Florentino Perez kembali menjadi perhatian setelah menggelar konferensi pers darurat pada Rabu (13/5/2026) dini hari WIB. Presiden Real Madrid itu membahas banyak hal, mulai dari pemilihan presiden klub hingga konflik internal yang sedang mengguncang Los Blancos.
Konferensi pers tersebut berlangsung lebih dari satu jam. Namun, Florentino Perez justru lebih banyak membela diri dan menyerang pihak luar dibanding membahas performa buruk Real Madrid musim ini.
Situasi Real Madrid memang sedang tidak kondusif. Klub asal Madrid itu gagal meraih trofi pada musim 2025/2026 dan kalah bersaing dari Barcelona di La Liga.
Selain itu, Los Blancos juga tersingkir dari Liga Champions. Kekalahan dalam El Clasico bahkan memastikan Barcelona mengunci gelar juara liga musim ini.
Florentino Perez Percepat Pemilu Presiden Real Madrid
Florentino Perez membuka konferensi pers dengan keputusan mengejutkan. Ia mengumumkan pemilihan Dewan Direksi Real Madrid akan digelar lebih cepat.
Padahal, Perez baru terpilih kembali sebagai presiden pada 2025. Masa jabatannya seharusnya berlangsung hingga empat tahun ke depan.
Meski demikian, pria berusia 79 tahun itu memilih mempercepat pemilu klub. Ia juga memastikan tetap maju sebagai calon presiden Real Madrid.
Menurut Perez, langkah tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada pihak yang selama ini mengkritiknya. Karena itu, ia meminta para pengkritik tampil secara terbuka dalam pemilihan nanti.
“Saya minta maaf karena saya tidak akan mengundurkan diri,” ujar Perez dalam konferensi pers tersebut.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi luas. Sebab, Perez selama ini selalu menang tanpa lawan dalam pemilihan presiden sejak 2013.
Selain membahas pemilu, Perez juga menepis rumor soal kesehatannya. Ia membantah kabar yang menyebut dirinya mengidap kanker.
Presiden Real Madrid itu menegaskan kondisinya baik dan siap terus memimpin klub. Oleh karena itu, ia merasa tidak memiliki alasan untuk mundur dalam waktu dekat.
Kritik Keras untuk Media dan La Liga
Setelah membahas pemilu klub, Florentino Perez mulai menyerang media dan pihak La Liga. Ia menilai banyak pihak sengaja membangun opini negatif terhadap Real Madrid.
Perez bahkan menyebut beberapa media secara langsung. Menurutnya, pemberitaan tertentu telah merusak citra klub dalam beberapa bulan terakhir.
Tidak hanya itu, ia juga menyindir sejumlah jurnalis yang hadir dalam konferensi pers. Perez menyebut beberapa di antaranya sebagai pendukung Atlético Madrid.
Situasi semakin panas ketika Perez kembali menyinggung kasus Negreira yang melibatkan Barcelona. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pembayaran kepada mantan petinggi komite wasit Federasi Sepak Bola Spanyol.
Perez menyebut Real Madrid sedang menyiapkan dokumen setebal 500 halaman. Dokumen itu nantinya akan dikirim kepada UEFA setelah kompetisi musim ini selesai.
Menurutnya, kasus Negreira merupakan salah satu skandal terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Karena itu, Real Madrid ingin mendorong penyelidikan lebih lanjut.
Pernyataan tersebut langsung memancing perhatian publik Spanyol. Selain itu, banyak media mulai menyoroti arah konferensi pers yang semakin jauh dari pembahasan performa tim.
Perez Enggan Bahas Krisis Real Madrid
Saat sesi tanya jawab dimulai, Florentino Perez beberapa kali menghindari pertanyaan mengenai kondisi tim. Ia tidak memberikan penjelasan detail soal performa Real Madrid musim ini.
Sebaliknya, Perez lebih sering membahas sejarah besar klub. Ia menekankan bahwa Real Madrid tetap menjadi klub tersukses dan paling bernilai di dunia.
Ketika ditanya soal masa depan pelatih, Perez juga memilih berhati-hati. Ia menolak memberi kepastian mengenai peluang Jose Mourinho kembali ke Santiago Bernabeu.
Rumor pergantian pelatih memang terus berkembang. Alvaro Arbeloa disebut berada dalam tekanan setelah hasil buruk musim ini.
Namun, Perez mengatakan pembahasan mengenai Mourinho belum menjadi fokus utama. Setelah itu, ia kembali mengkritik pihak yang dianggap menyerang dirinya dan klub.
Sikap tersebut memunculkan kritik baru dari publik. Banyak pihak menilai Perez terlalu fokus menjaga citra pribadi dibanding membahas solusi untuk tim.
Konflik Internal Jadi Sorotan
Selain hasil buruk di lapangan, Real Madrid juga diterpa isu konflik internal. Beberapa laporan menyebut terjadi ketegangan di ruang ganti dan pusat latihan Valdebebas.
Nama Kylian Mbappe disebut ikut terlibat dalam suasana panas tersebut. Selain itu, Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni dikabarkan sempat bertengkar keras.
Bahkan, sejumlah laporan menyebut insiden itu berujung perawatan di rumah sakit. Akan tetapi, Florentino Perez mencoba meredam situasi tersebut.
Menurut Perez, pertengkaran antarpemain merupakan hal biasa dalam sepak bola profesional. Ia menilai persaingan tinggi sering memicu emosi di dalam tim.
“Pemain bertengkar setiap musim karena mereka kompetitif. Besoknya mereka sudah kembali berteman dan minum kopi bersama,” kata Perez.
Perez justru merasa lebih khawatir dengan kebocoran informasi dari ruang ganti. Ia menilai ada pihak internal yang membocorkan situasi tim kepada media.






