Piala Dunia 2026 akan menghadirkan duel menarik antara Belanda dan Jepang pada laga pembuka Grup F. Pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium, Texas, Senin (15/6/2026) dini hari WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling sengit pada fase grup. Meski Belanda memiliki tradisi besar di sepak bola dunia, Jepang datang dengan modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Rekam jejak Samurai Blue melawan tim-tim Eropa dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.
Jepang bahkan mulai mendapat reputasi sebagai tim yang mampu merepotkan negara-negara elite UEFA. Oleh karena itu, Belanda wajib waspada jika tidak ingin kehilangan poin penting pada laga pertama mereka di turnamen ini.
Jepang Tampil Impresif Saat Menghadapi Tim Eropa
Perjalanan Jepang melawan tim-tim Eropa mulai mendapat perhatian besar sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Samurai Blue sukses menciptakan kejutan dengan mengalahkan Jerman 2-1 pada fase grup.
Tidak berhenti di situ, Jepang kembali menunjukkan kualitasnya dengan menundukkan Spanyol dengan skor identik. Hasil tersebut membawa mereka finis sebagai juara grup di atas dua mantan juara dunia.
Kesuksesan itu ternyata bukan kebetulan. Pada tahun berikutnya, Jepang kembali mempermalukan Jerman dengan kemenangan telak 4-1 dalam laga persahabatan internasional.
Selain itu, Turki juga merasakan kekuatan Jepang setelah kalah 2-4. Deretan hasil tersebut menunjukkan bahwa Jepang mampu bersaing secara konsisten dengan negara-negara Eropa.
Memasuki 2026, performa mereka semakin meyakinkan. Jepang meraih kemenangan 1-0 atas Skotlandia sebelum mencatat hasil bersejarah saat mengalahkan Inggris di Wembley.
Kemenangan atas Inggris menjadi sorotan besar karena merupakan kemenangan pertama Jepang atas Three Lions sepanjang sejarah pertemuan kedua negara.
Mentalitas Jepang Mengalami Perubahan Besar
Keberhasilan Jepang tidak hanya dipengaruhi kualitas pemain. Faktor mentalitas juga menjadi salah satu kunci perkembangan mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Pelatih Hajime Moriyasu beberapa kali menegaskan bahwa timnya kini memiliki pola pikir yang berbeda. Jika sebelumnya Jepang lebih fokus menghindari kekalahan, kini target mereka adalah meraih kemenangan.
Perubahan tersebut terlihat jelas dalam pendekatan permainan. Jepang tetap menjaga organisasi pertahanan yang rapi, tetapi mereka juga berani mengambil inisiatif saat menyerang.
Selain itu, transisi cepat menjadi salah satu senjata utama Samurai Blue. Strategi tersebut beberapa kali terbukti efektif ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas individu lebih tinggi.
Saat menghadapi Inggris, Jepang menunjukkan kedewasaan bermain yang luar biasa. Mereka tampil disiplin sepanjang laga dan memanfaatkan peluang yang tersedia dengan sangat baik.
Kepercayaan diri tim juga meningkat karena semakin banyak pemain Jepang yang berkarier di kompetisi elite Eropa. Pengalaman tersebut membuat mereka tidak lagi merasa inferior ketika menghadapi lawan-lawan besar.
Kualitas Skuad Jepang Semakin Kompetitif
Jepang saat ini memiliki sejumlah pemain yang sudah terbiasa tampil di level tertinggi. Nama-nama seperti Takefusa Kubo, Daichi Kamada, Ayase Ueda, Ko Itakura, dan Zion Suzuki menjadi tulang punggung tim.
Mereka menghadapi pemain-pemain terbaik dunia hampir setiap pekan di kompetisi Eropa. Karena itu, tekanan menghadapi negara besar tidak lagi menjadi masalah yang sulit diatasi.
Selain pengalaman, Jepang juga memiliki kedalaman skuad yang cukup baik. Pergantian pemain tidak terlalu mengurangi kualitas permainan mereka di lapangan.
Meski kehilangan beberapa pemain penting akibat cedera dan kondisi tertentu, fondasi tim tetap terjaga. Moriyasu berhasil membangun sistem yang tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja.
Yang terpenting, Jepang kini memiliki identitas permainan yang jelas. Mereka mampu bertahan dengan disiplin sekaligus menyerang dengan efektif ketika mendapatkan ruang.
Belanda Tidak Boleh Menganggap Remeh
Di atas kertas, Belanda masih unggul dalam hal sejarah dan reputasi. De Oranje memiliki pengalaman panjang di turnamen besar dan beberapa kali mencapai final Piala Dunia.
Namun, performa Belanda menjelang turnamen tidak sepenuhnya meyakinkan. Mereka sempat kalah dari Aljazair dan hanya meraih kemenangan tipis atas Uzbekistan dalam laga persiapan.
Situasi tersebut berbeda dengan Jepang yang datang dengan tren positif. Samurai Blue membawa kepercayaan diri tinggi setelah meraih sejumlah kemenangan penting melawan tim Eropa.
Fakta bahwa Jepang mampu mengalahkan Jerman, Spanyol, Skotlandia, dan Inggris menjadi sinyal bahaya bagi Belanda. Oleh karena itu, laga pembuka Grup F berpotensi menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Ronald Koeman.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Duel tersebut juga menjadi kesempatan bagi Jepang untuk membuktikan bahwa mereka telah berkembang menjadi kekuatan yang setara dengan negara-negara elite Eropa.






