5 El Clasico paling bersejarah selalu menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola dunia. Rivalitas Barcelona dan Real Madrid terus menghadirkan pertandingan penuh drama, gol spektakuler, dan momen ikonik yang sulit dilupakan.
Terbaru, Barcelona mengalahkan Real Madrid 3-2 pada final Supercopa de Espana 2026. Duel panas tersebut kembali memperlihatkan tingginya tensi pertandingan antara dua raksasa Spanyol itu.
Kini, perhatian kembali tertuju ke Camp Nou jelang lanjutan La Liga pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB. Barcelona hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan gelar juara musim ini.
Sementara itu, Real Madrid datang dengan tekanan besar setelah gagal di Liga Champions. Situasi internal Los Blancos juga terus menjadi sorotan menjelang duel panas tersebut.
Sebelum pertandingan terbaru digelar, sejumlah El Clasico legendaris masih terus dikenang hingga sekarang. Berikut lima duel paling bersejarah dalam rivalitas Barcelona dan Real Madrid.
Lionel Messi Bersinar di Camp Nou Tahun 2007
Camp Nou menjadi saksi lahirnya Lionel Messi sebagai bintang besar dunia pada Maret 2007. Saat itu, Barcelona bermain imbang 3-3 melawan Real Madrid dalam laga penuh drama.
Messi yang baru berusia 19 tahun tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Ia mencetak hattrick sensasional ke gawang Real Madrid.
Madrid sempat unggul dua kali melalui Ruud van Nistelrooy. Selain itu, Sergio Ramos juga membawa tim tamu memimpin 3-2 pada babak kedua.
Namun, Messi terus memberikan respons meski Barcelona bermain dengan 10 pemain setelah Oleguer mendapat kartu merah. Situasi tersebut membuat pertandingan semakin panas.
Pada masa injury time, Messi kembali muncul sebagai penyelamat. Ia melewati dua pemain lawan sebelum mencetak gol penyeimbang untuk Barcelona.
Gol tersebut menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah El Clasico. Selain itu, pertandingan itu juga menandai awal dominasi Messi di laga besar.
Barcelona Era Guardiola Hancurkan Madrid
El Clasico pada Oktober 2010 menjadi malam kelam bagi Real Madrid. Barcelona menghancurkan rival abadinya dengan skor telak 5-0 di Camp Nou.
Saat itu, Jose Mourinho baru memulai proyek besarnya bersama Madrid. Los Blancos juga diperkuat pemain top seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.
Namun, Barcelona tampil luar biasa di bawah arahan Pep Guardiola. Permainan tiki-taka mereka membuat Madrid kesulitan mengembangkan permainan.
Xavi Hernandez dan Pedro Rodriguez membawa Barcelona unggul cepat. Setelah itu, David Villa mencetak dua gol tambahan untuk Blaugrana.
Jeffren Suarez akhirnya menutup pesta gol Barcelona pada akhir pertandingan. Selain kalah besar, Madrid juga kehilangan Sergio Ramos akibat kartu merah.
Banyak pihak menyebut pertandingan tersebut sebagai puncak kejayaan Barcelona era Guardiola. Dominasi mereka terasa nyaris sempurna sepanjang laga.
Drama Tujuh Gol di Bernabeu Tahun 2014
El Clasico Maret 2014 menghadirkan salah satu pertandingan paling liar dalam sejarah rivalitas ini. Barcelona akhirnya menang dramatis 4-3 di Santiago Bernabeu.
Andres Iniesta membawa Barcelona unggul cepat lewat tembakan keras. Namun, Karim Benzema langsung membalas dengan dua gol beruntun.
Cristiano Ronaldo kemudian menambah gol dari titik penalti. Situasi itu membuat Madrid unggul 3-2 pada babak kedua.
Akan tetapi, pertandingan berubah setelah Sergio Ramos mendapat kartu merah karena melanggar Neymar di kotak penalti. Lionel Messi sukses mencetak gol penyeimbang dari titik putih.
Drama belum berhenti sampai di situ. Barcelona kembali mendapat penalti menjelang akhir pertandingan setelah Dani Carvajal melanggar Iniesta.
Messi kembali menjalankan tugasnya dengan sempurna. Hattrick tersebut memastikan kemenangan penting bagi Barcelona di Bernabeu.
Sprint Gareth Bale Jadi Momen Legendaris
Sebulan setelah kekalahan di liga, Real Madrid membalas pada final Copa del Rey 2014. Los Blancos menang 2-1 berkat aksi luar biasa Gareth Bale.
Madrid tampil tanpa Cristiano Ronaldo yang mengalami cedera. Meski begitu, mereka tetap mampu memberikan tekanan besar kepada Barcelona.
Angel Di Maria membuka keunggulan Madrid sebelum Marc Bartra menyamakan skor lewat sundulan. Pertandingan kemudian berjalan semakin ketat.
Ketika laga tampak menuju perpanjangan waktu, Gareth Bale menciptakan salah satu gol paling ikonik dalam sejarah El Clasico. Winger asal Wales itu melakukan sprint luar biasa dari sisi lapangan.
Bale melewati Bartra dengan kecepatan tinggi sebelum menaklukkan Jose Manuel Pinto. Gol tersebut langsung menjadi legenda sepak bola dunia.
Hingga sekarang, aksi Bale masih sering diputar sebagai salah satu momen terbaik dalam sejarah rivalitas Barcelona dan Real Madrid.
Selebrasi Jersey Messi Bungkam Bernabeu
El Clasico April 2017 kembali menghadirkan drama luar biasa. Barcelona menang 3-2 atas Real Madrid lewat gol Lionel Messi pada detik terakhir pertandingan.
Casemiro membawa Madrid unggul lebih dulu sebelum Messi menyamakan skor. Setelah itu, Ivan Rakitic membuat Barcelona berbalik memimpin.
Madrid kemudian membalas lewat gol James Rodriguez pada menit ke-85. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Messi kembali menjadi penentu kemenangan.
Gol tersebut menjadi gol ke-500 Messi bersama Barcelona. Selebrasinya setelah mencetak gol juga langsung menjadi ikon sepak bola dunia.
Messi mengangkat jersey Barcelona ke arah tribun Santiago Bernabeu. Momen itu menjadi salah satu selebrasi paling terkenal dalam sejarah El Clasico.






