Persija Jakarta kembali menjadi pusat perhatian menjelang pengumuman pelatih baru untuk menghadapi Super League 2026/2027. Nama Shin Tae-yong terus dikaitkan dengan Macan Kemayoran dan disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi pelatih yang kosong.
Jika rumor tersebut menjadi kenyataan, Shin Tae-yong akan mengikuti jejak sejumlah mantan pelatih Timnas Indonesia yang lebih dahulu menangani Persija Jakarta. Klub ibu kota memang memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan sosok yang pernah memimpin Skuad Garuda di level internasional.
Kehadiran pelatih berpengalaman di tim nasional sering kali menjadi nilai tambah bagi Persija. Selain memiliki pemahaman taktik yang matang, mereka juga membawa pengalaman menghadapi tekanan besar dalam kompetisi elite.
Sebelum nama Shin Tae-yong mencuat, setidaknya ada tiga pelatih Timnas Indonesia yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Persija. Mereka adalah Ivan Kolev, Benny Dollo, dan Rahmad Darmawan.
Ivan Kolev Tinggalkan Jejak di Timnas dan Persija
Ivan Kolev menjadi salah satu pelatih asing yang cukup dikenal dalam sejarah sepak bola Indonesia. Pelatih asal Bulgaria tersebut dua kali dipercaya menangani Timnas Indonesia pada periode yang berbeda.
Kesempatan pertama datang pada rentang 2001 hingga 2003. Setelah itu, ia kembali dipercaya memimpin Skuad Garuda pada tahun 2007.
Salah satu momen yang paling dikenang terjadi di Piala Asia 2007. Saat itu, Indonesia berhasil mengalahkan Bahrain dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di hadapan publik sendiri.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu hasil positif yang masih dikenang oleh pendukung sepak bola nasional. Selain itu, Kolev dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun organisasi permainan yang disiplin.
Hubungannya dengan Persija juga terbilang cukup panjang. Ia pertama kali menangani Macan Kemayoran pada periode 1999 hingga 2000.
Beberapa tahun kemudian, Persija kembali mempercayakan kursi pelatih kepadanya pada musim 2019/2020. Meski kerja sama itu tidak berlangsung lama, namanya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah klub.
Pengalaman di level klub dan tim nasional membuat Ivan Kolev menjadi salah satu figur yang berhasil meninggalkan warisan tersendiri di sepak bola Indonesia.
Benny Dollo Jadi Sosok Berpengaruh di Era Berbeda
Nama Benny Dollo memiliki tempat khusus dalam perjalanan sepak bola nasional. Pelatih yang akrab disapa Bendol itu dikenal sebagai salah satu juru taktik lokal terbaik pada masanya.
Karier kepelatihannya dihiasi berbagai pencapaian bersama sejumlah klub besar Indonesia. Kesuksesan bersama Persita Tangerang dan Arema Malang membuat reputasinya terus meningkat.
Selain itu, Benny Dollo juga mendapat kesempatan memimpin Timnas Indonesia dalam dua periode berbeda. Ia pertama kali menangani Skuad Garuda pada 2000 hingga 2001.
Setelah beberapa tahun berlalu, PSSI kembali memberikan kepercayaan kepadanya pada periode 2008 hingga 2010. Pengalaman tersebut memperkuat statusnya sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di Indonesia.
Persija kemudian merekrut Benny Dollo pada 2013. Kehadirannya diharapkan mampu membawa stabilitas bagi klub yang saat itu sedang membangun kekuatan baru.
Selama menangani Macan Kemayoran, ia memimpin tim dalam 43 pertandingan. Dari jumlah tersebut, Persija meraih 19 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 13 kekalahan.
Meski tidak mempersembahkan gelar besar, kontribusi Benny Dollo tetap mendapat apresiasi. Yang terpenting, ia berhasil menjaga daya saing tim di tengah persaingan yang ketat.
Rahmad Darmawan dan Hubungan Panjang dengan Persija
Rahmad Darmawan menjadi nama berikutnya yang memiliki hubungan erat dengan Persija Jakarta. Pelatih yang akrab disapa RD itu dikenal luas berkat prestasinya di berbagai klub Indonesia.
Di level tim nasional, Rahmad Darmawan pernah dipercaya menjadi pelatih sementara Timnas Indonesia. Ia memimpin Garuda saat menghadapi Arab Saudi dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2015.
Meski masa tugasnya tidak berlangsung lama, pengalaman tersebut menambah daftar panjang kiprahnya di sepak bola nasional. Selain itu, ia dikenal sebagai pelatih yang mampu mengembangkan pemain muda.
Prestasi Rahmad Darmawan di level klub juga sangat mengesankan. Ia pernah membawa Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura meraih gelar juara kompetisi nasional.
Tidak hanya itu, tiga trofi Copa Indonesia bersama Sriwijaya FC semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pelatih terbaik Indonesia.
Persija menjadi klub yang cukup sering menggunakan jasanya. Rahmad Darmawan tercatat menangani Macan Kemayoran dalam tiga periode berbeda, yaitu 2005-2006, 2010-2011, dan 2012.
Walaupun belum berhasil menghadirkan trofi besar untuk Persija, kontribusinya tetap dikenang oleh banyak pendukung klub. Kini, jika Shin Tae-yong benar-benar bergabung, ia akan menambah daftar pelatih Timnas Indonesia yang pernah memimpin Macan Kemayoran dalam perjalanan panjang klub ibu kota.






