeda bukan hal yang tepat. Sepak bola terus berkembang sehingga setiap generasi memiliki tantangan dan karakteristik tersendiri.
Marotta menilai para pemain Inter saat ini tetap layak mendapat penghargaan atas pencapaian mereka. Gelar Scudetto dan Coppa Italia menjadi bukti kualitas yang dimiliki skuad sekarang.
Tidak hanya itu, ia juga menanggapi kritik yang sering muncul melalui media sosial dengan istilah “Marotta League”. Kritik tersebut kerap digunakan untuk menyindir keberhasilan Inter dalam beberapa musim terakhir.
Marotta menegaskan bahwa banyak komentar negatif muncul tanpa pemahaman yang utuh terhadap situasi sebenarnya. Menurutnya, sebagian orang terlalu cepat menghakimi tanpa mengetahui fakta yang ada.
Pernyataan tegas tersebut menunjukkan bahwa Marotta tetap fokus pada pekerjaannya bersama Inter. Sementara itu, pengakuannya soal Cristiano Ronaldo kembali membuka salah satu kisah paling menarik dalam sejarah modern Juventus.






