Thursday, February 22, 2024
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisFormat Liga Inggris Usulan MU dan Liverpool Ditolak

Format Liga Inggris Usulan MU dan Liverpool Ditolak

Liverpool dan Manchester United baru saja mengusulkan format Liga Inggris yang baru. Namun, klub-klub Premier League tidak menyetujui usulan tersebut.

Liverpool dan MU mengajukan proposal untuk mengubah tatanan sepakbola di Inggris. Project tersebut dinamakan Project Big Picture.

- Advertisement -
asia9QQ  width=

Keduanya dan bos Divisi Championship Rick Parry ingin sesuatu yang berbeda dari format kompetisi saat ini. Ada beberapa poin yang diubah.

Poin pertama yang diubah adalah jumlah peserta Liga Inggris. Yang semula 20 tim akan dikurangi menjadi 18 tim. Padahal, sejak 1995 format tersebut tidak pernah diubah.

Selain itu, hanya klub-klub papan atas saja yang berwenang mengambil kebijakan daripada tim papan bawah. Pemungutan suara nantinya hanya bisa dilakukan oleh klub-klub tertentu saja.

Klub-klub yang berwenang melakukan pemungutan suara adalah yang paling lama bertahan di Premier League. Selain itu, jumlahnya juga berkurang menjadi 6 tim saja.

Jika kebijakan tersebut diterapkan, ada beberapa klub yang berhak mengambil suara dalam pengambilan keputusan. Ada Liverpool, Man United, Chelsea, Arsenal, Man City, Tottenham Hotspur, termasuk Everton, West Ham United, dan Southampton.

Selain itu, mereka juga mengusulkan Piala Liga dan Community Shield dihapus. Nantinya,klub-klub divisi Championship bisa mendapatkan bantuan, yaitu 25 persen keuntungan dari jumlah profit tahunan Premier League.

Namun, wacana tersebut tidak bisa diterima oleh klub-klub Premier League. Mereka menolkanya secara serentak.

“20 klub Liga Inggris hari ini sepakat tidak menyetujui Project Big Picture,” kata Premier League.

Namun, pemberian bantuan pada klub League One dan League Two malah tidak ditolak. Usulan ini diterima agar tm-tim dibawahnya bisa mendapatkan bantuan sbesar 50 juta paun agar tidak bangkrut.

“Kami menyepakati usulan bantuan senilai 50 juta paun agar kondisi finansial klub-klub League One dan League Two tetap stabil dan tidak bangkrut akibat Covid-19 dan bisa menuntaskan musim 2020-2021,” jelasnya.

Premier League sendiri sepakat tidak akan menyetujui format kompetisi yang baru. Menurutnya, sistem yang berlaku saat ini sudah oke.

Format Liga Inggris Usulan MU dan Liverpool

Format Liga Inggris sebelumnya diusulkan oleh Liverpool dan Manchester United. Keduanya ingin format tersebut dilakukan pembaharuan. Seperti apa?

MU dan Liverpool membuat sebuah program Project Big Picture. Program ini dibuat agar klub-klub Premier League dan English Football League (EFL) yang menaungi tiga divisi di bawah, yaitu Championship, League One, serta League Two bisa bersatu kembali.

Untuk mengawali rencana ini, disediakan dana subsidi senilai 250 juta paun atau sekitar Rp 4,8 triliun untuk semua klub di tiga divisi non-Premier League. Ini dilakukan sebagai bantuan akibat kondisi keuangan yang sedang tidak stabil di klub-klub tersebut.

Proyek tersebut rencananya akan segera diselenggarakan pada musim 2022/2023. Sebelumnya akan dilakukan pemungutan suara terlebih dahulu oleh sejumlah tim langganan Premier League. Selain The Reds dan The Red Devils, ada juga Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur, Everton, Manchester City, Southampton, dan West Ham United yang memilki suara dominan.

Dalam usulan baru tersebut, ada format baru kompetisi di Premier League, yaitu diikuti hanya 18 klub bukan 20 klub, seperti yang diminta oleh FIFA pada Juni 2006. Ada dua klub terbawah yang terdegradasi dan satu sisanya akan mengikuti playoff bersama tim peringkat 3-5 di Championship.

Untuk memberikan waktu istirahat yang lebih banyak bagi tim, kompetisi Piala Liga Inggris dan Community Shield akan dihilangkan. Selain itu, setiap tim bisa meraih untung lebih banyak dari sesi pramusim jika jeda musim diperpanjang.

Selain itu, pemberian subsidi untuk suporter tim tandang juga diajukan. Mereka hanya perlu membeli tiket tetap di kisaran 20 paun per laga. Jumlah suporter tim tamu tentu saja dibatasi, yaitu maksimal 8 persen dari kapasitas stadion.

Sayang, ide ini tidak bisa disetujui oleh pimpinan Premier League serta pemerintah Inggris, yang meliputi departemen Budaya, Media, dan Olahraga.

Format Liga Inggris yang baru ditolak karena hal tersebut bisa menghilangkan pemasukan sponsor dalam jumlah besar, jadi tidak heran kalau usulannya ditolak. Dulu, Premier League dibentuk karena klub-klub ingin mendapatkan profit yang fantastis.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments