Saturday, July 11, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaPersaingan Masuk Skuad Timnas Sepak Bola Putri Indonesia Semakin Ketat

Persaingan Masuk Skuad Timnas Sepak Bola Putri Indonesia Semakin Ketat

Timo Scheunemann: Persaingan Timnas Putri Indonesia Kian Ketat

Pelatih tim nasional U16 putri Indonesia Timo Scheunemann mengingatkan pesepak bola muda untuk lebih serius berlatih, Sabtu, 11 Juli 2026, di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ia menilai persaingan menembus timnas sepak bola putri Indonesia kini semakin ketat.

- Advertisement -
asia9QQ

Timo mengatakan kondisi itu dipicu oleh bertambahnya pemain berbakat dan hadirnya turnamen kelompok umur dengan standar yang baik. Situasi tersebut membuat peluang masuk skuad Srikandi menjadi semakin kompetitif.

“Jadi harapan saya setiap pemain jangan melewatkan kesempatan di setiap turnamen agar menjadi lebih serius lagi mengembangkan karir,” kata pria yang kerap disapa Coach Timo itu.

Menurut dia, situasi sekarang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Saat itu, jumlah pemain putri masih terbatas. Pilihan pemain untuk timnas kelompok umur maupun senior juga belum sebanyak sekarang.

Timo menilai peningkatan kualitas dan kuantitas pemain membuat persaingan menjadi lebih sehat. Karena itu, setiap pemain harus menjaga konsistensi latihan bila ingin tetap bersaing memperebutkan tempat di timnas.

Ia mencontohkan proses pemilihan pemain timnas U16 untuk menghadapi Srikandi Merdeka Cup pada 14-23 Agustus 2026. Ajang itu disebut akan membuka peluang lebih besar bagi pemain untuk tampil membela Indonesia.

Tim pelatih berencana menyiapkan dua skuad. Masing-masing skuad akan berisi 23 pemain. Artinya, sekitar 46 pemain berpeluang mengenakan seragam timnas U16 putri pada Srikandi Merdeka Cup mendatang.

Timo menjelaskan perkembangan pemain tidak lepas dari berlangsungnya kompetisi usia muda selama sekitar 10 bulan terakhir. Dengan kompetisi yang rutin, para pemain mendapat jam bertanding yang lebih konsisten.

Selain itu, banyak klub mulai menerapkan pembinaan berkelanjutan. Latihan dilakukan sepanjang tahun, bukan hanya menjelang turnamen seperti sebelumnya.

Terkait penjaringan pemain, Timo menegaskan tim pelatih tidak mengambil keputusan hanya dari satu pertandingan. Setiap pemain dipantau secara rinci dalam beberapa laga sebelum dibandingkan dengan pemain lain di posisi yang sama.

Pelatih asal Jerman itu menyebut penilaian tidak hanya berfokus pada teknik. Tim pelatih juga melihat kecerdasan bermain saat menguasai bola maupun tanpa bola, kemampuan mengambil keputusan, fleksibilitas bermain di berbagai posisi, hingga kondisi fisik.

Semua aspek tersebut, kata dia, menjadi satu kesatuan dalam proses seleksi. Karena itu, pemain dituntut memenuhi seluruh indikator penilaian agar bisa bersaing masuk tim nasional.

Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 disebut menjadi salah satu jembatan bagi pesepak bola muda putri U15 dan U18. Turnamen itu menjadi wadah persiapan sebelum mereka melangkah ke level senior.

Penyelenggara menilai ajang tersebut bisa menjadi talent pool bagi klub-klub elite yang ingin membentuk tim sepak bola putri. Turnamen itu juga membantu Persatuan Sepak Bola Seluruj Indonesia (PSSI) menemukan pemain potensial untuk tim nasional pada masa depan.

Selama HSL All-Stars 2025/2026 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Timo Scheunemann bersama tim pelatih dan asisten pelatih timnas sepak bola putri Indonesia Takumi Taniguchi memantau para pemain berbakat. Pemantauan itu dilakukan untuk mencari kandidat bagi timnas kelompok umur maupun timnas senior.

Sumber: ANTARA

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments