Friday, February 27, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisDaftar 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Versi Jamie Carragher

Daftar 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Versi Jamie Carragher

10 kiper terhebat dalam sejarah Premier League versi Jamie Carragher memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola Inggris. Kompetisi ini memang menjadi panggung bagi penjaga gawang kelas dunia sejak 1992. Oleh karena itu, menyusun daftar terbaik sepanjang masa bukan tugas mudah.

Carragher mendapat tantangan tersebut dalam acara Monday Night Football. Yang terpenting, legenda Manchester United, Edwin van der Sar, ikut mengawasi pilihannya. Situasi itu menambah tekanan sekaligus daya tarik daftar ini.

- Advertisement -
asia9QQ

Daftar tersebut memadukan kiper era klasik dan modern. Setiap nama memiliki kontribusi besar di masanya. Selain itu, beberapa pilihan memunculkan diskusi panjang karena ada nama besar yang terlewat.

Peringkat 10–7: Fondasi dan Inovasi

Posisi ke-10 ditempati Pepe Reina. Mantan kiper Liverpool itu mencatat rasio clean sheet 45,8 persen, tertinggi dalam sejarah Premier League. Kemampuan distribusinya juga dianggap mendahului tren kiper modern.

Di peringkat kesembilan ada David Seaman. Legenda Arsenal tersebut menjadi satu-satunya kiper Inggris dalam daftar. Ia meraih dua gelar liga dan tampil konsisten bersama lini belakang kuat The Gunners.

Selanjutnya, posisi kedelapan diisi Neville Southall. Meski puncak kariernya terjadi sebelum era Premier League, Carragher menilai kualitasnya layak dihargai. Southall bahkan disebut sebagai salah satu kiper terbaik dunia pada 1980-an.

Di peringkat ketujuh terdapat Ederson. Kiper Manchester City itu dikenal karena kemampuan distribusi luar biasa. Ia mencatat tujuh assist dan 112 clean sheet dari 276 laga liga.

Carragher menilai kontribusi Ederson hampir seperti “cheat code” bagi City. Distribusinya membuat tim sulit ditekan. Namun ia merasa masih ada kiper yang lebih lengkap secara keseluruhan.

Peringkat 6–4: Konsistensi dan Pengaruh Besar

Posisi keenam ditempati Edwin van der Sar. Momen pengumuman peringkatnya menjadi sorotan karena ia hadir di studio. Van der Sar memenangkan empat gelar liga bersama Manchester United.

Carragher menilai pengaruh Van der Sar sangat menenangkan. Namun ia menempatkannya di luar lima besar karena faktor koleksi trofi dibanding pesaing lain. Meski begitu, reputasinya tetap tinggi.

Di peringkat kelima terdapat Thibaut Courtois. Meski hanya empat musim di Chelsea, dampaknya dinilai signifikan. Ia membantu klub menjuarai liga di bawah dua pelatih berbeda.

Carragher menegaskan bahwa setiap juara liga membutuhkan kiper kelas dunia. Chelsea hanya menjuarai Premier League bersama Petr Cech dan Courtois. Fakta itu menegaskan nilai penting posisinya.

Posisi keempat diisi David de Gea. Ia hanya meraih satu gelar liga, tetapi lima kali masuk PFA Team of the Year. Statistik itu menunjukkan konsistensi individu luar biasa.

Kemampuan refleks dan penyelamatan kaki De Gea menjadi ciri khasnya. Walau trofi tidak banyak, performa individunya tetap menonjol. Oleh karena itu, Carragher memberi tempat tinggi baginya.

Tiga Besar: Penjaga Gawang Ikonik

Di peringkat ketiga ada Alisson Becker. Bersama Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, ia mengubah wajah Liverpool. Kehadirannya menjadi kunci kebangkitan era Jurgen Klopp.

Carragher menyoroti kehebatan Alisson dalam duel satu lawan satu. Ia juga piawai menggunakan kaki untuk membangun serangan. Dampaknya terhadap stabilitas tim dinilai sangat besar.

Runner-up dalam daftar ini adalah Peter Schmeichel. Bersama Manchester United, ia menjadi bagian penting era dominan klub. Banyak pengamat bahkan menempatkannya sebagai nomor satu.

Carragher mengakui keputusan itu sulit. Schmeichel hampir mengubah sejarah Manchester United seperti Eric Cantona. Namun satu nama dianggap sedikit lebih unggul.

Petr Cech di Puncak Daftar

Posisi pertama ditempati Petr Cech. Ia memegang rekor clean sheet terbanyak dalam sejarah Premier League dengan 202 laga tanpa kebobolan. Statistik tersebut menjadi dasar kuat penilaian.

Selain itu, performanya di final Liga Champions 2012 melawan Bayern Munchen menjadi momen penting. Cech menjaga Chelsea tetap bertahan dalam laga tersebut. Oleh karena itu, Carragher menilai kontribusinya melampaui statistik domestik.

Dalam setiap pertandingan, banyak tim merasa sulit menembus pertahanannya. Konsistensi, kepemimpinan, dan refleks cepat membuatnya unggul tipis atas Schmeichel. Dengan kombinasi trofi dan performa individu, Cech dinilai layak di posisi teratas.

Daftar ini tentu memicu perdebatan. Namun kombinasi statistik, trofi, dan pengaruh terhadap tim menjadi dasar utama penilaian Carragher. Premier League terus melahirkan kiper hebat, tetapi nama-nama ini telah meninggalkan jejak paling kuat dalam sejarah kompetisi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments