Thursday, May 23, 2024
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsPelatih Hebat Namun Belum Pernah Juara Liga Champions

Pelatih Hebat Namun Belum Pernah Juara Liga Champions

Sejak pertama Liga Champions digelar, sudah banyak pelatih hebat yang berhasil menjadi juara Liga Champions. Namun tidak sedikit pula yang gagal membawa pulang trofi bergengsi tersebut. Pada kompetisi Liga Champions musim 2019-2020, Hansi Flick memang berhasil membawa Bayern Munchen menjadi tim yang berhasil membawa trofi Liga Champions tersebut pulang ke Jerman.

Sisi menarik dari keberhasilan Hansi Flick tersebut adalah, ia mampu meraih trofi tersebut di musim pertamanya sebagai pelatih pengganti Niko Kovac. Selain itu, ia hanya membutuhkan waktu selama paruh musim kedua untuk bisa membangkitkan dan membawa Bayern Munchen kembali ke jalur juara.

- Advertisement -
asia9QQ  width=

Hansi Flick memang dibekali pemain yang berkualitas seperti Robert Lewandowski dan Serge Gnabry serta Thomas Muller. Dan akhirnya Hansi Flick bisa mempersembahkan treble winner untuk Bayern Munchen hanya dalam masa baktinya di paruh musim kedua.

Tidak sedikit publik dan penonton yang berpendapat bahwa Hansi Flick bisa memenangkan Liga Champions karena sudah memiliki komposisi pemain yang sudah mumpuni dan berkualitas. Namun jika kita perhatikan, tidak sedikit juga pelatih yang sudah memiliki pemain berkualitas tinggi dan sukses besar di kompetisi domestik, namun masih saja gagal menjadi juara Liga Champions.

Nama Arsene Wenger memang tidaklah asing bagi kita para pencinta bola. Ia juga bisa dibilang sebagai salah satu pelatih sukses di Liga Inggris. Selama menjadi pelatih di Arsenal, ia sudah memberikan banyak prestasi dan trofi untuk The Gunner. Ia sudah memberikan 3 trofi piala FA, tiga kali meraih juara Liga Inggris, dan pernah menjalani satu musim kompetisi Liga Inggris tanpa mengalami satu pun kekalahan.

Sayangnya kiprah Arsenal bersama dengan Arsene Wenger tak pernah memiliki kenangan indah di kancah Eropa, terutama di Liga Champions. Terakhir pada tahun 2000, Arsene Wenger berhasil membawa Arsenal ke babak final UEFA Cup, yang kini dikenal dengan Liga Eropa. Namun sayangnya Arsenal harus kalah melalui adu penalti melawan Galatasaray. Enam tahun kemudian, Arsenal kembali berhasil lolos ke babak final Liga Champions. Namun kali ini mereka harus takluk di hadapan Barca.

Massimiliano Allegri jelas sangat ingin mengangkat trofi Liga Champions. Sepanjang karirnya sebagai pelatih, ia belum pernah sekalipun memenangkan trofi juara Liga Champions. Ia tercatat pernah dua kali membawa Juve berhasil lolos hingga final Liga Champions pada tahun 2015 dan 2017. Namun ia gagal membawa pulang piala Liga Champions tersebut.

Ada dua tim yang pernah ditukangi oleh Didier Deschamps, yaitu AS Monaco dan Marseille. Namun sayangnya ia masih gagal mempersembahkan trofi Liga Champions untuk kedua tim tersebut. Ia memang memiliki catatan bagus selama menjadi pelatih tim nasional Prancis. Karena ia berhasil membawa Prancis memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa pada 1998 dan 2000. Namun ia masih belum bisa memenangkan satu pun trofi Liga Champions.

Pada Liga Champions 2003-2004, Didier Deschamps berhasil membawa AS Monaco ke babak final Liga Champions. Namun sayangnya ia harus kalah melawan FC Porto yang saat itu ditukangi oleh Jose Mourinho.

Langkah terjauh yang pernah dicapai oleh Antonio Conte di kompetisi Liga Champions hanyalah sampai perempat final. Itu pun berhasil ia raih sudah cukup lama, pada musim 2012-2013. Semenjak itu, ia selalu gagal di setiap perjalanannya di kancah Liga Champions.

Lalu pada pada musim 2019-2020 lalu, ia berhasil lolos ke babak final Piala Eropa. Bersama dengan Inter Milan, mereka bertemu dengan Sevilla di babak final tersebut. Namun ternyata ia juga mengalami nasib sial dengan kalah dari sang Jawara Liga Eropa, Sevilla.

Sang legenda sepak bola Andriy Shevchenko pernah memberikan pernyataan, “Valeriy Lobanovskyi adalah salah satu sosok yang sangat berjasa dalam perjalanan karir saya. Bahkan sampai saat ini, ia masih dalam benak dan pikiran saya. Ia benar-benar sosok yang berpengaruh besar dalam karir saya.”

Valeriy Lobanovskyi dikenal publik setelah membawa Uni Soviet dua kali lolos ke Piala Dunia. Termasuk keberhasilannya membawa negara tersebut memenangkan Piala Eropa 1988. Ia juga berhasil memberikan 13 trofi Liga Ukraina untuk Dynamo Kiev. Namun pada 1999, ia berhasil mengantarkan Andriy Shevchenko ke babak final Liga Champions untuk melawan Bayern Munchen. Meskipun akhirnya kalah tipis 3-4 dan gagal menjadi juara Liga Champions.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments