Timnas Indonesia U-19 memastikan tiket semifinal Piala AFF U-19 2026 setelah menaklukkan Vietnam U-19 dengan skor 2-1. Kemenangan penting di Stadion Utama Sumatra Utara, Minggu (7/6/2026), membuat Garuda Muda finis sebagai juara Grup A dengan raihan sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan.
Laga penentuan ini berlangsung sengit sejak menit awal. Namun, mentalitas kuat anak asuh Nova Arianto menjadi pembeda. Setelah sempat kehilangan keunggulan, Indonesia mampu bangkit dan mencetak gol kemenangan pada masa injury time untuk mengamankan posisi puncak klasemen.
Indonesia dan Vietnam Tampil Agresif Sejak Awal
Pertandingan langsung berjalan dengan tempo tinggi. Vietnam lebih dulu mengancam melalui Nguyen Van Khanh pada menit kedua. Namun, tendangannya masih melenceng dari sasaran.
Indonesia tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan respons. Dua menit kemudian, Reno Salampessy mendapat peluang setelah menerima umpan Arkhan Kaka. Sayangnya, penyelesaian akhirnya belum menemui target.
Setelah saling bertukar serangan, Indonesia mulai menemukan ritme permainan. Garuda Muda tampil lebih percaya diri dalam menguasai bola dan berani menekan pertahanan Vietnam.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-12. Reno Salampessy berhasil memenangkan duel dengan pemain lawan sebelum melepaskan tembakan yang membobol gawang Vietnam. Gol itu membuat Indonesia unggul 1-0.
Keunggulan tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain Indonesia. Sementara itu, Vietnam mencoba merespons dengan membangun serangan dari sektor sayap.
Meski begitu, lini belakang Indonesia tampil disiplin. Organisasi pertahanan yang rapi membuat Vietnam kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama.
Reno Salampessy Cetak Gol Sebelum Diterpa Cedera
Di tengah performa impresifnya, Reno Salampessy justru mengalami nasib kurang beruntung. Menjelang turun minum, pemain yang membuka keunggulan Indonesia itu mengalami cedera.
Nova Arianto kemudian memasukkan Irpan Siregar sebagai pengganti. Pergantian tersebut memaksa Indonesia mengubah pola permainan di sektor depan.
Meski kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Indonesia tetap mampu menjaga keunggulan hingga akhir babak pertama. Namun, Vietnam hampir menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu.
Berawal dari situasi lemparan ke dalam, terjadi kemelut di depan gawang Indonesia. Tan Dung Le berhasil mendapatkan ruang tembak yang cukup terbuka.
Akan tetapi, sepakannya hanya mengenai sisi luar jaring gawang. Oleh karena itu, Indonesia tetap menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0.
Vietnam Bangkit pada Babak Kedua
Memasuki paruh kedua pertandingan, Vietnam tampil lebih agresif. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan lebih berani menekan lini pertahanan Indonesia.
Duy Khang Hoang Trong menjadi motor permainan Vietnam. Pada menit ke-52, ia melepaskan tembakan berbahaya yang masih mampu diamankan Dafa Al Gasemi.
Indonesia sebenarnya sempat memperoleh peluang emas melalui serangan balik cepat. Irpan Siregar berhasil mengontrol bola dengan baik sebelum masuk ke area berbahaya.
Namun, penyelesaian akhirnya melambung di atas mistar gawang. Kesempatan tersebut pun terbuang sia-sia.
Setelah itu, Vietnam terus meningkatkan tekanan. Serangan datang secara bertubi-tubi dan memaksa Indonesia lebih banyak bertahan.
Yang terpenting, Dafa Al Gasemi tampil sangat tenang di bawah mistar. Kiper muda tersebut beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya.
Meski demikian, tekanan yang terus diberikan Vietnam akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-74, mereka berhasil menyamakan skor menjadi 1-1.
Gol tersebut lahir dari situasi sepak pojok. Umpan akurat Hoang Trong berhasil disambut kapten Nguyen Quoc Khanh yang menanduk bola ke dalam gawang Indonesia.
Penalti Evandra Florasta Jadi Penentu
Setelah kebobolan, Indonesia menunjukkan karakter kuat. Garuda Muda tidak kehilangan fokus dan terus mencari peluang untuk kembali unggul.
Pertandingan memasuki menit-menit akhir dengan tensi yang semakin tinggi. Kedua tim sama-sama berusaha mencetak gol kemenangan demi memastikan status juara grup.
Drama akhirnya terjadi pada masa injury time. Indonesia mendapatkan hadiah penalti pada menit 90+1 setelah terjadi pelanggaran di area terlarang Vietnam.
Evandra Florasta maju sebagai eksekutor. Gelandang muda tersebut menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Tendangan Evandra sukses mengecoh kiper Vietnam dan membawa Indonesia unggul 2-1. Gol tersebut disambut meriah oleh para pendukung yang memenuhi stadion.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah. Kemenangan ini memastikan Indonesia U-19 melangkah ke semifinal sebagai juara Grup A dengan catatan sempurna.
Selain itu, hasil tersebut memperpanjang tren positif Garuda Muda sepanjang fase grup. Kini, pasukan Nova Arianto akan fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan berikutnya di babak empat besar.






