Saturday, June 20, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala Dunia4 Fakta Menarik Usai Inggris Kalahkan Kroasia 4-2, Bellingham Bersinar dan Kane...

4 Fakta Menarik Usai Inggris Kalahkan Kroasia 4-2, Bellingham Bersinar dan Kane Samai Rekor

Timnas Inggris membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan penting atas Kroasia. Bermain di AT&T Stadium, Arlington, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB, The Three Lions menang dengan skor 4-2 dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Enam gol tercipta sepanjang laga dan memperlihatkan kualitas serangan kedua tim sejak menit awal.

Kemenangan tersebut membawa Inggris meraih tiga poin pertama di Grup L. Selain itu, hasil ini juga menghadirkan sejumlah catatan menarik, mulai dari performa gemilang Jude Bellingham hingga pencapaian terbaru Harry Kane yang semakin mendekati status legenda.

- Advertisement -
asia9QQ

Jude Bellingham Menjawab Semua Keraguan

Sebelum pertandingan dimulai, posisi Jude Bellingham sempat menjadi bahan perdebatan. Sejumlah pengamat mempertanyakan keputusan Thomas Tuchel yang menempatkannya di belakang penyerang utama.

Namun, gelandang Real Madrid itu memberikan jawaban sempurna di atas lapangan. Bellingham tampil dominan dan menjadi motor permainan Inggris sepanjang pertandingan.

Pergerakannya mampu menciptakan ruang bagi rekan-rekannya. Selain itu, ia juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

Kontribusinya semakin lengkap setelah mencetak gol penting pada babak kedua. Gol tersebut membantu Inggris kembali memimpin dan mengubah arah pertandingan.

Kroasia beberapa kali kesulitan mengawal pergerakan pemain berusia 23 tahun tersebut. Karena itu, Bellingham layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik dalam laga ini.

Yang terpenting, penampilannya memperlihatkan mengapa ia tetap menjadi pilihan utama di tim nasional Inggris. Kualitas, energi, dan visi bermainnya kembali menjadi pembeda.

Respons Positif Inggris Setelah Turun Minum

Inggris sebenarnya tidak menjalani babak pertama dengan sempurna. Meski dua kali unggul, mereka juga dua kali membiarkan Kroasia menyamakan kedudukan.

Skor 2-2 saat jeda membuat situasi pertandingan masih terbuka. Kondisi tersebut menuntut respons cepat dari skuad asuhan Thomas Tuchel.

Respons yang muncul pada babak kedua sangat mengesankan. Inggris langsung meningkatkan intensitas permainan dan menekan lawan sejak awal.

Gol cepat Bellingham pada menit ke-47 menjadi titik balik penting. Setelah itu, Inggris tampil lebih percaya diri dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan.

Lini tengah Inggris terlihat lebih agresif dalam memenangkan duel. Sementara itu, sektor sayap juga memberikan ancaman yang konsisten sepanjang babak kedua.

Kedalaman skuad menjadi faktor yang sangat membantu. Noni Madueke tampil aktif sejak awal, sedangkan Marcus Rashford dan Bukayo Saka memberikan dampak besar setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Dominasi tersebut membuat Kroasia kesulitan mengembangkan permainan. Oleh karena itu, Inggris mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Harry Kane Kian Dekat dengan Rekor Bersejarah

Di tengah banyaknya sorotan terhadap pemain muda, Harry Kane kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin tim. Kapten Inggris itu mencetak dua gol penting yang membantu tim mengamankan kemenangan.

Kane sempat mengalami momen sulit saat gagal mengeksekusi penalti. Namun, ketenangannya tetap terjaga meski berada dalam tekanan.

Setelah wasit memerintahkan penalti diulang, Kane tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua. Ia sukses mencetak gol dan membawa Inggris kembali unggul.

Gol tambahan yang dicetaknya membuat koleksi gol Kane di putaran final Piala Dunia menjadi 10. Catatan tersebut menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di ajang tersebut.

Pencapaian itu menunjukkan konsistensi luar biasa yang dimiliki Kane selama bertahun-tahun. Selain produktif, ia juga tetap menjadi sosok penting dalam membimbing para pemain muda.

Drama Penalti Tunjukkan Mentalitas Baru Inggris

Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dalam pertandingan ini adalah insiden penalti Inggris. Situasi tersebut bermula ketika Luka Modric melanggar Noni Madueke di area terlarang.

Harry Kane maju sebagai eksekutor utama. Akan tetapi, tendangan pertamanya berhasil digagalkan oleh Dominik Livakovic.

Meski demikian, tayangan ulang memperlihatkan bahwa kiper Kroasia bergerak lebih cepat dari garis gawang. Wasit kemudian memutuskan untuk mengulang eksekusi penalti tersebut.

Pada kesempatan kedua, Kane berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol itu menjadi simbol perubahan mentalitas yang diperlihatkan Inggris.

Pada masa lalu, momen seperti ini sering menjadi tekanan besar bagi The Three Lions. Kini, mereka mampu tetap tenang dan fokus hingga akhirnya mengamankan kemenangan.

Kemenangan 4-2 atas Kroasia menjadi awal yang menjanjikan bagi Inggris di Piala Dunia 2026. Selain meraih tiga poin, mereka juga menunjukkan kualitas permainan dan karakter yang dibutuhkan untuk bersaing dalam perebutan gelar juara.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments