PSBS Biak menghadapi situasi sulit jelang laga penting melawan Dewa United di BRI Super League 2025/2026. Masalah tunggakan gaji membuat para pemain mengancam mogok latihan hingga tidak bersedia tampil dalam pertandingan berikutnya.
PSBS Biak kini berada dalam tekanan besar menjelang akhir musim. Selain harus menghadapi ancaman degradasi, klub asal Papua tersebut juga dilanda persoalan internal serius.
Permasalahan utama muncul akibat tunggakan gaji pemain selama empat bulan. Situasi tersebut memicu keresahan di ruang ganti dan membuat hubungan antara pemain dengan manajemen memanas.
Kondisi ini semakin rumit karena kompetisi tinggal menyisakan beberapa pertandingan. Para pemain mulai kehilangan kepastian terkait hak mereka hingga akhirnya mengambil sikap tegas.
Pertandingan melawan Dewa United yang dijadwalkan berlangsung Jumat (8/5) kini terancam terganggu. Para pemain menyatakan tidak akan berlatih maupun bertanding jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Keputusan tersebut lahir setelah seluruh skuad menggelar pertemuan bersama manajer, pelatih, dan staf ofisial. Forum itu menjadi momen penting dalam menentukan langkah bersama.
Pemain PSBS Biak Kompak Tuntut Hak Mereka
Situasi internal PSBS Biak mulai memanas dalam beberapa pekan terakhir. Tunggakan gaji yang belum terselesaikan membuat suasana tim menjadi tidak kondusif.
Para pemain akhirnya mengadakan pertemuan pada Selasa malam WIB. Dalam pertemuan itu, mereka menyatukan sikap untuk meminta kepastian dari manajemen.
Kesepakatan yang diambil cukup tegas. Seluruh pemain meminta agar tunggakan gaji segera dibayarkan sebelum mereka kembali tampil di lapangan.
Nelson Alom menjadi salah satu pemain yang menyuarakan tuntutan tersebut. Ia menegaskan bahwa para pemain ingin hak mereka diselesaikan lebih dulu.
Menurut Nelson Alom, pemain tidak lagi ingin terus menunggu tanpa kepastian. Mereka merasa sudah menjalankan kewajiban profesional sepanjang musim.
Selain masalah pembayaran, pemain juga meminta manajemen memprioritaskan kebutuhan skuad jika dana tersedia. Mereka berharap hak pemain tidak kembali tertunda.
Situasi ini memperlihatkan adanya ketegangan serius di internal klub. Karena itu, ancaman mogok tidak lagi dianggap sekadar bentuk protes biasa.
Tekanan kepada manajemen kini semakin besar menjelang laga melawan Dewa United. Waktu yang tersisa juga sangat terbatas.
Ancaman Mogok Latihan dan Pertandingan
Para pemain PSBS Biak tidak hanya menyampaikan tuntutan secara lisan. Mereka juga menetapkan batas waktu kepada pihak klub.
Kamis (7/5) menjadi tenggat yang diberikan kepada manajemen untuk menyelesaikan pembayaran gaji. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, pemain mengancam mengambil langkah lanjutan.
Langkah yang dimaksud berupa mogok latihan hingga penolakan tampil dalam pertandingan resmi. Situasi itu tentu dapat memengaruhi jalannya kompetisi.
Selain official training, para pemain juga disebut tidak ingin mengikuti sesi latihan rutin. Keputusan tersebut menjadi bentuk tekanan langsung kepada manajemen klub.
Masalah internal ini muncul pada momen yang sangat sensitif. Kompetisi BRI Super League musim ini sudah memasuki fase akhir.
PSBS Biak juga sedang berjuang keluar dari situasi sulit di klasemen. Karena itu, gangguan internal berpotensi memperburuk kondisi tim.
Selain tuntutan soal gaji, para pemain juga mengutarakan ketidakpuasan terhadap situasi kepelatihan. Mereka disebut tidak ingin Coach Mihail kembali menangani tim.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa persoalan di internal klub tidak hanya berkaitan dengan finansial. Ada ketegangan lain yang ikut memengaruhi kondisi ruang ganti.
Jika masalah ini terus berlarut, stabilitas tim dipastikan semakin terganggu. Situasi tersebut tentu menjadi ancaman serius bagi performa PSBS pada akhir musim.
Manajer Klub Akui Situasi Sangat Serius
Manajer PSBS Biak, Alex Yarangga, membenarkan adanya ancaman mogok dari para pemain. Ia mengakui kondisi tim saat ini cukup mengkhawatirkan.
Menurut Alex Yarangga, sikap pemain bukan sekadar ancaman emosional sesaat. Para pemain benar-benar memiliki komitmen bersama terkait langkah yang akan diambil.
Ia menyebut seluruh persoalan tersebut akan segera diteruskan kepada dewan direksi klub. Manajemen diharapkan dapat menemukan solusi sebelum pertandingan berlangsung.
Alex juga memahami keresahan yang dirasakan pemain dan staf ofisial. Terlebih lagi, kompetisi musim ini segera berakhir dalam waktu dekat.
Kondisi finansial klub memang menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Situasi tersebut akhirnya memunculkan dampak besar terhadap stabilitas tim.
Selain memengaruhi persiapan pertandingan, masalah gaji juga bisa mengganggu fokus pemain di lapangan. Faktor mental tentu sangat berpengaruh dalam kompetisi profesional.
PSBS Biak sendiri sedang berada dalam masa sulit setelah hasil negatif pada beberapa pertandingan terakhir. Tekanan semakin besar setelah mereka dipastikan terdegradasi ke Championship.
Kekalahan dari Persebaya Surabaya sebelumnya menjadi pukulan berat bagi tim. Situasi itu membuat suasana internal semakin tidak stabil.
Kini, fokus klub bukan hanya soal pertandingan melawan Dewa United. Manajemen juga harus menyelesaikan persoalan internal agar kondisi tim tidak semakin memburuk.






