Mumpung gratis, dua klub raksasa Serie A ingin sikat Casemiro dari Manchester United menjadi topik hangat jelang bursa transfer musim panas 2026. Gelandang asal Brasil itu dipastikan meninggalkan Old Trafford setelah kontraknya berakhir. Situasi tersebut membuka peluang bagi klub-klub Eropa untuk merekrutnya tanpa biaya transfer.
Nama Casemiro masih memiliki daya tarik tinggi di pasar pemain bebas. Meski telah berusia 34 tahun, pengalaman dan mentalitas juaranya tetap menjadi nilai jual utama. Selain itu, rekam jejaknya di level tertinggi membuat banyak klub mempertimbangkan langkah serius.
Serie A Jadi Destinasi Potensial
Kompetisi Serie A disebut sebagai tujuan realistis berikutnya. Dua raksasa Italia, AC Milan dan Juventus, dilaporkan memantau situasinya. Keduanya ingin memanfaatkan status bebas transfer sang gelandang.
Laporan dari media Italia menyebut Milan sudah menyiapkan pendekatan awal. Klub tersebut melihat Casemiro sebagai tambahan pengalaman di lini tengah. Oleh karena itu, manajemen mempertimbangkan opsi kontrak jangka pendek dengan struktur gaji realistis.
Juventus juga menunjukkan minat serupa. Klub asal Turin itu tengah menyusun ulang komposisi skuad. Fokus mereka lebih pada kualitas pemain dibanding jumlah rekrutan.
Ketertarikan kedua klub tidak terlepas dari kebutuhan taktis. Serie A dikenal sebagai liga yang menuntut disiplin dan kecerdasan bermain. Karakter tersebut sesuai dengan profil Casemiro.
Faktor Pengalaman dan Koneksi Lama
Pengalaman Casemiro di level tertinggi menjadi faktor penting. Ia telah mencatat 82 caps bersama tim nasional Brasil. Selain itu, ia meraih lima gelar Liga Champions saat membela Real Madrid.
Menariknya, Milan memiliki potensi reuni dengan Luka Modric. Modric masih memiliki opsi perpanjangan kontrak satu tahun. Jika kedua pemain itu kembali bermain bersama, sinergi lama bisa tercipta.
Selama di Real Madrid, Modric dan Casemiro tampil bersama dalam 259 pertandingan. Kombinasi tersebut menjadi bagian dari era sukses klub. Pengalaman itu tentu menjadi pertimbangan serius bagi Milan.
Sementara itu, Juventus melihat Casemiro sebagai sosok pemimpin. Mereka membutuhkan figur berpengalaman untuk menjaga keseimbangan lini tengah. Oleh karena itu, pendekatan klub kemungkinan lebih pragmatis.
Tantangan Besar: Masalah Gaji
Meski berstatus bebas transfer, perekrutan Casemiro bukan tanpa hambatan. Tantangan utama terletak pada struktur gaji. Saat ini, ia menerima sekitar 18 juta euro bersih per musim di tahun terakhir kontraknya.
Angka tersebut sulit dipenuhi oleh klub Serie A. Baik Milan maupun Juventus memiliki kebijakan finansial yang lebih ketat. Karena itu, pemotongan gaji menjadi syarat utama.
Laporan menyebut kedua klub hanya mampu menawarkan 5 hingga 6 juta euro per musim. Kontrak yang ditawarkan kemungkinan berdurasi dua tahun. Skema ini dianggap lebih realistis bagi kedua belah pihak.
Keputusan akhir tentu berada di tangan pemain. Jika ia memprioritaskan kompetisi Eropa, Serie A bisa menjadi pilihan ideal. Namun, aspek finansial tetap berperan besar.
Persaingan dari Luar Italia
Selain Italia, peluang dari luar Eropa juga terbuka. Klub-klub Brasil dikabarkan tertarik memulangkan Casemiro. Faktor emosional dan kedekatan dengan keluarga bisa memengaruhi keputusan.
Liga Pro Saudi juga menjadi pesaing serius. Kompetisi tersebut dikenal agresif dalam menawarkan kontrak bernilai tinggi. Oleh karena itu, persaingan mendapatkan tanda tangan Casemiro diprediksi ketat.
Meski demikian, bermain di Serie A tetap menawarkan daya saing kompetitif. Liga Italia menghadirkan tantangan taktik dan atmosfer yang berbeda. Bagi pemain berpengalaman, lingkungan ini bisa menjadi panggung akhir karier yang terhormat.
Dampak Potensial bagi Milan dan Juventus
Jika Milan berhasil merekrut Casemiro, lini tengah mereka akan lebih solid. Kehadirannya memberi keseimbangan antara bertahan dan distribusi bola. Selain itu, pengalaman di laga besar akan sangat berguna.
Juventus pun mendapat keuntungan serupa. Mereka membutuhkan pemain dengan karakter pemimpin. Casemiro bisa menjadi figur sentral dalam proyek jangka pendek.
Namun, usia tetap menjadi pertimbangan. Klub harus memastikan kondisi fisik sang pemain tetap kompetitif. Oleh karena itu, evaluasi medis akan menjadi langkah penting sebelum kontrak ditandatangani.
Kedua klub juga perlu menyesuaikan struktur gaji agar tidak mengganggu stabilitas finansial. Transparansi dan perencanaan matang akan menentukan keberhasilan negosiasi.
Kesimpulan
Bursa transfer musim panas 2026 berpotensi menghadirkan saga menarik terkait masa depan Casemiro. Status bebas transfer membuatnya menjadi incaran banyak klub. Serie A muncul sebagai destinasi realistis dengan dua peminat utama.
Milan dan Juventus sama-sama melihat peluang strategis. Namun, faktor gaji menjadi hambatan utama yang harus diatasi. Selain itu, persaingan dari Brasil dan Liga Pro Saudi membuat situasi semakin kompleks.
Keputusan akhir akan bergantung pada prioritas pribadi sang pemain. Apakah ia memilih tantangan kompetitif di Italia atau kontrak besar di luar Eropa, publik menantikan langkah selanjutnya. Yang jelas, nama Casemiro tetap relevan di panggung sepak bola Eropa.






