Saturday, January 28, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga IndonesiaPersela Lamongan Menyusun Ulang Strategi Setelah Shopee Liga 1 2020 Ditunda Lagi

Persela Lamongan Menyusun Ulang Strategi Setelah Shopee Liga 1 2020 Ditunda Lagi

Shopee Liga 1 2020 ditunda lagi sampai bulan November. Ini tentu saja berita tidak sedap bagi seluruh tim, termasuk Persela Lamongan. Mereka mau tidak mau harus menyusun ulang persiapan tim.

“Dengan adanya informasi ini, kami akan tetap berkoordinasi dengan jajaran pelatih apakah apakah latihan akan tetap dilangsungkan atau harus jeda untuk sementra waktu,” kata Manajer Persela Edy Yunan Achmadi usai audensi dengan Kapolres Lamongan, Selasa (29/9/2020).

Yunan berharap pemain akan tetap mendapatkan program latihan mandiri jika aktivitas latihan harus diliburkan seperti seperti kompetisi yang dilakukan bulan lalu.

“Untuk perisapan selama penundaan, pelatih akan menyusun program lanjutan,” tuturnya.

Yunan juga menambahkan, Persela Lamongan juga masih menunggu hasil tes Swab seluruh pemain dan ofisial tim. “Semoga saja hasilnya sesuai dengan yang diharapkan,” harap Yunan.

Sementara, Kapolres Lamongan AKBP Harun mengucapkan banyak terima kasih pada Persela Lamongan setelah melakukan audiensi dengan supporter dan manajemen. Persela sudah mengonfirmasi penundaan yang harusnya dipentaskan di Stadion Surajaya Lamongan 3 Oktober mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas konfirmasinya. Kami juga berusaha meminimalisir kerumunan dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Harun seraya berharap selalu ada koordinasi yang baik agar tercipta situasi yang kondusif.

Sebagai kenang-kenangan, Kapolres Lamongan sihadiahi sebuah jersey khusus dari manajemen Persela Lamongan. Yunan yang memberikan Jersey itu secara langsung kepada Kapolres sebagai simbol persaudaraan.

Ini Harapan Persela Lamongan Saat Shopee Liga 1 Ditunda

Nampaknya tim dan supporter merasa kecewa dengan kabar penundaan Shopee Liga 1. Manajer Persela LAmongan pun turut mengomentari penundaan ini. Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi menyatakan, timnya tetap menghargai keputusan tersebut.

“Apapun keputusannya, akan sangat kami hormati ini juga kan untuk kebaikan kita bersama. Meskipun pada kenyataannya semua tim sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, tapi kondisi seperti ini tidak bisa dipaksakan, sehingga kami harus tetap patuh pada aturan,” kata Yunan usai bertemu Kapolres Lamongan di Mapolres Lamongan, Selasa (29/9/2020).

Yunan juga menambahkan, penundaan ajang ini berdampak pada seluruh tim kontestan Shopee Liga 1 2020. Menurutnya, dampak yang paling terasa adalah dari segi finansial srtiap tim.

“Dengan adanya penundaan ini, beban operasional akan bertambah. Maksudanya, faktor finansial akan semakin membengkak,” ujarnya.

Dengan adanya dampak yang tidak sedap ini, Yunan berharap PT LIB selaku operator kompetisi dan PSSI sebagai induk federasi bisa memberikan keputusan yang baik dan tepat agar tidak banyak pihak yang dirugikan menjelang kompetisi ini.

“Semoga saja ada win-win solution setelah ada pengumuman penundaan ini. Diharapkan ada solusi yang terbaik untuk klub, pemain, pelatih dan juga antara klub dengan LIB maupun dengan PSSI,” terang Yunan.

Selain itu, Yunan juga menambahkan bahwa Persela Lamongan juga masih berkomunikasi dengan tim lain, siapa tahu ada solusi terbaik terkait penundaan kompetisi yang suda ditunggu-tunggu ini. “Kami juga tetap berkomunikasi tim lain agar mendapatkan solusi terbaik terkait penundaan ini,” pungkasnya.

Sudah Menjalani Tes Swab

Menjelang kompetisi Shopee Liga 1 2020, semua tim Persela Lamongan sudah menjalani tes Swab. Ini dilakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan menjelang pertandingan.

Manajer Persela Edy Yunan Achmadi menyatakan, tes swab timnya difasilitasi oleh PT Liga Indonesia Baru yang diselenggarakan di Sport Center Lamongan (SCL).

“Kami akan mengikuti arahan dan peraturan dari PT LIB atau regulasi yang ada. H-5 dalam pertandingan perdana dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2020 ini seluruh pelatih, ofisial, pemain, dan juga teman-teman dari Panpel yang akan turun ke lapangan harus menjalani tes corona melalui tes Swab,” kata Yunan usai pelaksanaan swab test, Senin (28/9/2020).

Ia juga menambahkan, anggota Persela Lamongan yang ikut tes Swab ada 79 orang yang terdiri dari ofisial, panitia pelaksana, dan pemain.

“Jumlah pemain yang ikut tes Swab ada sekitar 35, panpel berjumlah 32 orang, dan ofisial ada 12 orang. Jadi, jumlahnya ada 79 orang yang ikut tes Swab,” tuturnya.

Tes swab merupakan salah satu persyaratan wajib yang dilakukan menjelang kompetisi bergengsi ini. Namun, Shopee Liga 1 2020 ditunda lagi dan seluruh tim peserta harus menunggu lagi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments