Friday, May 8, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsMarquinhos Jadi Senjata Rahasia PSG, Sosok Kunci di Balik Lolosnya ke Final...

Marquinhos Jadi Senjata Rahasia PSG, Sosok Kunci di Balik Lolosnya ke Final Liga Champions

Marquinhos kembali menjadi pusat perhatian setelah PSG sukses menembus final Liga Champions 2025/2026. Bek asal Brasil itu tampil sebagai figur penting saat PSG menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat 6-5 di semifinal.

Paris Saint-Germain memastikan tiket final usai bermain imbang 1-1 melawan Bayern Munich di Allianz Arena. Hasil itu cukup membawa PSG melaju karena sebelumnya menang 5-4 di leg pertama.

- Advertisement -
asia9QQ

Di balik keberhasilan tersebut, nama Marquinhos kembali mendapat sorotan besar. Kapten PSG itu tampil solid dalam dua leg semifinal dan menjadi pemimpin utama di lini belakang.

Menariknya, Marquinhos justru jarang bermain di kompetisi domestik musim ini. Namun, pelatih Luis Enrique memiliki rencana khusus untuk menjaga kondisi sang bek tetap optimal di Liga Champions.

Strategi tersebut kini mulai dianggap sebagai keputusan paling cerdas PSG musim ini. Selain itu, keberhasilan mereka mencapai final kedua beruntun membuat proyek Luis Enrique semakin mendapat pujian.

Luis Enrique Jadikan Marquinhos Spesialis Liga Champions

Luis Enrique tampaknya memahami pentingnya menjaga kebugaran pemain senior di tengah jadwal padat musim ini. Oleh karena itu, ia melakukan rotasi besar terhadap Marquinhos di Ligue 1.

Sepanjang musim domestik, Marquinhos hanya beberapa kali tampil sebagai starter. Bahkan sejak Februari, menit bermainnya di liga sangat terbatas dibanding pemain inti lain.

Keputusan itu sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan pendukung PSG. Banyak pihak mengira sang kapten mengalami penurunan performa atau masalah fisik serius.

Namun, kenyataannya berbeda. Luis Enrique sengaja menyimpan tenaga Marquinhos untuk pertandingan besar di Eropa.

Strategi tersebut mulai terlihat jelas sejak fase gugur Liga Champions. Marquinhos hampir selalu tampil sebagai starter ketika PSG menghadapi lawan berat.

Selain itu, ia menjadi sosok yang menjaga keseimbangan lini belakang PSG. Pengalaman panjangnya membantu pemain muda tetap tenang dalam tekanan pertandingan besar.

PSG memang tampil dominan di Ligue 1 musim ini. Situasi itu memberi keleluasaan bagi Luis Enrique untuk melakukan rotasi tanpa mengorbankan hasil kompetisi domestik.

Karena itu, Marquinhos bisa menjaga kondisi fisik lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya. Dampaknya terlihat jelas saat PSG menghadapi Bayern dalam duel intens di semifinal.

Sempat Dikritik Saat Leg Pertama

Meski PSG menang 5-4 di Paris pada leg pertama, Marquinhos tetap mendapat kritik. Beberapa pengamat menilai ia kurang agresif dalam mengawal lini pertahanan.

Salah satu sorotan muncul ketika Michael Olise mendapat ruang menembak dari luar kotak penalti. Selain itu, Luis Diaz juga sempat melewatinya sebelum mencetak gol.

Kritik tersebut muncul karena banyak pihak menilai minimnya menit bermain domestik memengaruhi ritme pertandingan sang kapten. Apalagi laga melawan Bayern berlangsung dengan tempo sangat tinggi.

Namun, Marquinhos menjawab keraguan tersebut di leg kedua. Ia tampil jauh lebih disiplin dan membantu PSG bertahan dengan sangat baik di Allianz Arena.

Kerja samanya bersama Willian Pacho juga berjalan sangat solid. Keduanya sukses membatasi pengaruh lini depan Bayern hampir sepanjang pertandingan.

Bahkan Harry Kane kesulitan mendapatkan ruang bersih di kotak penalti. Striker Inggris itu baru mencetak gol pada masa injury time.

Selain kuat dalam duel udara, Marquinhos juga tampil tenang saat membangun serangan dari belakang. Pengalamannya menjadi faktor penting dalam menjaga tempo permainan PSG.

Atmosfer Allianz Arena yang penuh tekanan juga tidak memengaruhi ketenangan sang kapten. Ia terus memberikan instruksi kepada rekan-rekannya sepanjang laga.

Perjalanan Panjang Marquinhos Bersama PSG

Karier Marquinhos di PSG terbilang sangat panjang dan penuh perubahan. Ia bergabung dari AS Roma pada 2013 saat masih berusia muda.

Pada awal kedatangannya, Marquinhos lebih sering menjadi pelapis Thiago Silva. Bahkan ia beberapa kali dimainkan sebagai gelandang bertahan.

Seiring waktu, Marquinhos berkembang menjadi pemimpin utama di ruang ganti PSG. Ia tetap bertahan ketika banyak pemain bintang datang dan pergi dari Paris.

Nama-nama besar seperti Zlatan Ibrahimovic, Neymar, Kylian Mbappe, hingga Lionel Messi pernah memperkuat PSG.

Namun, Marquinhos tetap menjadi sosok yang paling konsisten di klub tersebut. Ia melewati berbagai era PSG, termasuk masa-masa penuh kegagalan di Liga Champions.

Pada periode sebelumnya, PSG sering dianggap terlalu bergantung pada superstar. Mereka punya banyak pemain besar, tetapi gagal membangun keseimbangan tim.

Kini situasinya berubah. PSG tampil lebih kolektif dengan kombinasi pemain muda dan pemain berpengalaman.

Di tengah transformasi itu, Marquinhos justru menjadi fondasi utama tim. Pengaruhnya tidak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga di ruang ganti.

Luis Enrique beberapa kali memuji kepemimpinan sang kapten sepanjang musim ini. Menurutnya, Marquinhos membantu menjaga mental skuad tetap stabil dalam pertandingan penting.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments