Sunday, March 1, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ItaliaKiprah Jay Idzes di Serie A: Menjinakkan Lautaro Martinez, Lukaku, hingga Peran...

Kiprah Jay Idzes di Serie A: Menjinakkan Lautaro Martinez, Lukaku, hingga Peran Fabio Grosso di Sassuolo

Cerita Jay Idzes soal belajar menjinakkan Lautaro Martinez sampai Romelu Lukaku di Serie A menjadi gambaran perkembangan bek Timnas Indonesia di Italia. Bek berusia 25 tahun itu kini memasuki musim keduanya bersama Sassuolo. Ia menilai kompetisi Serie A sebagai sekolah terbaik untuk meningkatkan kualitas bertahan.

Keputusan bergabung ke Sassuolo pada musim panas lalu tidak diambil secara tergesa. Idzes lebih dulu mencari informasi mendalam tentang arah klub. Langkah itu menunjukkan keseriusannya dalam merencanakan karier di Eropa.

- Advertisement -
asia9QQ

Alasan Memilih Sassuolo

Sebelum pindah, Idzes berdiskusi dengan Alfred Duncan dan Fali Cande. Ia ingin memahami kondisi internal klub secara detail. Menurutnya, penting untuk bergabung dengan tim yang memiliki visi jelas.

Ia mengenal reputasi Sassuolo sebagai klub pengembang pemain. Namun, ia juga ingin memastikan stabilitas proyek jangka panjang. Oleh karena itu, percakapan dengan pemain yang memahami situasi internal sangat membantu.

Keputusan tersebut terbukti tepat. Sassuolo memberi ruang bagi Idzes untuk berkembang. Selain itu, ia mendapat kesempatan bermain reguler di jantung pertahanan.

Atmosfer kompetitif Serie A juga menjadi daya tarik tersendiri. Liga ini menuntut disiplin tinggi dan konsentrasi penuh. Setiap kesalahan kecil dapat berujung gol bagi lawan.

Belajar dari Striker Kelas Dunia

Musim pertamanya di Serie A langsung menghadirkan tantangan besar. Pada laga debut tandang melawan Fiorentina, Idzes berhadapan dengan Moise Kean. Pengalaman itu membuka matanya tentang intensitas kompetisi.

Setiap pekan, ia menghadapi penyerang dengan karakter berbeda. Terkadang ia mengawal Romelu Lukaku yang kuat secara fisik. Di kesempatan lain, ia harus membaca pergerakan Lautaro Martinez yang lincah dan tajam.

Menurut Idzes, menghadapi pemain seperti itu mempercepat proses belajar. Ia dipaksa meningkatkan fokus dan ketenangan dalam duel satu lawan satu. Selain itu, ia belajar membaca pola serangan lawan lebih cepat.

Pengalaman tersebut membentuk mentalitasnya sebagai bek tengah. Ia menyadari bahwa konsistensi menjadi kunci utama. Karena itu, setiap laga ia anggap sebagai kesempatan memperbaiki detail permainan.

Bermain melawan striker elit juga meningkatkan kepercayaan dirinya. Idzes merasa semakin nyaman menghadapi tekanan tinggi. Proses adaptasi berlangsung alami karena ritme kompetisi yang intens.

Peran Penting Fabio Grosso

Adaptasi Idzes tidak lepas dari bimbingan pelatih Fabio Grosso. Grosso memberi arahan teknis secara detail melalui pertemuan rutin. Pendekatan ini membantu Idzes memahami sistem permainan Sassuolo.

Di Belanda, Idzes terbiasa bermain dalam skema empat bek. Namun, Sassuolo menuntut fleksibilitas dan koordinasi lebih rapat. Oleh karena itu, ia harus menyesuaikan posisi dan komunikasi di lapangan.

Grosso menekankan pentingnya pergerakan lini belakang secara kolektif. Bek harus naik bersama saat tim menekan. Sebaliknya, mereka harus turun kompak saat membaca bahaya.

Kini, koordinasinya bersama Tarik Muharemovic semakin solid. Keduanya mampu menjaga jarak dan posisi secara konsisten. Statistik menunjukkan Idzes selalu bermain penuh 90 menit dalam 25 laga Serie A musim ini.

Catatan tersebut menegaskan kepercayaan pelatih kepadanya. Selain itu, konsistensi menit bermain membantu membangun ritme dan kepercayaan diri.

Dampak bagi Timnas Indonesia

Sebagai kapten Timnas Indonesia, pengalaman di Serie A memberi dampak positif. Idzes membawa standar profesionalisme tinggi ke level internasional. Ia juga menjadi contoh bagi pemain muda Indonesia.

Bermain di liga kompetitif meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Selain itu, ia terbiasa menghadapi tekanan besar dari suporter dan media. Pengalaman tersebut memperkaya mental bertandingnya.

Keberhasilan beradaptasi di Italia juga memperluas eksposur pemain Indonesia di Eropa. Idzes membuktikan bahwa pemain Asia Tenggara mampu bersaing di liga top. Oleh karena itu, kiprahnya mendapat perhatian luas.

Tantangan Berikutnya Bersama Sassuolo

Sassuolo masih memiliki agenda penting musim ini. Mereka akan menghadapi Atalanta pada 1 Maret 2026. Laga tersebut menjadi ujian konsistensi lini belakang.

Idzes menegaskan pentingnya komunikasi dan disiplin taktik. Tim harus bergerak sebagai satu kesatuan. Selain itu, transisi bertahan ke menyerang harus berjalan cepat.

Ia menyadari bahwa perjalanan masih panjang. Namun, proses belajar tidak pernah berhenti. Setiap laga menjadi kesempatan memperkuat fondasi kariernya di Eropa.

Dengan pengalaman menghadapi striker elite dan dukungan pelatih, Idzes terus berkembang. Kombinasi kedewasaan taktik dan fisik membuatnya semakin matang. Serie A menjadi panggung penting dalam perjalanan kariernya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments