Thursday, February 2, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga InggrisPenalti Bruno Fernandes Hanya Bagian dari Permainan Saja

Penalti Bruno Fernandes Hanya Bagian dari Permainan Saja

Penalti Bruno Fernandes disebut-sebut sebagai ‘kelebihannya’. Namun, pemain berusia 26 tahun tersebut menganggap gol dari penalti itu merupakan bagian dari pertandingan.

Musim lalu, Manchester United menobatkan Fernandes sebagai pemain terbaik di timnya. Ini tentu saja tidak aneh sejak ia didatangkan dari Sporting Januari lalu. Fernandes langsung menempati posisi lini tengah.

Fernandes jugatampil impresif dengan perolehan 12 gol dan sembilan assist. Meskipun begitu, gol-gol Fernandes kebanyakan dihasilkan dari tendangan penalti, yaitu delapan gol. Sementara Manchester United memiliki lebih dari 20 penalti sepanjang musim lalu.

Dengan adanya fakta tersebut, banyak pihak yang mencibir Fernandes karena hanya jago mencetak gol dari penalti. Kekalahan The Red Devil dari The Eagles membuktikan kapasitas Fernandes hanya bisa diciptakan di titik putih.

Dalam pertandingan tersebut, Whoscored mencatat performa Fernandes yang tidak membuat peluang sama sekali dan tidak memenangi duel dengan lawan. Bahkan Fernandes hanya melakukan passing sebanyak 21 kali dengan akurasi 86 persen.

Hal tersebut masih bisa dimaklumi mengingat ini adalah awal musim bagi Fernandes. Dia masih berpeluang untuk mencetak gol, meski itu harus dari titik putih. Oleh karena itu, Fernandes akan cuek saja kalau ada yang menyebutnya lagi dengan panggilan “si jago penalti”.

“Saya tidak mau komentar banyak soal penalti karena semua orang akan bilang ‘Bruno cuma bikin gol dari penalti’,” ujar Fernandes seperti dikutip Mirror.

“Padahal kalau pemain lain mencetak gol, malah tidak ada komentar! Tidak sedkit juga yang mencetak gol dari penalty. Anda tahu itu, kan?” sambungnya.

“Penalti juga menurut saya masih bagian dari pertandingan. Anda punya kesempatan, dan Anda harus bikin gol.”

“Saya tahu penalti itu terlihat sangat mudah, tapi siapa saja bisa kalah di final gara-gara penalti.”
“Manchester United berhasil keluar sebagai pemenang di Liga Champions di Moskow 2008 karena penalti. Namun orang terlalu meremehkannya karena mereka hanya menonton di TV.”

“Kelihatannya memang mudah, ‘Tinggal lihat kiper bergerak ke kiri, jadi kamu langsung saja tendang ke arah kanan, tambah Fernandes.

“Ya, saya bisa saja menembak ke kanan, tapi saya lebih milih tendang ke kiri dan kiper menepisnya, Itu bisa saja terjadi. Yang paling penting buat saya adalah tetap mencetak gol,” tutupnya.

Meskipun Penalti Bruno Fernandes ‘Jago’, Dia Tidak Mau Rebutan dengan Rashford

Bruno tidak mau rebutan gol penalty di Manchester United. Fernandes siap berbagi tendangan gol dengan Marcus Rashford.

Fernandes langsung dimainkan di lini tengah. Sepanjang paruh musim ke dua, Fernandes sudah mencetak 12 gol dan sembilan assist.

Dari total gol tersebut, delapan diantaranya dicetak Fernandes melalui tendangan penalti. Fernandes memang dikenal sebagai eksekutor bola mati yang handal, sehingga membuat Ole Gunnar Solskjaer selaku manajer sangat mengandalkannya.

Namun, dibalik pencapaiannya tersebut, Fernandes bisa jadi ancaman tersendiri bagi rekan setimnya, Rashford. Sebelum Fernandes bergabung, Rashford merupakan eksekutor penalti pertama The Red Devil.

Rekor penalti Rashford terbilang apik, yaitu ada 12 gol dari 14 kali kesempatan bersama Manchester United. Meski demikian, dua kegagalan itu didapat musim lalu sehingga kemungkinan besar Solskjaer mulai meragukan performa Rashford sebagai penendang penalti.

Mengenai hal tersebut, Fernandes tidak mau ambil pusing. Gelandang asal Portugal itu bahkan ingin berbagi jatah eksekutor 12 pas kepada Rashford lagi.

“Saya akan dengan senang hati mengambil penalty. Tim ini memiliki banyak pemain berkualitas seperti yang pernah saya bilang sebelumnya. Saya juga sudah bicara dengan beberapa pemain,” ujar Fernandes seperti dilansir Mirror.

“Menurut saya, Rashy adalah penendang penalti yang oke, jadi saya bilang kepadanya, ‘kalau kamu mau ambil tendangan penalti, ambil saja’. Saya tidak akan ambil pusing,” sambungnya.

“Saya optimis dalam mengambil penalti dan saya ingin mengambilnya. Namun jika ada yang ingin mengambil penalti, silakan ambil saja, saya tidak mau berkelahi gara-gara hal seperti itu.”

“Untuk saat ini, saya bisa saja capek atau tidak siap mengambil penalti. Saya bisa saja bilang ‘kamu saja yang ambil penaltinya’. Yang terpenting adalah mencetak gol untuk Manchester United. Dan ini tidak harus Penalti Bruno Fernandes. Siapa saja bisa,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments