Lionel Messi Masih Bersinar di Piala Dunia 2026
Lionel Messi tetap tampil menonjol bersama Argentina pada Piala Dunia 2026, Jumat, 17 Juli 2026, dalam sorotan menuju final melawan Spanyol. Di tengah usianya yang sudah 39 tahun, kapten Argentina itu masih menjadi pemain paling berpengaruh untuk Albiceleste. Penampilan itu memperkuat anggapan bahwa Messi layak disebut GOAT.
“Dia tetap pantas dipredikati GOAT, “greatest of all time”, pemain terhebat sepanjang masa. Tak peduli Argentina kalah atau menang dalam final nanti.”
Status istimewa Messi dinilai tidak berubah, terlepas dari hasil final Argentina versus Spanyol nanti. Pada usia yang jauh melewati puncak karier pesepak bola, ia masih mampu bersaing dengan pemain yang lebih muda. Fakta itu menjadi salah satu bukti kuat mengenai kualitasnya.
Dalam urusan mencetak gol, Messi sudah mengoleksi delapan gol selama Piala Dunia 2026. Catatan itu hanya bisa disamai oleh Kylian Mbappe. Sementara Erling Haaland, Vinicius Junior, Harry Kane, dan Lamine Yamal belum mampu menandingi pencapaian tersebut.
Kontribusi Messi tidak hanya terlihat dari jumlah gol. Ia juga memegang peran vital dalam permainan Argentina sepanjang turnamen. Meski stamina dan kecepatannya tidak lagi seperti dulu, pengaruhnya di lapangan tetap sangat besar.
Di antara empat tim semifinalis, Messi tercatat menciptakan 34 peluang. Angka itu menjadikannya pencipta peluang terbanyak untuk Argentina. Catatan tersebut juga melampaui Kane, Mbappe, dan Yamal yang menjadi pencipta peluang terbanyak untuk tim masing-masing.
Messi juga terus menjadi perhatian utama lawan. Bek-bek lawan kerap memberi pengawalan ketat kepadanya, termasuk saat Argentina menghadapi Inggris. Namun, tekanan itu belum cukup untuk menghentikan pergerakannya.
Salah satu contohnya terlihat ketika Messi melewati Harry Kane, Jude Bellingham, dan Elliot Anderson saat menusuk dari tengah ke pertahanan Three Lions. Anderson kemudian harus menghentikannya dengan tekel keras. Pelanggaran itu berujung kartu kuning.
Delapan gol dan 34 peluang yang diciptakan menjadi gambaran jelas bahwa visi bermain dan kemampuan dribel Messi masih terjaga. Di usia yang hampir 40 tahun, ia tetap mampu menjadi pembeda. Itulah yang membuat namanya terus ditempatkan dalam pembicaraan sebagai pemain terhebat sepanjang masa.
Sumber: ANTARA News






