Timnas Indonesia U-19 akan memulai perjuangan mereka di Piala AFF U-19 2026 dengan menghadapi Myanmar U-19 pada laga pembuka Grup A. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Senin (1/6/2026) malam WIB itu menjadi langkah awal Garuda Muda untuk mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya.
Skuad asuhan Nova Arianto datang dengan target tinggi sebagai juara bertahan. Selain itu, status tuan rumah membuat ekspektasi publik semakin besar terhadap performa tim muda Indonesia. Untuk meraih hasil maksimal pada laga pertama, beberapa pemain diprediksi memiliki peran penting dalam menentukan jalannya pertandingan.
Di antara 23 pemain yang dibawa untuk turnamen ini, terdapat tiga nama yang berpotensi menjadi pembeda saat menghadapi Myanmar U-19. Mereka memiliki kualitas, pengalaman, dan karakter permainan yang bisa membantu Garuda Muda mengamankan tiga poin penting.
Mathew Baker Jadi Pilar Penting di Lini Belakang
Salah satu pemain yang paling menarik perhatian adalah Mathew Baker. Bek muda yang saat ini berkarier bersama Melbourne City tersebut diprediksi menjadi sosok penting dalam skema permainan Nova Arianto.
Meski baru berusia 17 tahun, Baker memiliki pengalaman yang cukup baik di level internasional. Ia sudah pernah membela Timnas Indonesia U-16 dan U-17 dalam berbagai ajang penting.
Keunggulan utama Baker terletak pada fleksibilitasnya. Pemain kelahiran Melbourne itu mampu bermain sebagai bek tengah, bek kiri, hingga gelandang bertahan.
Kemampuan bermain di beberapa posisi membuatnya menjadi aset berharga bagi tim. Selain itu, Baker dikenal memiliki visi bermain yang baik dan kemampuan membaca situasi pertandingan dengan cepat.
Kehadirannya di lini belakang dapat memberikan stabilitas saat Indonesia menghadapi tekanan dari Myanmar. Kemampuan distribusi bolanya juga bisa membantu tim membangun serangan dari area pertahanan.
Menariknya, Baker belum lama ini juga mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia senior. Pengalaman tersebut tentu memberikan tambahan kepercayaan diri bagi pemain muda tersebut.
Di level klub, Baker tampil cukup konsisten bersama Melbourne City U-23. Ia mencatat sembilan penampilan dan menyumbang satu assist di ajang NPL Victoria 2026.
Selain itu, ia juga sempat merasakan atmosfer tim senior Melbourne City di Australia Cup. Pengalaman tersebut menjadi modal penting menjelang Piala AFF U-19 2026.
Welber Jardim Jadi Motor Permainan Garuda Muda
Jika Baker diharapkan memperkuat pertahanan, maka Welber Jardim diprediksi menjadi pengatur ritme permainan di lini tengah. Pemain milik Sao Paulo U-20 tersebut merupakan salah satu pemain dengan pengalaman internasional yang cukup banyak.
Welber dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan teknis sangat baik. Ia mampu menjaga aliran bola sekaligus membantu tim saat melakukan transisi menyerang.
Selain itu, fleksibilitas menjadi salah satu kelebihan utamanya. Welber dapat bermain sebagai gelandang, sayap kanan, hingga bek sayap ketika dibutuhkan.
Kemampuan tersebut memberi banyak pilihan bagi Nova Arianto dalam menyusun strategi. Oleh karena itu, peran Welber diperkirakan akan sangat penting sepanjang turnamen.
Pengalaman yang dimiliki pemain berusia 19 tahun itu juga tidak bisa diabaikan. Ia telah mengoleksi tiga penampilan bersama Timnas Indonesia U-17.
Setelah itu, Welber juga tampil lima kali di level U-19 dan sebelas kali bersama Timnas Indonesia U-20. Jumlah pertandingan tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad saat ini.
Piala AFF U-19 2026 juga bukan turnamen baru baginya. Dua tahun lalu, Welber ikut membantu Indonesia meraih gelar juara saat masih dilatih Indra Sjafri.
Pengalaman menjadi juara menjadi modal penting menghadapi tekanan sebagai tuan rumah. Yang terpenting, ia memahami atmosfer turnamen dan tuntutan yang harus dipenuhi untuk meraih hasil terbaik.
Arkhan Kaka Jadi Harapan di Lini Depan
Nama lain yang diprediksi menjadi kunci kemenangan Indonesia adalah Arkhan Kaka. Penyerang milik Persis Solo tersebut kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin lini serang Garuda Muda.
Arkhan Kaka bukan sosok asing di lingkungan Timnas Indonesia. Ia sudah menjadi bagian dari berbagai kelompok umur sejak beberapa tahun terakhir.
Penyerang berusia 18 tahun itu pernah memperkuat Timnas Indonesia U-16, U-17, U-19, U-20, hingga mendapat kesempatan masuk lingkungan tim senior.
Konsistensi tersebut menunjukkan kualitas yang dimiliki sang pemain. Selain itu, ia dikenal memiliki karakter sebagai penyerang yang kuat dalam duel fisik.
Dengan tinggi badan mencapai 188 sentimeter, Kaka sering menjadi ancaman dalam situasi bola atas. Kemampuan tersebut bisa menjadi senjata penting saat menghadapi Myanmar.
Tidak hanya unggul secara fisik, ia juga memiliki insting mencetak gol yang cukup baik. Kemampuan mencari posisi di kotak penalti membuatnya sering terlibat dalam peluang berbahaya.
Sama seperti Welber, Arkhan Kaka juga merupakan bagian dari skuad juara Piala AFF U-19 2024. Pengalaman tersebut tentu sangat berharga menjelang turnamen kali ini.
Di level klub, performanya bersama Persis Solo juga cukup menjanjikan. Sepanjang BRI Super League 2025/2026, Kaka mencatat satu gol dan satu assist dari 17 pertandingan.
Meski statistiknya belum terlalu tinggi, kontribusinya dalam permainan tim tetap mendapat perhatian. Karena itu, ia diperkirakan menjadi salah satu pemain yang bisa menentukan hasil pertandingan pembuka.
Dengan kombinasi kualitas Mathew Baker di lini belakang, kreativitas Welber Jardim di lini tengah, dan ketajaman Arkhan Kaka di lini depan, Timnas Indonesia U-19 memiliki fondasi kuat untuk mengawali Piala AFF U-19 2026 dengan kemenangan atas Myanmar.






