Timnas Jepang akan menghadapi Swedia pada pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6) pukul 06.00 WIB. Laga ini kembali membangkitkan kenangan pertemuan bersejarah kedua tim yang melahirkan istilah “Mukjizat Berlin”.
“Dengan semua alasan itu, laga ini akan lebih sengit ketimbang pertandingan lain di Grup F, dengan atau tanpa bumbu mukjizat seperti terjadi 90 tahun lalu”
Istilah itu muncul dari duel Jepang melawan Swedia pada Olimpiade Berlin, 1939. Saat itu, Jepang untuk pertama kalinya tampil dalam ajang olahraga tersebut dan langsung menghadapi Swedia yang merupakan kekuatan besar sepak bola dunia.
Ketika memasuki lapangan, Jepang menarik perhatian karena postur fisik mereka lebih kecil dibanding rata-rata pemain Eropa. Swedia yang lebih unggul fisik dan teknik lalu mendominasi jalannya pertandingan.
Tim Skandinavia itu sempat memimpin 2-0 hingga babak pertama berakhir. Namun, Jepang bangkit pada babak kedua, menyamakan kedudukan, lalu berbalik menang 3-2.
Hasil itu mengejutkan dunia sepak bola. Daya tahan dan semangat juang Jepang membuat kemenangan tersebut kemudian dikenal sebagai “Miracle of Berlin” atau “Mukjizat Berlin”.
Pertandingan di Texas nanti menjadi pertemuan keenam Jepang dan Swedia dalam laga internasional. Meski situasinya berbeda jauh dibanding 90 tahun lalu, nuansa sejarah itu tetap menyelimuti duel kedua tim.
Jepang kini tidak lagi datang sebagai tim yang dipandang sebelah mata. Samurai Biru justru berada dalam posisi lebih menguntungkan setelah menahan seri Belanda, tim yang sebelumnya menghancurkan Swedia 1-5, serta menang telak 4-0 atas Tunisia.
Rangkaian hasil itu membuat Jepang lebih difavoritkan dalam laga penentuan Grup F. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pertemuan pertama mereka melawan Swedia, ketika Jepang justru datang tanpa status unggulan.
Modal Jepang menuju Piala Dunia 2026 juga sangat kuat. Mereka memenangkan hampir semua pertandingan kualifikasi zona Asia dengan produktivitas gol yang sangat tinggi.
Sebaliknya, Swedia melaju ke putaran final lewat jalur yang lebih sulit. Mereka finis di urutan terakhir grup kualifikasinya, tetapi tetap lolos ke playoff Eropa berkat peringkat yang lebih baik dalam kompetisi Nations League di Eropa.
Catatan tersebut memperlihatkan Jepang memiliki dasar kuat untuk mengincar hasil positif. Bahkan, mereka dinilai memiliki peluang besar untuk tidak kalah, atau bahkan menang, saat menghadapi Swedia.
Duel ini diperkirakan berlangsung ketat karena menjadi pertandingan terakhir fase grup. Selain membawa beban sejarah, laga Jepang melawan Swedia juga mempertemukan dua tim dengan kondisi berbeda menjelang penentuan nasib di Grup F.
Sumber: ANTARA






