Thursday, May 21, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisArsenal dan Liverpool Sudah Bangkit, Kapan Manchester United Kembali Juara Premier League?

Arsenal dan Liverpool Sudah Bangkit, Kapan Manchester United Kembali Juara Premier League?

Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka di Premier League musim 2025/2026. Klub asal London Utara tersebut resmi menjadi juara setelah Manchester City gagal menang atas AFC Bournemouth.

Keberhasilan Arsenal terasa sangat emosional bagi para pendukungnya. Sebab, The Gunners harus menunggu selama 22 tahun sejak terakhir kali meraih gelar liga pada musim 2003/2004.

- Advertisement -
asia9QQ

Penantian panjang tersebut mengingatkan publik pada kisah Liverpool. Klub Merseyside itu bahkan harus menunggu 30 tahun sebelum kembali menjadi juara Inggris pada musim 2019/2020 bersama Jurgen Klopp.

Kini, perhatian mulai tertuju kepada Manchester United. Setan Merah sudah 13 tahun gagal memenangkan Premier League sejak era terakhir Sir Alex Ferguson pada musim 2012/2013.

Pertanyaan besar pun mulai muncul. Apakah Manchester United segera menyusul Arsenal dan Liverpool, atau justru harus menunggu lebih lama lagi?

Arsenal dan Liverpool Buktikan Penantian Bisa Berakhir

Arsenal sempat menjadi sasaran kritik selama bertahun-tahun. Mereka beberapa kali mendekati gelar, tetapi gagal pada momen penting. Namun, proyek jangka panjang akhirnya membuahkan hasil musim ini.

Tim asuhan Mikel Arteta sukses menjuarai Premier League setelah tiga musim berturut-turut finis sebagai runner-up. Gelar tersebut sekaligus membuktikan pentingnya kestabilan proyek dalam sepak bola modern.

Selain itu, Arsenal juga menunjukkan kesabaran tetap memiliki nilai besar. Klub tidak tergesa-gesa mengganti arah proyek meski sempat mendapat tekanan besar dari publik.

Liverpool memiliki kisah yang bahkan lebih panjang. The Reds terakhir kali menjadi juara liga Inggris pada 1990 sebelum kembali berjaya pada 2020.

Banyak generasi pendukung Liverpool tumbuh tanpa pernah melihat tim mereka mengangkat trofi liga. Akan tetapi, investasi tepat dan kestabilan proyek bersama Klopp akhirnya mengubah situasi.

Liverpool berhasil membangun skuad kompetitif secara perlahan. Perekrutan pemain yang efektif juga menjadi kunci keberhasilan mereka kembali ke puncak sepak bola Inggris.

Dua kisah tersebut menjadi pengingat penting. Klub sebesar apa pun tetap bisa mengalami masa sulit dalam waktu lama.

Manchester United Sudah 13 Tahun Tanpa Gelar Liga

Manchester United sebenarnya sempat beberapa kali mendekati persaingan juara sejak ditinggal Ferguson. Namun, mereka gagal menjaga konsistensi dalam jangka panjang.

Pada musim 2020/2021 bersama Ole Gunnar Solskjaer, MU finis di posisi kedua. Meski begitu, mereka tetap tertinggal cukup jauh dari Manchester City.

Situasi semakin buruk pada musim berikutnya. Manchester United bahkan tertinggal 35 poin dari puncak klasemen Premier League.

Era Erik ten Hag juga tidak berjalan sesuai harapan. Setelah tampil menjanjikan pada awal proyek, performa tim kembali menurun drastis.

Kini, optimisme baru muncul di bawah kepemimpinan Michael Carrick. Mantan gelandang MU itu mulai menunjukkan perkembangan positif dalam performa tim.

Dalam 16 pertandingan liga terakhir, Manchester United menjadi salah satu tim dengan perolehan poin terbaik di Premier League. Selain itu, suasana ruang ganti juga disebut jauh lebih stabil dibanding musim-musim sebelumnya.

Beberapa perekrutan baru ikut memperkuat fondasi proyek Carrick. Nama seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Senne Lammens mulai memberi dampak positif.

Project 150 Jadi Target Besar Manchester United

Manajemen Manchester United ternyata memiliki target yang cukup jelas. CEO klub, Omar Berrada, meluncurkan program bernama Project 150.

Program tersebut menargetkan Manchester United kembali menjadi juara liga pada 2028. Target itu bertepatan dengan ulang tahun klub yang ke-150.

Ambisi tersebut memang terdengar besar. Namun, kondisi Premier League saat ini dianggap lebih terbuka dibanding beberapa tahun lalu.

Musim lalu, Liverpool menjadi juara dengan raihan 84 poin. Sementara itu, Arsenal musim ini hanya mencapai maksimal 85 poin. Angka tersebut lebih rendah dibanding era dominasi Manchester City sebelumnya.

Selain itu, Manchester City juga mulai memasuki masa transisi. Rumor kepergian Pep Guardiola membuat masa depan City menjadi tanda tanya besar.

Liverpool juga mulai dianggap mengalami sedikit penurunan performa. Di sisi lain, Chelsea masih berusaha menemukan konsistensi permainan.

Situasi itu membuat peluang Manchester United kembali bersaing mulai terbuka. Karena itu, banyak pihak di Old Trafford mulai percaya terhadap arah proyek Carrick.

MU Masih Punya Banyak Pekerjaan Rumah

Meski optimisme meningkat, Manchester United tetap memiliki banyak masalah yang harus diselesaikan. Mereka belum benar-benar membuktikan diri sebagai penantang gelar stabil.

Musim ini memang menunjukkan perkembangan positif. Akan tetapi, jarak poin dengan Arsenal masih cukup besar di klasemen akhir.

Selain itu, MU juga menghadapi tantangan jadwal musim depan. Jika kembali tampil di Liga Champions, jumlah pertandingan mereka akan meningkat drastis.

Carrick harus membuktikan timnya mampu bersaing di banyak kompetisi sekaligus. Situasi tersebut belum benar-benar teruji musim ini.

Manchester United juga masih membutuhkan perbaikan di lini tengah. Klub perlu mencari penerus jangka panjang bagi Casemiro.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments