Friday, May 22, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaPersaingan Pos Nomor 10 Timnas Inggris Memanas, Jude Bellingham Masih Jadi Favorit

Persaingan Pos Nomor 10 Timnas Inggris Memanas, Jude Bellingham Masih Jadi Favorit

Jude Bellingham kembali menjadi pusat perhatian menjelang Piala Dunia 2026 bersama Timnas Inggris. Persaingan di lini tengah Timnas Inggris semakin ketat setelah beberapa gelandang tampil impresif bersama klub masing-masing sepanjang musim ini.

Pelatih Thomas Tuchel kini memiliki banyak opsi kreatif untuk mengisi posisi nomor 10. Namun, banyak pihak masih menilai slot tersebut tetap menjadi milik Jude Bellingham.

- Advertisement -
asia9QQ

Nama Morgan Rogers dan Morgan Gibbs-White memang terus mencuri perhatian. Akan tetapi, pengalaman dan kualitas Bellingham di level tertinggi membuat posisinya belum tergeser.

Thomas Tuchel Hanya Punya Satu Slot Nomor 10

Timnas Inggris diperkirakan memakai sistem favorit Thomas Tuchel pada Piala Dunia 2026. Dalam pola tersebut, hanya tersedia satu posisi nomor 10 di belakang penyerang utama.

Situasi itu membuat persaingan antargelandang serang menjadi semakin ketat. Beberapa pemain tampil luar biasa bersama klub sepanjang musim ini.

Morgan Rogers menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan. Gelandang Aston Villa itu membantu timnya meraih gelar Liga Europa setelah menang 3-0 atas Freiburg di final.

Selain Rogers, Morgan Gibbs-White juga tampil konsisten bersama Nottingham Forest. Penampilannya di Premier League membuat banyak pihak mulai mendukungnya masuk skuad utama Inggris.

Meski demikian, posisi nomor 10 disebut masih menjadi area yang sulit direbut dari Bellingham. Gelandang Real Madrid itu tetap dianggap unggul dari para pesaingnya.

Morgan Rogers Sempat Disebut Layak Jadi Starter

Performa Morgan Rogers memunculkan banyak perdebatan di media Inggris. Mantan striker Aston Villa, Gabby Agbonlahor, bahkan sempat menyebut Rogers layak menjadi pilihan utama.

Menurut Agbonlahor, tidak ada lagi perdebatan soal posisi nomor 10 setelah final Liga Europa. Ia menilai Rogers sudah membuktikan kualitasnya dalam pertandingan besar.

Komentar tersebut langsung menarik perhatian publik Inggris. Sebab, banyak pendukung The Three Lions masih menempatkan Bellingham sebagai pemain utama.

Situasi semakin menarik karena Rogers tampil konsisten sepanjang musim. Selain produktif, ia juga menunjukkan kemampuan bermain di beberapa posisi menyerang.

Namun, pandangan Agbonlahor dianggap bertolak belakang dengan komentarnya beberapa bulan lalu. Saat itu, ia justru membela Bellingham setelah sang pemain mendapat kritik saat membela Inggris.

Rekam Jejak Jude Bellingham Jadi Pembeda

Bellingham tetap dianggap unggul karena memiliki pengalaman besar di level elite Eropa. Gelandang berusia 22 tahun itu sudah menjadi pemain penting di Real Madrid dan Timnas Inggris.

Musim ini, statistik Bellingham memang tidak terlalu mencolok. Ia mencatat lima gol dan empat assist dalam 27 laga La Liga.

Akan tetapi, situasi tersebut dipengaruhi beberapa faktor penting. Salah satunya adalah cedera bahu yang mengganggunya sejak musim lalu.

Bellingham bahkan tetap bermain di Euro 2024 meski belum pulih sepenuhnya. Setelah turnamen selesai, ia menjalani operasi dan absen sepanjang pramusim.

Kondisi itu membuatnya baru kembali bermain penuh pada akhir September. Meski begitu, performanya sempat meningkat setelah kembali bugar.

Saat masih dilatih Xabi Alonso, Bellingham tampil cukup impresif. Dari Oktober hingga Desember, ia mencetak empat gol dan tiga assist dalam sembilan pertandingan.

Cedera Hambat Konsistensi Bellingham

Performa Bellingham kembali menurun setelah pergantian pelatih di Real Madrid. Situasi tim juga tidak stabil setelah Alonso pergi dan digantikan Alvaro Arbeloa.

Selain itu, Bellingham sempat mengalami cedera hamstring pada Februari lalu. Cedera tersebut membuatnya harus menepi selama dua bulan.

Saat Bellingham absen, Rogers dan Gibbs-White justru tampil semakin konsisten di Premier League. Karena itu, perdebatan soal posisi nomor 10 semakin ramai dibicarakan.

Meski demikian, banyak pengamat tetap menilai Inggris sulit mencadangkan Bellingham jika kondisinya benar-benar fit. Pengalaman bermain di pertandingan besar menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua pesaingnya.

Selain Rogers dan Gibbs-White, Inggris juga memiliki opsi lain seperti Cole Palmer dan Phil Foden. Namun, keduanya juga menghadapi persaingan ketat untuk mendapat tempat utama.

Inggris Punya Banyak Opsi Kreatif Jelang Piala Dunia

Kondisi ini sebenarnya menjadi keuntungan bagi Timnas Inggris. Thomas Tuchel kini memiliki banyak pilihan kreatif untuk menghadapi Piala Dunia 2026.

Pada lini tengah, Declan Rice diperkirakan tetap menjadi pilihan utama sebagai gelandang bertahan. Elliot Anderson juga disebut berpeluang bermain lebih dalam.

Sementara itu, posisi nomor 10 kemungkinan menjadi pusat persaingan hingga mendekati turnamen. Performa pemain pada awal musim depan diprediksi sangat menentukan keputusan akhir Tuchel.

Bellingham tetap berada di posisi terdepan berkat kualitas dan pengalamannya. Namun, Rogers dan Gibbs-White terus memberi tekanan lewat penampilan konsisten mereka di level klub.

Persaingan tersebut membuat Timnas Inggris memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dibanding beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, The Three Lions diprediksi datang ke Piala Dunia 2026 dengan kekuatan yang lebih kompetitif.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments