Monday, March 2, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ItaliaAC Milan Menang 2-0 atas Cremonese, Allegri Akui Timnya Dipaksa Kerja Keras

AC Milan Menang 2-0 atas Cremonese, Allegri Akui Timnya Dipaksa Kerja Keras

Kemenangan 2-0 atas Cremonese membawa AC Milan tetap menjaga jarak di papan atas Serie A 2025/2026. Namun laga di Stadio Giovanni Zini, Minggu (1/3/2026), tidak berjalan mudah bagi Rossoneri.

Gol Strahinja Pavlovic pada menit ke-89 dan tambahan Rafael Leao di masa injury time memastikan tiga poin. Hasil ini membuat Milan mengoleksi 57 angka dari 27 pertandingan.

- Advertisement -
asia9QQ

Meski menang tanpa kebobolan, performa Milan jauh dari dominan. Cremonese memberi perlawanan sengit sejak menit awal dan memaksa tim tamu bekerja ekstra keras.

Situasi tersebut diakui langsung oleh pelatih Massimiliano Allegri. Ia menilai laga ini menjadi salah satu ujian berat musim ini.

Cremonese Tampil Berani dan Agresif

Sejak peluit pertama berbunyi, Cremonese langsung menekan. Mereka bermain dengan intensitas tinggi dan berani melakukan duel fisik di lini tengah.

Tekanan tersebut membuat Milan kesulitan mengontrol tempo. Penguasaan bola Rossoneri tidak berkembang optimal pada babak pertama.

Selain itu, tuan rumah tidak memberi ruang bagi lini serang Milan. Pergerakan Rafael Leao dan Christian Pulisic kerap terhenti oleh pressing rapat.

Allegri menyebut tempo tinggi Cremonese sebagai faktor utama kesulitan timnya. Ia melihat anak asuhnya tidak cukup tenang dalam membangun serangan dari belakang.

Beberapa peluang memang tercipta. Akan tetapi, penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk memecah kebuntuan lebih cepat.

Situasi ini membuat Milan tampak frustrasi. Bahkan hingga memasuki menit ke-80, skor tetap imbang tanpa gol.

Allegri Akui Milan Mengalami Penderitaan

Dalam wawancara usai laga, Allegri berbicara jujur. Ia tidak menutup fakta bahwa timnya dipaksa bertahan lebih banyak dari biasanya.

Menurutnya, Cremonese tampil sangat agresif terutama pada paruh pertama. Milan harus mengambil risiko dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Ia juga menyoroti kurangnya efektivitas di depan gawang. Beberapa peluang bagus gagal dikonversi menjadi gol.

Pelatih asal Italia itu menilai kemenangan ini sangat penting. Selain menghapus kekalahan sebelumnya dari Parma, hasil ini menjaga peluang di papan atas.

Meski demikian, Allegri tetap menekankan perlunya perbaikan. Ia ingin timnya tampil lebih konsisten dalam mengontrol pertandingan.

Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan

Babak kedua menghadirkan perubahan strategi. Allegri melakukan beberapa pergantian untuk meningkatkan intensitas.

Pada menit ke-62, Samuele Ricci masuk menggantikan Youssouf Fofana. Kehadirannya memberi stabilitas tambahan di lini tengah.

Tak lama kemudian, Niclas Fullkrug menggantikan Alexis Saelemaekers. Pergantian ini menambah opsi serangan langsung dan duel udara.

Masuknya Christopher Nkunku pada menit ke-78 membuat variasi serangan meningkat. Sementara itu, Zachary Athekame menggantikan Fikayo Tomori demi menjaga keseimbangan lini belakang.

Menjelang akhir laga, Pervis Estupinan masuk untuk menambah daya dorong dari sisi kiri. Perubahan tersebut perlahan mengubah arah permainan.

Intensitas Milan meningkat di fase krusial. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-89.

Strahinja Pavlovic mencetak gol pembuka melalui situasi bola mati. Gol itu memecah kebuntuan dan memicu semangat tim.

Rafael Leao kemudian memastikan kemenangan lewat gol di menit 90+4. Serangan cepat memanfaatkan celah pertahanan Cremonese menjadi penutup sempurna.

Posisi Milan dan Tantangan Berikutnya

Tambahan tiga poin menjaga Milan di jalur persaingan. Mereka kini mengoleksi 57 poin dari 27 laga.

Namun jarak dengan Inter Milan di puncak klasemen masih terpaut 10 angka. Oleh karena itu, konsistensi menjadi faktor terpenting dalam sisa musim.

Kemenangan ini juga menjadi modal menjelang derby penting. Laga melawan Inter akan menentukan arah persaingan Scudetto.

Cremonese sendiri tidak tampil buruk. Mereka menunjukkan organisasi permainan yang disiplin dan mental bertanding kuat.

Akan tetapi, kurangnya efektivitas di depan gawang membuat kerja keras mereka sia-sia. Detail kecil di menit akhir menjadi pembeda.

Evaluasi Taktik dan Mental Bertanding

Pertandingan ini memperlihatkan pentingnya kedalaman skuad. Pergantian pemain terbukti memberi dampak signifikan.

Allegri memanfaatkan rotasi untuk menjaga energi tim. Keputusan taktis tersebut menunjukkan fleksibilitas strategi.

Selain itu, mental bertanding Milan patut diapresiasi. Mereka tetap fokus hingga menit akhir meski tekanan besar.

Situasi ini penting dalam kompetisi panjang. Banyak laga ditentukan pada momen krusial.

Cremonese sebenarnya mampu menahan Milan hampir sepanjang pertandingan. Namun pengalaman dan kualitas individu Rossoneri akhirnya berbicara.

Jika Milan ingin mengejar Inter, performa harus lebih stabil. Mereka tidak boleh terus bergantung pada gol di menit akhir.

Meskipun demikian, kemenangan ini tetap krusial. Tiga poin menjadi hal utama dalam fase akhir musim.

Allegri pun menyadari bahwa jalan menuju gelar masih panjang. Ia meminta timnya segera fokus pada laga berikutnya.

Dengan jadwal padat di depan, konsentrasi dan disiplin taktik menjadi kunci. Milan harus menjaga ritme jika ingin tetap bersaing hingga akhir.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments