Piala Dunia 2026 kembali menjadi bahan perbincangan, bukan hanya karena pertandingan di lapangan, tetapi juga karena pemandangan kursi penonton yang terlihat sepi di sejumlah stadion. Banyak suporter mempertanyakan kondisi tersebut setelah melihat banyak kursi kosong dalam beberapa laga awal turnamen. Namun, FIFA justru mengklaim tingkat kehadiran penonton hampir mencapai kapasitas maksimal. Perbedaan antara data resmi dan tampilan visual di stadion pun memunculkan berbagai pertanyaan. Oleh karena itu, FIFA memberikan penjelasan terkait metode penghitungan kehadiran yang mereka gunakan selama kompetisi berlangsung.
Fenomena ini menjadi perhatian setelah beberapa pertandingan memperlihatkan area tribun yang tampak tidak terisi penuh. Meski demikian, badan sepak bola dunia itu menegaskan bahwa angka kehadiran resmi tetap sangat tinggi pada laga-laga awal turnamen.
Laga Korea Selatan vs Republik Ceko Jadi Perbincangan
Salah satu pertandingan yang paling banyak disorot adalah duel Korea Selatan melawan Republik Ceko di Stadion Akron, Guadalajara. Dalam pertandingan tersebut, Korea Selatan berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1.
Secara resmi, FIFA mencatat kehadiran 44.985 penonton. Jumlah itu hanya terpaut 679 kursi dari kapasitas stadion yang mencapai 45.664 tempat duduk.
Meski demikian, banyak penonton dan pemirsa televisi melihat cukup banyak kursi kosong selama pertandingan berlangsung. Area yang paling mencolok terlihat di beberapa sektor tribun bawah serta kawasan VIP.
Kondisi tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial. Banyak suporter mempertanyakan bagaimana stadion yang terlihat tidak penuh bisa memiliki angka kehadiran mendekati kapasitas maksimal.
Selain itu, harga tiket juga menjadi faktor yang ikut disorot. Sebelum turnamen dimulai, sejumlah warga lokal mengeluhkan harga tiket yang dianggap terlalu mahal untuk pertandingan yang tidak melibatkan tim unggulan utama.
Walau begitu, atmosfer pertandingan tetap terasa hidup. Suporter Meksiko mendominasi tribun dan menciptakan suasana meriah sepanjang laga berlangsung.
FIFA Jelaskan Cara Menghitung Kehadiran Penonton
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi. Organisasi itu menegaskan bahwa angka kehadiran tidak dihitung berdasarkan pengamatan visual terhadap kursi yang terisi.
Sebaliknya, FIFA menggunakan data operasional yang berasal dari tiket yang telah dipindai dan jumlah penonton yang masuk ke area stadion. Karena itu, angka resmi bisa berbeda dengan kondisi yang terlihat di layar televisi.
Menurut FIFA, banyak pemegang tiket tidak selalu berada di kursi mereka sepanjang pertandingan. Sebagian penonton memilih menghabiskan waktu di area koridor stadion atau fasilitas lain yang tersedia.
Selain itu, sejumlah suporter juga sering berpindah lokasi selama pertandingan berlangsung. Faktor tersebut membuat beberapa bagian tribun tampak kosong meski tiket untuk area tersebut telah digunakan.
Yang terpenting, FIFA menegaskan bahwa seluruh data kehadiran telah melalui proses verifikasi bersama pengelola stadion dan tim operasional tiket. Oleh karena itu, mereka memastikan angka yang diumumkan kepada publik akurat.
Penjelasan tersebut sedikit meredakan perdebatan. Namun, sebagian suporter masih merasa bahwa tampilan visual stadion tetap menjadi ukuran yang mudah dipahami oleh publik.
Fenomena Serupa Terjadi pada Laga Qatar vs Swiss
Kontroversi yang sama kembali muncul ketika Qatar menghadapi Swiss di Levi’s Stadium, Santa Clara. Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1 dan kembali menampilkan banyak kursi kosong di berbagai area tribun.
Meski terlihat tidak penuh, FIFA mengumumkan angka kehadiran mencapai 67.966 penonton. Jumlah itu hanya kurang 861 kursi dari kapasitas stadion yang mencapai 68.827 tempat duduk.
Perbedaan antara data resmi dan kondisi visual kembali menjadi bahan diskusi. Banyak penonton mengaku terkejut setelah mengetahui angka kehadiran yang diumumkan FIFA.
Di sisi lain, pertandingan tersebut tetap menarik minat penonton dari berbagai latar belakang. Sejumlah suporter Swiss datang langsung dari Eropa, sementara banyak warga keturunan Timur Tengah turut hadir memberikan dukungan kepada Qatar.
Atmosfer sebelum pertandingan berlangsung cukup ramai. Namun, jumlah penonton yang terlihat di tribun berkurang setelah laga memasuki babak kedua.
Cuaca Panas Diduga Menjadi Penyebab Utama
Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tribun adalah cuaca panas. Levi’s Stadium merupakan stadion terbuka yang membuat sebagian besar area penonton terkena sinar matahari secara langsung.
Akibatnya, banyak suporter memilih bertahan di area dalam stadion yang lebih teduh. Mereka memanfaatkan waktu untuk membeli makanan, minuman, atau sekadar beristirahat dari cuaca yang menyengat.
Media lokal juga melaporkan banyak penonton berkumpul di area concourse selama pertandingan berlangsung. Karena itu, kursi-kursi di tribun tampak kosong meski jumlah penonton di dalam stadion tetap tinggi.
Perdebatan mengenai kursi kosong kemungkinan masih akan berlanjut sepanjang turnamen. Namun berdasarkan data resmi FIFA, enam pertandingan pertama Piala Dunia 2026 hanya kekurangan sekitar 1.574 penonton dari total kapasitas yang tersedia.






