Wednesday, May 13, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaPersib Bandung Soroti Insiden Pascalaga Kontra Persija, Minta Semua Pihak Menahan Diri

Persib Bandung Soroti Insiden Pascalaga Kontra Persija, Minta Semua Pihak Menahan Diri

Persib Bandung menyampaikan rasa prihatin atas berbagai insiden yang terjadi setelah laga melawan Persija Jakarta pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).

Pernyataan resmi itu disampaikan oleh Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhi Pratama. Manajemen Persib menilai sejumlah kejadian selepas pertandingan telah mencederai nilai sportivitas dalam sepak bola.

- Advertisement -
asia9QQ

Rivalitas Persib dan Persija memang dikenal memiliki tensi tinggi. Namun, Persib berharap situasi di luar lapangan tetap berjalan aman dan kondusif.

Selain itu, klub juga meminta seluruh pihak mengedepankan rasa hormat serta menjaga persaudaraan antarsuporter. Persib menegaskan sepak bola seharusnya menjadi ruang kebersamaan, bukan memunculkan rasa takut.

Persib Bandung Prihatin dengan Berbagai Insiden

Adhi Pratama mengungkapkan beberapa kejadian menjadi perhatian serius klub. Salah satunya adalah insiden yang melibatkan pemain Persib, termasuk Beckham Putra Nugraha.

Tidak hanya itu, rombongan Persib juga dikabarkan mendapat gangguan dan intimidasi saat perjalanan pulang melalui Bandara Sepinggan Balikpapan.

Persib turut menerima laporan mengenai sejumlah kejadian di beberapa daerah. Situasi tersebut membuat manajemen klub merasa prihatin terhadap dampak yang muncul setelah pertandingan.

Salah satu laporan menyebut adanya dugaan perusakan restoran Sunda di Kota Samarinda. Selain itu, terjadi pula kekerasan terhadap seorang remaja berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat.

Insiden lain juga menimpa tiga Bobotoh di Sukabumi. Ketiganya dikabarkan mengalami luka akibat pengeroyokan yang terjadi setelah pertandingan berlangsung.

Tidak berhenti di situ, seorang Bobotoh di Majalengka juga menjadi korban pelemparan benda keras saat acara nonton bareng berlangsung. Karena itu, Persib meminta semua pihak menahan emosi dan tidak terprovokasi.

Duka Mendalam untuk Korban Jiwa

Persib Bandung juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang anak berusia 15 tahun di Karawang. Korban sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk menonton pertandingan Persib kontra Persija.

Adhi Pratama menegaskan kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak. Menurutnya, sepak bola tidak boleh menghadirkan ketakutan hingga memakan korban jiwa.

Manajemen Persib menilai rivalitas seharusnya tetap berada dalam batas sportivitas. Oleh sebab itu, klub mengajak semua elemen sepak bola menjaga situasi tetap damai.

Selain menyampaikan belasungkawa, Persib juga menghormati proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang. Klub menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat terkait.

Persib saat ini juga tengah mengumpulkan berbagai bukti dan data. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses yang profesional dan bertanggung jawab.

Klub asal Bandung itu memastikan akan mengikuti perkembangan kasus dengan serius. Namun, Persib tetap berharap situasi tidak semakin memanas di tengah rivalitas kedua tim.

Persib Ajak Bobotoh Tetap Dewasa

Di tengah situasi yang memanas, Persib meminta Bobotoh tetap menjaga sikap. Manajemen klub berharap para pendukung tidak mudah terpancing provokasi.

Adhi Pratama menegaskan rasa empati dan kedewasaan sangat dibutuhkan saat ini. Karena itu, Persib mengajak semua pihak saling menghormati demi menjaga suasana tetap aman.

Klub juga berusaha menjalin komunikasi dengan para korban serta keluarga terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan dari Persib.

Menurut Adhi, Persib tidak hanya hadir sebagai klub sepak bola. Lebih dari itu, Persib ingin menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap situasi sosial.

Ajakan menjaga perdamaian juga ditujukan kepada seluruh pecinta sepak bola Indonesia. Persib berharap rivalitas besar tidak berubah menjadi konflik yang merugikan banyak pihak.

Selain itu, klub meminta suporter mendukung tim dengan cara positif. Dukungan yang dewasa dianggap penting untuk membantu Persib menyelesaikan musim dengan baik.

Persib Tetap Fokus ke Dua Laga Terakhir

Meski situasi di luar lapangan menjadi sorotan, Persib tetap harus fokus menghadapi dua pertandingan tersisa di BRI Super League 2025/2026.

Pada laga berikutnya, Persib akan menghadapi PSM Makassar pada 17 Mei 2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare. Setelah itu, Maung Bandung dijadwalkan melawan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026.

Persib berharap Bobotoh tetap memberikan dukungan penuh kepada tim. Akan tetapi, dukungan tersebut diharapkan hadir dengan semangat damai dan penuh rasa hormat.

Menurut Adhi, energi positif dari suporter sangat dibutuhkan pemain pada akhir musim. Karena itu, klub ingin seluruh pendukung menjaga nama baik Persib di mana pun berada.

Persib juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persaudaraan dalam sepak bola. Rivalitas memang menjadi bagian dari pertandingan, tetapi kekerasan bukanlah solusi.

Manajemen klub berharap seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari berbagai kejadian tersebut. Dengan begitu, sepak bola Indonesia bisa berkembang dalam suasana yang lebih aman dan sehat.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments