Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga IndonesiaTimnas U-19 Menunggu Kedatangan Bagus Kahfi Setelah Ia Gagal Gabung dengan FC...

Timnas U-19 Menunggu Kedatangan Bagus Kahfi Setelah Ia Gagal Gabung dengan FC Uthrect

Setelah dinyatakan gagal ke Eropa, Bagus Kahfi akhirnya mendapatkan kabar baik. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, menyatakan bahwa ia akan memperkuat Timnas Indonesia U-19.

Menurut Indra, PSSI masih menunggu kabar kesembuhan dari Bagus setelah mengalami cedera parah pada pergelangan kaki yang ia alami sejak Maret lalu.

Pemain asal Magelang itu mengalami cedera pergelangan kaki yang cukup parah saat bermain untuk Garuda Select II saat berduel dengan Reading U-18.

“PSSI masih menunggu pemulihan cedera Bagus Kahfi 100 persen, dan ia akan diikutsertakan di Timnas U-19,” kata Indra dalam laman PSSI.

Langkah ini juga sebagai penanda bahwa Bagus masih berpeluang untuk berkarier di luar negeri.

Sebelumnya, pemain dengan rambutnya yang kribo itu berencana bergabung dengan FC Utrecht, klub asal Belanda. Namun hal tersebut tidak bisa terwujud karena Barito Putera tidak kunjung memberikan surat pelepasan pada klub Belanda tersebut sampai tenggat waktu Jum’at, 27 November lalu.

Rencana tersebut bermula dari proses pemulihan cederanya. Bagus sempat menjalani perawatan di Inggris kemudian ke Belanda bersama FC Utrecht.

“Kami yakin ia bisa bermain dengan apik dan bersaing di skuad Timnas U-19. Kemungkinan besar juga ia diikutsertakan di Piala AFC dan Piala Dunia nanti,” ujarnya.

“Kalau penampilannya di dua ajang tersebut terpantau baik dan maksimal, ia juga bisa dilirik oleh banyak talent scout dan bisa saja berkarier di klub Eropa,” kata dia lagi.

Sikap PSSI Saat Bagus Kahfi Gagal Bergabung dengan FC Utrecht

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, turut berkomentar mengenai batalnya Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri berkarier ke Eropa. Penyebab utamanya kemungkinan disebabkan miskomunikasi antara pihak klub Eropa dan Barito Putera.

Bagus Kahfi gagal mewujudnya cita-citanya untuk bergabung dengan FC Utrecht, klub asal Belanda. Ini disebabkan oleh Barito Putera yang terlambat mengeluarkan surat pelepasan kepada FC Utrecht sampai dengan deadline 27 November kemarin.

Padahal, pelatih Barito Putera, Djajang mengatakan ia dan menajemen sepakat untuk mendukung Bagus untuk berkarier di Eropa. Ia juga menegaskan bahwa klub yang bermarkas di Banjarmasin itu sama sekali tidak berniat untuk menghalang-halangi karier Bagus Kahfi.

Insiden tersebut kemudian menjadi sorotan publik karena Barito Putera dianggap tidak mendukung penuh pemainnya untuk berkarier di luar negeri, khususnya Eropa.

PSSI, induk federasi sepakbola tertinggi di Indonesia, juga sudah mendengar kabar tersebut. Untuk itu, proses mediasi pun dilakukan sesuai dengan instruksi Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik dan tidak terjadi lagi kesalahpamahaman anatara dua pihak.

“Ini menjadi kewajiban PSSI untuk mengembalikan pemain ke klubnya dan Bagus beserta orang tuanya untuk melakukan mediasi dengan Barito Putera agar tidak ada lagi kesalahpahaman. Ini sudah dilakukan oleh Bagus Kahfi,” kata Indra dalam laman PSSI.

“Mengenai Bagus Kahfi bisa atau tidaknya pindah ke klub lain adalah urusan profesional klub. Kami tidak bisa ikut campur mengenai kontrak antara klub dan pemain, khususnya Bagus dengan Barito Putera. Kami hanya berharap semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dari kasus Bagus ini, Indra juga mewanti-wanti Mola TV agar proses penyaluran pemain dilakukan dengan baik dan benar.

Sejauh ini, Dennis Wise, Direktur Teknik Garuda Select dan Mola TV, turut berperan penting dalam proses Bagus Kahfi sampai akhirnya dilirik oleh klub asal Eropa. Garuda Select sendiri merupakan program kerja sama yang dilakukan Mola TV dengan PSSI agar pemain sepakbola Indonesia mendapatkan pelatihan terbaik di Inggris selama enam bulan.

“Mola TV sejauh ini juga mencari cara agar pemain Indonesia bisa tampil di klub Eropa. Mola TV kalau pun ingin ‘membantu’, mereka harus berkomunikasi dengan klub juga dan tidak hanya mengabarkan pada pemain ataupun orang tuanya,” ungkap mantan pelatih timnas U-19 dan U-23 tersebut.

Ia juga selalu mengingatkan agar pemain dan klub tetap memperhatikan kontraknya. “Jika pemain memiliki keseriusan dalam berkarier dan optimis mendapatkan peluang main di Eropa, hal tersebut harus dimasukan ke dalam klausul kontrak mereka dengan klub,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments