Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, menyebut kemenangan 1-0 atas Persita Tangerang pada laga pekan kesembilan BRI Super League 2026/27 di Stadion Internasional Banten, Sabtu, sebagai hasil di luar dugaannya. Pernyataan itu disampaikan Mundari, Minggu, setelah timnya menundukkan satu-satunya tim yang sebelumnya belum terkalahkan.
Isenmulang meraih kemenangan lewat gol tunggal Adilson Silva pada menit ke-68. Hasil itu menjadi kemenangan kedua Isenmulang musim ini. Tambahan tiga poin juga mengangkat mereka keluar dari zona degradasi ke peringkat ke-15 dengan enam poin.
“Pada babak kedua, kami mendapat peluang dan berhasil mengonversinya menjadi gol. Sejujurnya ini hasil di luar dugaan saya karena performa Persita sangat luar biasa. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para pemain yang mampu berjuang dan bertahan sepanjang 90 menit,” kata Mundari, dikutip dari laman resmi I.League, Minggu.
Mundari mengakui timnya berada dalam tekanan besar sepanjang babak pertama. Menurut dia, Persita hanya tinggal menunggu momentum untuk mencetak gol. Namun, para pemain Isenmulang tetap mampu menjaga fokus hingga turun minum.
“Kalau dilihat pada babak pertama, sebetulnya lawan hanya tinggal menunggu momentum untuk mencetak gol saja. Tetapi anak-anak tetap fokus,” ujar Mundari.
Pelatih Isenmulang itu mengatakan persiapan singkat selama dua hari dimaksimalkan untuk menganalisis permainan Persita. Tim pelatih mempelajari cara Persita bertahan dan membangun serangan. Hasil analisis itu kemudian diterapkan dalam pertandingan.
“Seperti yang saya katakan kemarin, selama dua hari persiapan kami benar-benar menganalisis bagaimana Persita bermain, bagaimana mereka bertahan, dan bagaimana mereka membangun serangan. Syukur alhamdulillah malam ini, walaupun di babak pertama kami terus diserang dan terkurung, gawang kami tidak kebobolan,” tambah dia.
Dari sisi taktik, Mundari sengaja meminta anak asuhnya tidak bermain terlalu terbuka. Isenmulang memilih pendekatan defensif yang lebih terukur. Strategi itu dipilih setelah mereka belajar dari kekalahan saat melawat ke Bandung, dengan kekalahan empat gol tanpa balas.
Mundari juga menyoroti kekuatan Persita dalam skema serangan balik. Karena itu, Isenmulang menerapkan mid block setiap kehilangan bola. Tujuannya agar timnya tidak mudah diserang balik oleh tuan rumah.
“Salah satu yang kami cermati dari penampilan Persita belakangan ini, banyak gol mereka lahir dari skema serangan balik. Itu sangat kami antisipasi. Di babak pertama, kami sengaja memasang strategi saat kehilangan bola langsung turun menerapkan mid block untuk bertahan, jangan sampai terkena serangan balik,” jelas Mundari.
Menurut Mundari, situasi berubah pada babak kedua. Persita mulai terpancing oleh tuntutan untuk memenangi laga. Isenmulang lalu memanfaatkan celah itu untuk mencetak gol penentu kemenangan.
“Memasuki babak kedua, lawan tampak mulai terpancing karena tuntutan harus memenangkan laga. Di celah itulah kami memanfaatkan beberapa peluang yang ada. Saya pikir itu kunci kemenangannya, kami lebih sabar menunggu saat bertahan, meskipun risikonya memang sangat tinggi. Alhamdulillah, dari babak pertama hingga menit-menit akhir babak kedua, gawang kami tetap aman,” lanjut dia.
Laga berikutnya yang akan dijalani Isenmulang adalah menghadapi tim tamu Borneo pada pekan kesepuluh Super League. Pertandingan itu digelar setelah berakhirnya FIFA Match Day bulan ini, tepatnya pada 22 November.
Sumber: ANTARA



