Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga IndonesiaTimnas U-19 Batal ke Turki Karena Alasan Ini

Timnas U-19 Batal ke Turki Karena Alasan Ini

PSSI mengabarkan bahwa Timnas U-19 batal ke Turki. Ini dikarenakan belum ada kejelasan mengenai lawan untuk Garuda Muda. Untuk itu, Timnas U-19 akan tetap melanjutkan program latihannya di Kroasia.

“Keputusan PSSI terkait hal ini adalah menyarankan Timnas U-19 melanjutkan TC di Kroasia. Karena belum ada lawan uji coba di Turki, mereka tidak jadi kesana,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam rilis federasi.

” Sebenarnya, sudah ada daftar lawan uji coba berkualitas yang kami persipakan untuk Timnas U-19 selama bulan Oktober ini di Kroasia,” ujarnya.

Isu kebatalan ini sebenarnya sudah terdengar sejak Selasa, (29/9/2020). Saat itu, Mochamad Iriawan menyaakan bahwa Timnas U-19 belum bisa dipastikan jadwal keberangkatannya ke Turki.

Ini nyaranya benar. PSSI membatalkan keberangkana Timnas U-19 ke Turki. Namun, durasi tinggal Timnas U-19 disana tidak diketahui.

Timnas U-19 berangkat ke Korasia pada bulan Agustus lalu. Disana mereka melakukan tujuh kali uji coba dengan perolehan dua kali menang, dua kali imbang, dan tiga kali kalah. Selai itu, mereka juga mengadaan latihan.

“Saya bangga pemain bisa bermain dengan apik dan menunjukan progress yang baik. PSSI akan terus mendukung program yang di gagas oleh Shin Tae-yong tersebut agar Timnas-U19 bisa pulang membawa kemenangan,” ucap Mochamad Iriawan mengenai kiprah Timnas Indonesia U-19 sejauh ini.

Program Latihan Timnas U-19 Sebelum ke Turki

Timnas U-19 sampai saat ini masih menjalankan program latihan (TC) penguatan otot. Program latihan ini diungkapkan oleh Shin Tae-yong sebelum mereka diberangkatkan ke Turki.

Laga uji coba berakhir setelah Timnas-U19 berhasil mengalahkan Dinamo Zagreb 1-0, Senin (28/9/2020). Timnas U-19 sudah menuntaskan tujuh pertandingan di sela-sela pemusatan latihan di Kroasia.

Agra tidak membuang-buang waktu, Shin Tae-yong membuat program latihan baru untuk skuadnya. Ini dilakukan agar performa timnya jauh lebih baik sebelum berangkat ke Turki.

“Agar waktu tidak terbuang sia-sia, kamu akan fokus bermain latihan beban sebagai salah satu persiapan sebelum berangkat TC ke Turki. Jadi, performa pemain nantinya akan lebih fresh dan lebih baik,” kata Shin Tae-yong dikutip dari Youtube PSSI.

“Terus terang saja, otot pemain saat ini masih dinilai lemah dan cepat merasa lelah. Oleh karena itu, penguatan otot sangat penting sebelum kami berangkat ke Negara Rumah Para Peri tersebut,” ujarnya menambahkan.

Shin Tae-yong masih ingin sesuatu yang lebih dari Timnas-U19 meskipun mereka sudah menunjukan perkembangan positif dalam beberapa uji coba. Tim Garuda Muda mencatatkan peroleha dua kali menang, dua kali imbang, dan tiga kali kalah.

Meskipun di awal-awal laga mereka sempat terpuruk, Timnas Indonesia U-19 bisa bangkit kembali, bahkan sampai bisa meraih kemenangan. Namun Shin Tae-yong rupanya belum puas dan masih ingin meningkatkan skill mereka lagi di lapangan.

“Secara keseluruhan kami belum maksimal. Namun, performa mereka sejauh ini mengalami perkembangan yang baik,” tutur eks pemain dan pelatih Seongnam Ilhwa Chunma itu.

“Saya cukup bangga pemain masih bisa stabil saat bermain. Mereka bermain sangat apik,” ucapnya.

Rencananya, Timnas U-19 akan berangkat ke Turki pada 2 Oktober mendatang seperti yang dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi. Di sana, Garuda Muda rencananya akan menggelar uji coba lagi dengan UEA (Uni Emirat Arab), Iran, dan Mesir. Namun kenyatannya, rencana ke Turki tersebut dibatalkan karena ternyata lawannya belum bisa dipastikan dengan jelas.

Shin Tae-yong Masih Cari Pemain Terbaik

Meski Timnas U-19 batal ke Turki, Shin Tae-yong rupanya masih memburu pemain 11 utama. Berbagai latihan dan uji coba di Kroasia masih belum puas untuk dirinya.

Shin tae-yong sendiri sudah menargetkan beberapa nama. Mulai dari David Maulana sebagai gelandang, Adi Satrio di posisi kiper, duo bek sayap Pratama Arhan Alief-Bagas Kaffa di sektor, dan Rizki Ridho di posisi pertahanan.

Namun, posisi masih belum bisa dipastikan. Irfan Jauhari, Saddam Gaffar, dan Braif Fatari kerap berbagi tempat untuk mengisi dua pos di depan dalam formasi 4-4-2.

“Kami masih berburu 11 pemain inti. Secara keseluruhan kami masih belum maksimal. Meski begitu, pemain menunjukan performa yang semakin baik,” tutur pelatih asal Korea Selatan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments