Friday, February 27, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisPemecatan Ruben Amorim Bikin Manchester United Merugi hingga Rp320 Miliar

Pemecatan Ruben Amorim Bikin Manchester United Merugi hingga Rp320 Miliar

Pemecatan Ruben Amorim menjadi sorotan setelah Manchester United mengungkap dampak finansialnya yang mencapai Rp320 miliar. Angka tersebut setara hampir £16 juta dan tercatat dalam dokumen resmi klub. Nilai ini menunjukkan konsekuensi besar dari keputusan di kursi manajer.

Manchester United kembali harus membayar mahal akibat perubahan strategi kepelatihan. Beban finansial itu muncul setelah klub memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Amorim. Oleh karena itu, kasus ini memicu perhatian luas dari publik dan investor.

- Advertisement -
asia9QQ

Informasi tersebut diungkap dalam pengajuan ke Bursa Saham New York. Klub merilis data itu pada Kamis waktu setempat. Fakta tersebut menegaskan bahwa dampaknya tidak hanya terasa di lapangan, tetapi juga pada neraca keuangan.

Rincian Biaya Pemecatan yang Membengkak

Dalam laporan resmi, Manchester United mencatat pemecatan Amorim sebagai “peristiwa setelah periode pelaporan”. Artinya, biaya tersebut dihitung setelah laporan kuartal kedua ditutup. Detail ini penting dalam konteks transparansi finansial.

Klub menghapus biaya amortisasi sebesar £6,3 juta. Angka itu berkaitan dengan perekrutan Amorim dari Sporting CP pada November 2024. Selain itu, United membuat penyisihan hingga £15,9 juta sebagai potensi kompensasi maksimum.

Jika dikonversi, total biaya tersebut mendekati Rp320 miliar. Nilai itu sangat signifikan, bahkan untuk klub sebesar Manchester United. Karena itu, keputusan manajerial ini berdampak luas secara finansial.

Dokumen keuangan tidak merinci pemicu utama pembayaran tertinggi tersebut. Namun sumber internal menyebut faktor pekerjaan Amorim di masa depan turut memengaruhi besaran kompensasi. Situasi ini memperlihatkan kompleksitas kontrak manajer modern.

Pemicu Konflik dan Akhir Masa Jabatan

Amorim dipecat pada 5 Januari 2026. Sehari sebelumnya, ia melontarkan kritik terbuka terhadap hierarki klub setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds. Pernyataan itu dinilai memperkeruh situasi internal.

Sejak saat itu, Amorim belum berbicara kepada publik. Sumber terdekat menyebut kecil kemungkinan ia memberi pernyataan dalam waktu dekat. Kondisi tersebut menambah spekulasi seputar proses pemecatan.

Keputusan ini menutup eksperimen yang berakhir tidak sesuai harapan. Manajemen berharap perubahan membawa stabilitas. Namun yang terjadi justru tambahan beban keuangan dan tekanan reputasi.

Yang terpenting, kasus ini memperlihatkan risiko dari strategi yang tidak matang. Setiap pergantian manajer membawa konsekuensi jangka panjang. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi kebutuhan utama bagi klub.

Total Kerugian Sejak Awal Perekrutan

Biaya pemecatan Amorim bukan satu-satunya pengeluaran. Sebelumnya, United membayar £11 juta kepada Sporting CP untuk merekrutnya. Nilai tersebut menjadi bagian dari investasi awal.

Selain itu, klub juga mengeluarkan £10,4 juta untuk mengakhiri kontrak Erik ten Hag. Jika digabung, total perubahan di sekitar Amorim mencapai sekitar £37,3 juta. Jumlah itu mendekati Rp750 miliar.

Secara finansial, angka tersebut memberi tekanan tambahan. Meskipun United memiliki sumber daya besar, efisiensi tetap menjadi perhatian investor. Oleh karena itu, dampak jangka panjangnya perlu dikelola dengan hati-hati.

Dari sisi prestasi, masa jabatan Amorim juga tidak memuaskan. Ia hanya meraih 25 kemenangan dari 63 pertandingan. Tim bahkan finis di posisi ke-15 Liga Primer.

United juga kalah di final Liga Europa. Selain itu, mereka tersingkir secara mengejutkan oleh Grimsby dari League Two di Piala Carabao. Rangkaian hasil tersebut memperburuk citra manajemen.

Dampak terhadap Stabilitas Klub

Kesalahan strategi manajerial sering membawa efek berantai. Selain biaya langsung, klub juga kehilangan stabilitas taktik dan ruang ganti. Pergantian pelatih memengaruhi rencana jangka panjang.

Manajemen kini menghadapi tekanan untuk memperbaiki arah tim. Stabilitas menjadi prioritas utama setelah periode penuh gejolak. Oleh karena itu, pemilihan manajer berikutnya harus dilakukan dengan perhitungan matang.

Yang terpenting, United perlu mengembalikan kepercayaan publik. Transparansi finansial menjadi langkah awal. Namun hasil di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama.

Kasus ini menegaskan bahwa keputusan di level manajemen berdampak luas. Bukan hanya performa tim yang terpengaruh, tetapi juga neraca keuangan dan reputasi klub. Dengan total biaya yang mendekati Rp320 miliar untuk pemecatan saja, evaluasi mendalam menjadi keharusan.

Ke depan, Manchester United harus memastikan setiap kebijakan selaras dengan visi jangka panjang. Tanpa konsistensi strategi, risiko kerugian serupa dapat terulang. Oleh karena itu, stabilitas dan perencanaan menjadi kunci pemulihan klub.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments