Men’s Goalkeeper of The Year PSSI Awards menghadirkan persaingan menarik di sektor penjaga gawang. Lima nama masuk nominasi setelah menunjukkan performa konsisten dalam periode Agustus 2024 hingga November 2025. Penilaian mencakup kontribusi di level klub dan tim nasional.
Menariknya, nominasi kali ini tidak hanya diisi kiper lokal. Dua penjaga gawang keturunan juga masuk daftar berkat performa impresif bersama Timnas Indonesia. Oleh karena itu, persaingan menuju penghargaan ini dipastikan ketat.
Setiap kandidat memiliki keunggulan berbeda. Ada yang bersinar di kompetisi Eropa, ada pula yang tampil stabil di BRI Liga 1. Berikut ulasan lengkap lima kiper yang masuk nominasi.
Emil Audero: Adaptasi Cepat di Timnas dan Stabil di Klub
Emil Audero langsung mencuri perhatian setelah resmi menjadi WNI pada 10 Maret 2025. Kiper kelahiran Mataram tersebut segera menjalani debut saat menghadapi China di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sejak debut itu, Audero mencatat empat penampilan bersama skuad Garuda. Dalam total 160 menit bermain, ia menghasilkan delapan penyelamatan dan tiga clean sheet. Catatan tersebut menunjukkan adaptasi yang cepat.
Di level klub, performanya juga konsisten. Ia tampil 32 kali dengan total 2.880 menit bersama Palermo dan Cremonese. Dari jumlah tersebut, ia mencatat 95 penyelamatan dan tujuh clean sheet.
Kontribusi di dua level kompetisi membuat namanya layak diperhitungkan. Selain itu, pengalaman bermain di Italia menjadi nilai tambah tersendiri.
Maarten Paes: Konsistensi dan Peran Penting di Timnas
Maarten Paes juga masuk nominasi berkat performa stabilnya. Kiper kelahiran Nijmegen ini mencatat 58 penampilan bersama FC Dallas di MLS. Dari jumlah tersebut, ia membukukan 194 penyelamatan dan sembilan clean sheet.
Di Timnas Indonesia, Paes menunjukkan peran sentral. Ia mencatat 10 penampilan dan selalu menjadi pilihan utama. Konsistensinya membantu skuad Merah Putih di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Yang terpenting, Paes mampu menjaga stabilitas lini belakang dalam laga-laga krusial. Ia jarang melakukan kesalahan fatal. Karena itu, posisinya dalam nominasi cukup kuat.
Selain statistik, kepercayaan pelatih juga menjadi indikator penting. Paes menunjukkan kematangan dalam mengatur pertahanan.
Ernando Ari: Pilar Persebaya dan Opsi Andalan Timnas
Dari kiper lokal, Ernando Ari Sutaryadi tampil mencolok. Bersama Persebaya Surabaya, ia mencatat 34 penampilan dengan total 3.040 menit bermain. Kontribusinya meliputi 125 penyelamatan dan 12 clean sheet.
Musim lalu, ia membantu Persebaya finis di peringkat keempat klasemen. Selain itu, ia tetap menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Performa Ernando menunjukkan peningkatan signifikan. Refleks cepat dan keberanian keluar dari garis gawang menjadi keunggulannya. Oleh karena itu, ia terus bersaing untuk posisi utama di tim nasional.
Meski menghadapi persaingan ketat, konsistensi di level klub menjadi modal penting. Usianya yang masih 23 tahun juga memberi prospek jangka panjang.
Nadeo Argawinata: Stabil Bersama Borneo FC
Nadeo Argawinata menjadi kandidat berikutnya. Bersama Borneo FC, ia tampil 40 kali di BRI Super League dan ASEAN Club Championship. Dari jumlah tersebut, ia mencatat 119 penyelamatan dan 18 clean sheet.
Statistik clean sheet miliknya cukup impresif. Hal ini menunjukkan soliditas lini belakang Borneo FC. Selain itu, ia tetap masuk daftar panggilan Timnas Indonesia.
Meski belum menjadi pilihan utama, Nadeo terus menunjukkan profesionalisme. Ia menjaga performa di level klub dan siap ketika mendapat kesempatan.
Pengalaman dan konsistensinya membuat namanya pantas masuk nominasi. Dalam persaingan ini, kontribusi di dua kompetisi berbeda menjadi nilai tambah.
Teja Paku Alam: Performa Klub yang Mengesankan
Teja Paku Alam menjadi satu-satunya kandidat yang tidak aktif di Timnas dalam periode ini. Namun, performanya bersama Persib Bandung sangat menonjol. Ia mencatat 22 penampilan dengan 54 penyelamatan dan sembilan clean sheet.
Musim 2024/2025, Teja turut membawa Persib meraih gelar juara BRI Liga 1. Selain itu, ia membantu tim lolos dari fase grup AFC Champions League Two 2025/2026.
Kontribusi tersebut menunjukkan peran vitalnya di level klub. Meski menit bermain lebih sedikit dibanding kandidat lain, efektivitasnya tetap tinggi.
Pengalaman dan kepemimpinannya di lini belakang menjadi keunggulan tersendiri. Oleh karena itu, namanya layak dipertimbangkan sebagai salah satu kandidat kuat.
Siapa Paling Istimewa?
Penilaian Men’s Goalkeeper of The Year PSSI Awards tidak hanya melihat statistik. Aspek kontribusi, konsistensi, dan dampak terhadap tim juga menjadi pertimbangan utama.
Emil Audero dan Maarten Paes memiliki pengalaman internasional yang luas. Sementara itu, Ernando dan Nadeo menunjukkan stabilitas di kompetisi domestik. Teja Paku Alam tampil menonjol lewat kontribusi juara.
Persaingan ini mencerminkan kualitas penjaga gawang Indonesia yang semakin berkembang. Selain itu, kehadiran pemain keturunan memperkaya pilihan di level nasional.
Keputusan akhir akan bergantung pada evaluasi menyeluruh panel penilai. Yang jelas, kelima kandidat telah memberikan kontribusi signifikan dalam periode penilaian.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk apresiasi atas kerja keras di bawah mistar. Siapa pun pemenangnya, nominasi ini sudah menunjukkan peningkatan kualitas kiper Indonesia di berbagai level kompetisi.






