Monday, June 15, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaMohamed Salah dan Misi Menghapus Kutukan Mesir di Piala Dunia 2026

Mohamed Salah dan Misi Menghapus Kutukan Mesir di Piala Dunia 2026

Mesir kembali hadir di Piala Dunia 2026 dengan membawa harapan besar. Di tengah status mereka sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Afrika, tim berjuluk Pharaohs masih menyimpan catatan yang belum berhasil diperbaiki. Hingga kini, Mesir belum pernah meraih kemenangan di putaran final Piala Dunia. Oleh karena itu, sorotan utama kembali mengarah kepada Mohamed Salah yang diharapkan mampu membawa negaranya mencetak sejarah baru.

Turnamen kali ini menjadi kesempatan penting bagi Mesir untuk mengakhiri rekor negatif yang telah bertahan selama puluhan tahun. Selain itu, Piala Dunia 2026 juga dapat menjadi panggung terbesar bagi Salah untuk melengkapi warisannya bersama tim nasional.

- Advertisement -
asia9QQ

Persiapan Mesir Menuju Piala Dunia 2026

Mesir menjalani persiapan yang cukup matang menjelang turnamen. Mereka memilih Spokane, Washington, sebagai markas selama fase grup demi mempermudah mobilitas dan menjaga kondisi fisik para pemain.

Lokasi tersebut berada dekat dengan sejumlah kota tempat pertandingan berlangsung. Karena itu, skuad tidak perlu menjalani perjalanan panjang yang berpotensi menguras tenaga.

Selain faktor logistik, Mesir juga datang dengan modal yang cukup positif. Mereka menunjukkan performa meyakinkan sepanjang babak kualifikasi dan berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia dengan catatan yang mengesankan.

Kepercayaan diri tim semakin meningkat karena suasana di dalam skuad dinilai sangat kondusif. Para pemain terlihat memiliki keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan lawan-lawan di Grup G.

Yang terpenting, Mesir ingin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta pelengkap. Mereka bertekad memberikan pencapaian yang lebih baik dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Rekor Buruk yang Masih Membayangi

Meski memiliki sejarah panjang di sepak bola Afrika, perjalanan Mesir di Piala Dunia tidak pernah benar-benar bersinar. Fakta ini menjadi tantangan besar yang harus mereka hadapi pada edisi 2026.

Mesir tercatat sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang tampil di Piala Dunia saat mengikuti turnamen 1934. Namun, sejarah tersebut belum diikuti dengan prestasi yang memuaskan.

Partisipasi pada 1990 dan 2018 juga berakhir tanpa kemenangan. Bahkan hingga saat ini, mereka belum pernah lolos ke fase gugur.

Catatan tersebut terasa kontras jika dibandingkan dengan sejumlah negara Afrika lainnya. Maroko misalnya, sukses mencapai semifinal pada Piala Dunia 2022 dan mencatat sejarah baru bagi benua Afrika.

Kondisi itu membuat tekanan terhadap Mesir semakin besar. Mereka tidak hanya dituntut meraih kemenangan pertama, tetapi juga memperbaiki citra mereka di level dunia.

Pelatih Hossam Hassan memahami situasi tersebut. Karena itu, ia menegaskan bahwa target tim bukan hanya tampil kompetitif, melainkan menciptakan pencapaian yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

Hubungan Baru Hossam Hassan dan Mohamed Salah

Perhatian publik juga tertuju pada hubungan antara Hossam Hassan dan Mohamed Salah. Keduanya memiliki sejarah yang cukup menarik sebelum bekerja sama di tim nasional.

Saat masih menjadi komentator, Hassan beberapa kali melontarkan kritik terhadap Salah. Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan terjadi saat Piala Afrika 2023 ketika sang bintang mengalami cedera.

Kala itu, Hassan menilai Mesir tetap memiliki pemain lain yang mampu mengisi peran penting di lapangan. Pernyataan tersebut sempat memicu perdebatan di kalangan suporter.

Namun situasinya berubah setelah Hassan ditunjuk sebagai pelatih tim nasional. Kini ia justru menjadi salah satu sosok yang paling sering memuji kualitas dan profesionalisme Salah.

Perubahan hubungan tersebut memberikan dampak positif bagi suasana tim. Selain itu, komunikasi yang lebih baik diyakini dapat membantu Mesir tampil lebih solid selama turnamen.

Salah Masih Mengejar Warisan Terbesar

Mohamed Salah telah mencapai banyak hal dalam kariernya di level klub. Akan tetapi, satu pencapaian besar masih belum berhasil ia raih bersama tim nasional.

Sejak menjalani debut internasional pada 2011, Salah belum pernah mempersembahkan trofi utama untuk Mesir. Situasi ini membuatnya kerap dibandingkan dengan generasi emas yang mendominasi Piala Afrika pada 2006, 2008, dan 2010.

Meski demikian, kontribusi Salah terhadap sepak bola Mesir tetap sangat besar. Ia membantu negaranya kembali bersaing di level internasional dan menjadi sosok penting dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2018.

Kini, kesempatan baru hadir di Piala Dunia 2026. Jika mampu membawa Mesir meraih kemenangan pertama atau bahkan menembus fase gugur, Salah berpeluang menutup satu-satunya kekosongan besar dalam warisan karier internasionalnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments