Hasil Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan dominasi tim tamu. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (28/4/2026), Persebaya Surabaya menang telak 4-0 atas Arema FC. Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Bajul Ijo sejak 2019.
Hasil ini menjadi bukti konsistensi Persebaya dalam Derbi Jawa Timur. Selain itu, kemenangan besar ini juga berdampak pada posisi klasemen. Oleh karena itu, Persebaya semakin percaya diri menghadapi sisa musim.
Di sisi lain, Arema harus menerima hasil pahit. Mereka gagal memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu, lini pertahanan tidak mampu menahan tekanan di babak kedua.
Babak Pertama Berjalan Ketat Tanpa Gol
Pertandingan dimulai dengan tempo sedang. Arema FC lebih dulu menciptakan peluang pada menit ke-4. Gustavo Franca melepaskan tembakan keras, tetapi bola melebar.
Persebaya merespons melalui tendangan bebas Francisco Rivera. Namun, eksekusi tersebut belum menemui sasaran. Oleh karena itu, skor tetap imbang.
Hingga menit ke-20, kedua tim belum menciptakan peluang berbahaya. Pertahanan Arema tampil cukup solid dalam menghadapi tekanan. Selain itu, Persebaya mencoba memanfaatkan tembakan jarak jauh.
Pada menit ke-35, Gali Freitas mencoba peruntungan. Namun, bola melambung di atas mistar. Peluang tersebut menjadi salah satu yang terbaik di babak pertama.
Meski kedua tim saling menyerang, tidak ada gol yang tercipta. Oleh karena itu, babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Babak Kedua: Persebaya Tampil Lebih Tajam
Memasuki babak kedua, Persebaya meningkatkan intensitas permainan. Mereka tampil lebih agresif dan menekan sejak awal. Hasilnya terlihat cepat.
Pada menit ke-50, Rivera membuka keunggulan. Ia mencetak gol dengan penyelesaian yang tenang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Persebaya.
Arema mencoba merespons dengan cepat. Pada menit ke-51, sundulan Joel Vinicius mengenai mistar gawang. Namun, peluang tersebut tidak sah karena offside.
Setelah itu, kedua tim memiliki peluang emas. Mihailo Perovic gagal memanfaatkan kesempatan di depan gawang. Sementara itu, Dalberto Luan tidak mampu menaklukkan kiper lawan.
Persebaya terus menekan dan mencari gol tambahan. Selain itu, mereka menunjukkan koordinasi yang lebih baik di lini serang. Hal ini membuat pertahanan Arema semakin tertekan.
Penalti dan Serangan Balik Jadi Kunci
Momentum penting terjadi pada menit ke-75. Wasit memberikan penalti setelah pelanggaran terhadap Rivera. Eksekusi Bruno Moreira sempat ditepis kiper.
Namun, bola rebound berhasil dimanfaatkan oleh Jefferson Silva. Gol tersebut membuat skor menjadi 2-0. Selain itu, keunggulan ini meningkatkan kepercayaan diri tim.
Setelah itu, Persebaya semakin dominan. Mereka memanfaatkan serangan balik dengan efektif. Oleh karena itu, gol tambahan berhasil tercipta.
Rivera mencetak gol keduanya pada menit ke-82. Ia kembali menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Selain itu, pergerakannya sulit dihentikan.
Gol keempat datang pada menit ke-86 melalui Mikael Tata. Serangan balik cepat menjadi kunci terciptanya gol ini. Skor berubah menjadi 4-0.
Rekor Panjang yang Terus Berlanjut
Kemenangan ini memperpanjang rekor Persebaya atas Arema FC. Mereka tidak pernah kalah sejak 2019. Catatan ini menjadi bukti dominasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, hasil ini menunjukkan perkembangan signifikan Persebaya. Mereka mampu menjaga konsistensi di level kompetisi tertinggi. Oleh karena itu, posisi mereka semakin kuat.
Persebaya kini berada di peringkat ke-4 klasemen dengan 48 poin. Sementara itu, Arema berada di posisi ke-10 dengan 39 poin. Selisih ini menunjukkan perbedaan performa kedua tim.
Selain itu, rekor ini juga mencerminkan perubahan kekuatan. Persebaya tampil lebih stabil dan efektif. Sementara itu, Arema masih mencari konsistensi.
Susunan Pemain dan Strategi
Arema FC menggunakan formasi 3-4-3 dalam pertandingan ini. Lucas Frigeri menjadi penjaga gawang. Lini belakang diisi Hansamu Yama dan rekan-rekannya.
Di lini tengah, Arkhan Fikri dan Gustavo Franca berusaha mengatur tempo. Namun, tekanan dari Persebaya membuat mereka kesulitan. Oleh karena itu, permainan tidak berkembang.
Persebaya tampil dengan formasi 4-2-3-1. Andhika Ramadhani menjaga gawang dengan baik. Selain itu, lini belakang tampil disiplin sepanjang laga.
Di lini tengah, Toni Firmansyah dan Milos Raickovic mengontrol permainan. Sementara itu, Rivera menjadi motor serangan. Hal ini membuat Persebaya lebih dominan.
Kemenangan ini menunjukkan efektivitas strategi Persebaya. Mereka mampu memanfaatkan peluang dengan baik. Selain itu, kerja sama tim menjadi faktor utama.






