Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga InggrisHadapi Musim Depan, Duo Manchester Harus Lakukan Perbaikan Besar-Besaran

Hadapi Musim Depan, Duo Manchester Harus Lakukan Perbaikan Besar-Besaran

Dua klub sepak bola sala Kota Manchester yaitu Manchester City dan Manchester United dikabarkan akan melakukan perbaikan besar-besaran. Duo Manchester ini harus menelan kenyataan pahit setelah langkahnya terhenti di ajang kompetisi Eropa. United harus tunduk pada Sevilla pada babak semifinal Liga Europa dengan skor tipis 1-2.

Sementera Man City juga mendapatkan hasil minor setelah kalah dari Olympique Lyon 1-3. Berlanjut di ajang Liga Inggris, dimana tim asal Kota Manchester itu harus digulingkan oleh Liverpool yang berhasil keluar sebagai juara. Man City harus puas dengan finish sebagai runner up.

Kemudian Man Utd dituntut terus bekerja keras hingga kompetisi terakhir agar bisa mempertahankan posisi ketiga akhir musim ini. Prestasi kedua klub tersebut memang terbilang aneh disepanjang musim 2019/2020. Man City rupanya lebih beruntung dengan satu gelar juara, akan tetapi Man Utd nihil. Padahal keduanya telah menghabiskan dana cukup besar di awal musim lalu.

Apa Yang Terjadi Pada Duo Manchester?

Sebuah analisis dilakukan oleh Jonathan Wilson dan Jonathan Liew dari The Guardian. Selain itu analisis yang sama juga tengah direncanakan oleh Michael Cox dari The Atheltic. Mereka akan membeberkan hasil analisisnya mengenai performa duo Manchester selama musim ini. Dimulai dari Manchester City, pasukan Pep Guardiola ini memang tidak kehilangan identitasnya sejak dimulainya musim baru.

Tim ini selalu mengandalkan Kevin de Bruyne untuk menyerang dan memanfaatkan ketajaman Raheem Sterling pada garis depan. The Citizens memang cukup menjanjikan untuk perburuan gelar jawara. Pada bursa transfer, tampaknya Manchester City cukup bringas. Data transfermarket memperlihatkan jika mereka menghabiskan dana hingga 198 juta Euro.

Dana tersebut digelontorkan untuk mendatangkan pemain seperti Joao Cancelo, Angelino, serta Rodri sang gelandang dengan multi talenta. Permainan Man City memang terlihat dominan selama 4 pekan awal. Saat itu hanya imbang dengan Tottenham Hotspur pada kompeisi kandang yang berakhir dengan skor 2-2.

Namun pada pekan ke lima, kondisi seluruhnya berubah. Man City tumbang kalah dari Norwich City sebagai tim promosi dengan torehan 3-2. Dari skor ini memang tidak memperlihatkan jika laga berhasil didominasi oleh City, justru menunjukan kerapuhan pertahanan yang dimiliki tim asuhan Guardiola itu.

Setelah kalah dari Wolves skor 2-0, Liverpool skor 3-1, Manchester City juga mengalami kekalahan saat bertanding menghadapi si tetangga Manchester United. Dari dua pertandingan yang digelar Man City selalu mengalami kekalahan dengan skor 1-2 dan 2-0. Kemudian saat tampil di Liga Champions, tim ini tidak begitu percaya diri.

Sempat menang 1-2 dan 2-1 ketika melawan Real Madrid namun justru kalah melawan Lyon dengan skor 3-1. Kegagalan tersebut menjadi kenyataan pahit bagi Manchester City setelah mengeluarkan dana melimpah ruah dari sang empu. Saat kalah melawan Lyon, dianggap menjadi kekalahan paling memalukan.

Manchester City memang dominan namun pemain melakukan mirroring taktik ketika menghadapti tim urutan ke 7 di Liga Prancis itu, hingga hal tersebut sulit untuk diterima. Dibuktikan dari tiga gol yang menjebol gawang City mencerminkan jika sistem mirroring Guardiola sangat rapuh. Ditambah lagi dengan kesalaahn Ederson yang semakin memperburuk kondisi tim tersebut.

Nasib Serupa Antara Duo Manchester

Rupanya masalah serupa juga dialami oleh Duo Manchester selanjutnya yaitu Manchester United. Diawal musim ia sempat tampil menjanjikan terutama ketika bertanding melawan Chelsea dengan skor 4-0. Setelah itu Man Utd justru terseok-seok menerapkan taktik Solskjaer hingga hanya menyebabkan mediokeritas The Red Devil.

Beruntungnya tim ini masih mendapatkan pertolongan dari Bruno Fernandes. Pemain penyelamat itu mempermudah Manchester United untuk menaikan kembali posisi mereka yang tengah diujung tanduk. Setelah Liga Inggris kembali dimulai pasca corona, level Manchester United kembali naik.

Kekalahan yang mereka alami terhitung satu kali saja sementara skor imbang juga tercatat satu kali. Sehingga Manchester United mampu keluar menempati peringkat ke tiga musim ini. Prestasi ini lebih baik ketimbang tengah musim lalu, dimana Man Utd terjebak di peringkat ke delapan.

Di Liga Europa kemarin tim ini selalu tergantung dengan momentum. Solskjaer membutuhkan waktu hingga menit ke 78 untuk mengganti pemain. Sementara susunan pemain yang ia terapkan sama persis ketika bermain di Liga Inggris. Hingga mereka kalah, namun sedikit terobati dengan pencapaian Fernandes sebagai top skor Liga Europa.

Kekalahan yang dialami oleh klub asal Kota Manchester tersebut menunjukan jika kedua kubu harus segera melakukan perubahan besar-besaran. Terutama untuk menghadapi musim yang akan datang. Jika duo Manchester tidak berhasil merombak total permainannya bisa jadi mereka akan lengser.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments