Inggris akan menghadapi Ghana dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 pada Rabu (24/6) pukul 02.00 WIB di Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat. Pertandingan ini bisa membawa tim asuhan Thomas Tuchel menyusul Jerman, Argentina, dan Prancis ke fase gugur jika mampu meraih kemenangan.
Inggris bahkan bisa memastikan diri sebagai juara grup lebih cepat. Syaratnya, mereka mengalahkan Ghana dan pada hari yang sama Kroasia menundukkan Panama. Jika skenario itu terjadi, hasil laga terakhir melawan Panama tak lagi memengaruhi posisi Three Lions di puncak klasemen.
“Tapi pelatih semacam ini malah membahayakan tim-tim kuat seperti Inggris, apalagi banyak bagian dari skuad Black Stars tak bisa dianggap remeh oleh pemain-pemain Three Lions”
Kedua tim sama-sama membuka kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan. Inggris menaklukkan Kroasia 4-2, sedangkan Ghana mengatasi Panama dengan skor tipis 1-0.
Meski sama-sama menang, cara kedua tim meraih hasil itu sangat berbeda. Inggris tampil dominan saat menghadapi Kroasia. Sebaliknya, Ghana justru menang ketika lebih banyak ditekan lawan.
Saat melawan Panama, Ghana kalah dalam banyak aspek permainan. Tim itu hanya menguasai 37 persen bola dan kalah dalam penciptaan peluang emas, yakni 2 berbanding 4.
Ghana juga kalah agresif di sepertiga akhir lapangan. Kemampuan mereka mengirim umpan antarlini pun berada di bawah Panama. Bahkan pada babak pertama, Ghana tidak melepaskan satu pun tembakan tepat ke arah gawang lawan.
Satu-satunya pembeda dalam laga itu adalah gol Caleb Yirenkyi. Gol tersebut membuat tekanan Panama sepanjang pertandingan tidak menghasilkan apa-apa.
Berbeda dengan Ghana, Inggris menunjukkan daya serang yang jauh lebih hidup saat menumbangkan Kroasia. Three Lions menciptakan 22 peluang, dengan separuhnya mengarah tepat ke sasaran.
Kroasia hanya mampu membuat setengah dari total peluang yang dibuat Inggris. Namun, Kroasia tidak kalah dalam urusan memasuki sepertiga akhir lapangan. Kedua tim sama-sama 37 kali berada di area tersebut.
Inggris juga sedikit tertinggal dalam parameter umpan yang menembus antarlini. Mereka menuntaskan 94 dari total 153 umpan antarlini. Sementara Kroasia mencatatkan 99 dari 160.
Data itu menunjukkan Inggris tetap punya kekuatan besar untuk mendikte permainan. Di sisi lain, Ghana datang dengan modal kemenangan, tetapi performanya saat melawan Panama memperlihatkan mereka lebih sering bertahan dan menunggu momen.
Laga di Foxborough pun menjadi ujian penting bagi kedua tim. Inggris memburu tiket lebih cepat ke fase gugur, sedangkan Ghana berusaha menjaga peluang bersaing di Grup L.
Sumber: ANTARA






