Marcus Rashford bersama Manchester United kembali menjadi perhatian jelang bursa transfer musim panas 2026. Setelah tampil cukup impresif selama masa peminjaman di Barcelona, masa depan penyerang asal Inggris itu justru belum menemukan kepastian.
Situasi Rashford kini menempatkan Manchester United dalam posisi sulit. Di satu sisi, Barcelona tertarik mempertahankan sang pemain. Namun di sisi lain, klub asal Spanyol itu belum ingin langsung menebus Rashford secara permanen.
Kondisi tersebut membuat negosiasi berjalan rumit. Manchester United dan Barcelona disebut memiliki pandangan berbeda mengenai langkah terbaik untuk sang pemain pada musim depan.
Barcelona Belum Aktifkan Opsi Pembelian Rashford
Marcus Rashford masih memiliki kontrak bersama Manchester United hingga 30 Juni 2028. Setelah kontrak Casemiro berakhir musim panas ini, Rashford akan menjadi pemain dengan gaji tertinggi di skuad Setan Merah.
Gaji Rashford kembali naik setelah pemotongan 25 persen dicabut. Sebelumnya, pengurangan tersebut berlaku karena Manchester United gagal lolos ke Liga Champions musim lalu.
Situasi finansial itu membuat Rashford menjadi perhatian besar manajemen klub. Apalagi, United sedang berusaha menata ulang struktur gaji pemain.
Dalam kesepakatan peminjaman ke Barcelona, terdapat opsi pembelian permanen senilai 30 juta euro. Opsi tersebut berlaku hingga 15 Juni 2026.
Awalnya, transfer permanen diperkirakan menjadi solusi terbaik bagi semua pihak. Rashford menikmati kariernya bersama Barcelona dan ingin bertahan lebih lama di Spanyol.
Selain itu, Barcelona juga puas dengan kontribusi sang penyerang sepanjang musim ini. Namun, klub Catalan ternyata belum siap langsung mengaktifkan klausul pembelian tersebut.
Barcelona kini dikabarkan ingin membuka negosiasi baru dengan Manchester United. Salah satu opsi yang muncul adalah memperpanjang masa pinjaman Rashford untuk satu musim lagi.
Situasi itu langsung mendapat respons negatif dari Manchester United. Klub Premier League tersebut tidak ingin kembali meminjamkan Rashford tanpa kepastian transfer permanen.
Rashford Tampil Tajam Bersama Barcelona
Selama bermain di Barcelona, Rashford menunjukkan performa cukup konsisten. Penyerang berusia 28 tahun itu mencatatkan 14 gol dan 14 assist dari 47 pertandingan di semua kompetisi.
Catatan tersebut membuat Rashford kembali mendapat perhatian di level internasional. Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, bahkan kembali memanggilnya ke skuad nasional.
Rashford juga disebut memiliki peluang besar masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia mendatang. Penampilan stabilnya bersama Barcelona menjadi alasan utama.
Kontribusi Rashford membantu Barcelona meraih sejumlah hasil penting musim ini. Selain itu, gaya bermain cepat dan fleksibel miliknya cocok dengan sistem permainan klub.
Karena alasan itu, Barcelona melihat Rashford sebagai peluang menarik di bursa transfer. Harga 30 juta euro dianggap cukup murah untuk pemain dengan pengalaman dan kualitas seperti dirinya.
Meski demikian, kondisi finansial klub masih menjadi hambatan. Barcelona tetap berhati-hati dalam mengeluarkan dana besar karena fokus menjaga stabilitas keuangan.
Sementara itu, Rashford sendiri dikabarkan lebih nyaman bertahan di Barcelona dibanding kembali ke Manchester United. Situasi tersebut membuat masa depannya semakin menarik untuk diikuti.
Manchester United Tidak Mau Ambil Risiko
Manchester United sebenarnya mendapat keuntungan jika Rashford pergi permanen. Selain mengurangi beban gaji, klub juga bisa memperoleh tambahan dana transfer.
Rashford sempat masuk daftar pemain yang tidak masuk rencana Ruben Amorim musim lalu. Oleh karena itu, kepergian permanen sang pemain dianggap membantu proses pembangunan skuad baru.
Namun, United tidak ingin menerima proposal peminjaman lagi dari Barcelona. Mereka yakin masih bisa mendapat tawaran lebih besar dari klub lain.
Keputusan itu menunjukkan bahwa manajemen mulai bersikap tegas. Klub ingin memastikan setiap transfer memberi keuntungan maksimal dari sisi olahraga maupun finansial.
Meski begitu, langkah tersebut juga memiliki risiko. Jika Barcelona batal merekrut Rashford, United harus mencari klub lain yang siap memenuhi tuntutan gaji dan biaya transfer.
Situasi itu tidak mudah karena kontrak Rashford masih panjang. Selain itu, nominal gajinya tergolong sangat tinggi.
Manchester United juga sedang aktif memburu pemain baru. Klub dikabarkan ingin mendatangkan dua gelandang tengah dan beberapa pemain tambahan di posisi lain.
Karena itu, ruang gaji menjadi faktor penting dalam strategi transfer musim panas ini. Melepas Rashford secara permanen akan membantu klub bergerak lebih fleksibel di bursa transfer.
Belum Ada Keputusan Final Soal Rashford
Hingga kini, masa depan Rashford masih belum diputuskan. Mantan pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, sebelumnya sempat memberi komentar terkait situasi tersebut.
Carrick menyebut belum ada keputusan akhir mengenai Rashford. Ia juga membuka kemungkinan bekerja sama kembali dengan sang pemain jika kembali ke Old Trafford musim depan.
Di sisi lain, Sir Jim Ratcliffe terus menekankan pentingnya efisiensi finansial di dalam klub. Pemilik INEOS tersebut ingin pemain bergaji tinggi benar-benar memberi dampak besar di lapangan.
Kondisi itu membuat posisi Rashford semakin rumit. Manchester United harus mempertimbangkan aspek finansial, kebutuhan tim, dan masa depan pemain secara bersamaan.
Selain itu, klub juga masih harus membahas kontrak Bruno Fernandes dalam waktu dekat. Situasi tersebut menambah kompleksitas perencanaan skuad musim depan.






