Mayoritas tim Asia mencatat hasil mengecewakan pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung hingga fase grup, meski turnamen digelar dengan format 48 peserta. Dalam ulasan yang terbit Minggu, 28 Juni 2026 di Jakarta, situasi ini disebut menjadi ironi besar bagi wakil AFC.
Dengan format baru tersebut, Asia memperoleh delapan tiket langsung. Zona ini juga memiliki satu wakil di playoff antarbenua, yang pada edisi ini diwakili Irak setelah mengalahkan Bolivia pada 1 April lalu.
Namun, dari total sembilan tim itu, hanya Jepang dan Australia yang mampu menembus fase gugur. Hasil itu lebih buruk dibandingkan Piala Dunia 2022, saat Jepang, Korea Selatan, dan Australia sama-sama lolos dari fase grup.
“Dari beberapa ukuran, mayoritas tim-tim Asia bertanding tak begitu atraktif dan tak cukup bersaing.”
Iran sebenarnya nyaris menyusul Jepang dan Australia. Akan tetapi, Team Melli gagal melangkah setelah tidak masuk dalam delapan tim peringkat ketiga terbaik yang lolos ke fase gugur.
Korea Selatan juga mengalami nasib serupa. Meski tampil konsisten menyerang, mereka tetap tersingkir karena gagal mengamankan tiket sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Secara umum, catatan Asia pada edisi ini dinilai menurun. AFC justru mendapat hasil yang tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim.
Data dalam fase grup menunjukkan besarnya kegagalan wakil Asia. Sebanyak 43,75 persen dari tim yang gagal mencapai fase gugur Piala Dunia 2026 berasal dari Asia.
Angka itu juga berarti 78 persen atau lebih dari tiga perempat wakil Asia tidak mampu menembus babak knockout. Catatan tersebut hanya sedikit lebih baik dibandingkan zona Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.
Dari zona Concacaf, tiga anggotanya yakni Haiti, Panama, dan Curacao gagal lolos ke fase gugur. Namun, zona itu juga memiliki tiga tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Zona lain menunjukkan hasil lebih baik. Dari Amerika Selatan, hanya Uruguay yang gagal lolos ke babak gugur.
Sementara itu, Eropa hanya kehilangan tiga wakil dari 16 peserta. Skotlandia, Turki, dan Republik Ceko menjadi tim Eropa yang tidak berhasil menembus 32 besar.
Afrika juga tampil jauh lebih baik. Hanya Tunisia yang gagal melaju, sehingga 90 persen dari 10 wakil Afrika berhasil melewati fase grup.
Catatan buruk Asia juga terlihat dari posisi klasemen akhir grup. Hampir separuh tim yang finis di dasar klasemen 12 grup berasal dari Asia, yakni Qatar, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Uzbekistan.
Dari 12 tim juru kunci grup itu, enam tim selalu kalah dalam tiga laga fase grup. Tiga di antaranya berasal dari Asia, yaitu Irak, Yordania, dan Uzbekistan.
Kondisi ini menjadi bahan evaluasi besar bagi AFC dan sepak bola Asia. Penambahan kuota peserta belum mampu diikuti peningkatan daya saing mayoritas wakil benua tersebut.
Sumber: ANTARA






