Saturday, June 27, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaJacksen Nilai MSC All-Stars Jadi Ajang Munculnya Talenta Sepak Bola di Atas...

Jacksen Nilai MSC All-Stars Jadi Ajang Munculnya Talenta Sepak Bola di Atas Rata-rata

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge (MSC) Jacksen F. Tiago menyebut talenta pesepak bola putri di atas rata-rata mulai bermunculan pada MSC All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 26 Juni 2026.

Jacksen menilai ajang ini memberinya banyak temuan baru selama memantau para pemain muda. Ia melihat sejumlah peserta menunjukkan kualitas yang menonjol dibanding pemain lain seusianya.

“Kalau saya menilai ya, sebenarnya banyak hal yang baru yang saya bisa temukan di sini. Banyak talenta yang menurut saya di atas rata-rata yang bermunculan di sini,” kata Jacksen F. Tiago kepada awak media dalam ajang MSC All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah, Jumat.

- Advertisement -
asia9QQ

Selama beberapa hari penyelenggaraan All-Stars, Jacksen menyoroti beberapa nama yang tampil menonjol. Mereka adalah Ika Wonda, penyerang tim Solo, gelandang Sabrina Dwi Ristiyana tim Kudus, gelandang Rayna Picessa dari Tangerang, serta bek Hafizah Lubna dari tim Jakarta.

Menurut dia, bukan hanya nama-nama itu yang memiliki potensi berkembang. Tim-tim peserta lain juga dinilai menyimpan pemain bertalenta yang bisa melangkah lebih jauh bila mendapat pembinaan berkelanjutan.

“Kalau kita membina mereka secara konsisten dengan persiapan khusus yang jelas, framework yang bagus, saya sangat yakin mereka dalam waktu 5-7 tahun ke depan akan menjadi tulang punggung Timnas Indonesia,” katanya.

Jacksen menjelaskan program pembinaan pesepak bola putri melalui MSC untuk atlet jenjang sekolah dasar merupakan langkah yang tepat. Program itu dinilai memberi ruang bagi talenta muda untuk tumbuh sejak usia dini.

Mantan pelatih Persipura Jayapura itu mengaku tertarik bergabung dengan program tersebut karena sejak lama ingin fokus pada pembinaan. Ia melihat MSC berjalan dengan pengelolaan yang rapi dan terus berkembang dari waktu ke waktu.

“Saya melihat keseriusan dan visi jangka panjang itu sangat luar biasa jelas,” katanya.

Menurut Jacksen, kesinambungan program menjadi nilai penting dalam pembinaan ini. Setelah jenjang sekolah dasar di MSC, para pemain masih memiliki jalur lanjutan melalui Hydroplus Soccer League untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Campus League untuk Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dengan struktur tersebut, pembinaan dinilai tidak berhenti di satu fase usia saja. Para pemain bisa terus dibentuk hingga mendekati usia 17 tahun.

“Jadi sudah ada jenjangnya yang bisa membentuk atlet hingga berusia sekitar 17 tahun,” katanya.

Penilaian Jacksen memperlihatkan bahwa MSC All-Stars 2026 bukan sekadar turnamen usia muda. Ajang ini juga menjadi ruang pemantauan bakat untuk melihat potensi pesepak bola putri Indonesia sejak level dasar.

Sumber: ANTARA

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments