Monday, July 6, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaPelajaran Sepak Bola dari Tanjung Verde: Kalah dengan Sikap Terhormat di Lapangan

Pelajaran Sepak Bola dari Tanjung Verde: Kalah dengan Sikap Terhormat di Lapangan

Tim nasional Tanjung Verde memberi perlawanan sengit kepada Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu, di Stadion Miami, Amerika Serikat. Dalam laga itu, Tanjung Verde memaksa juara bertahan bermain hingga babak tambahan waktu. Debutan turnamen itu kalah, tetapi tampil jauh dari dugaan banyak orang.

“Peluang 1%, keyakinan 99%. Terima kasih, Tuhan, atas momen-momen tak terlupakan ini. Terima kasih, Tanjung Verde. Kami melangkah pergi dengan kepala tegak. Perjalanan ini tidak berakhir di sini”

Tanjung Verde datang dengan peluang kecil, tetapi mampu membuat Argentina kesulitan. Tim berjuluk Hiu Biru itu menunjukkan bahwa pertandingan tidak selalu berjalan sesuai hitungan di atas kertas. Mereka bertahan disiplin dan tetap berbahaya saat menyerang.

- Advertisement -
asia9QQ

Argentina memang lebih dominan dalam penguasaan bola. Statistik Sofascore mencatat La Albiceleste menguasai bola 64 persen dan melepaskan 22 tembakan. Namun, Tanjung Verde juga tampil efektif dengan 16 tembakan meski hanya memegang 36 persen penguasaan bola.

Efektivitas itu terlihat dari catatan peluang mereka. Tanjung Verde mampu mencetak dua gol dari angka 0,47 expected goals (xG). Sementara Argentina memiliki angka xG 2,26.

Perbedaan angka itu menunjukkan satu hal penting. Tanjung Verde tidak banyak menyerang, tetapi serangan mereka kerap mengancam. Mereka mampu memaksimalkan momen dengan sangat baik saat ruang terbuka.

Lionel Messi lebih dulu membawa Argentina unggul pada menit ke-29. Gol itu lahir setelah ia menerima umpan panjang dari Lisandro Martinez. Dengan satu sentuhan, pemain berusia 39 tahun itu menaklukkan kiper Tanjung Verde, Vozinha, lewat sontekan jarak dekat.

Gol tersebut sempat membuat banyak orang mengira laga akan berjalan sesuai prediksi. Argentina diperkirakan menang mudah, apalagi Messi sedang dalam performa tajam. Namun, Tanjung Verde menolak menyerah dan tetap memainkan pendekatan mereka sendiri.

Perlawanan itu berbuah pada menit ke-59. Gelandang Deroy Duarte mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1 melalui aksinya di kotak penalti. Skor itu bertahan hingga waktu normal berakhir.

Hasil imbang di waktu normal membuat pertandingan lanjut ke babak tambahan waktu. Situasi itu menjadi yang pertama bagi Argentina di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Argentina terakhir kali melalui laga di luar waktu normal saat final Piala Dunia 2022 melawan Prancis.

Tanjung Verde memang akhirnya tersingkir. Meski begitu, penampilan mereka meninggalkan kesan kuat. Mereka mampu memaksa salah satu favorit juara bekerja keras dan membuktikan bahwa status debutan tidak membuat mereka gentar.

Laga ini juga memperlihatkan bahwa efektivitas bisa menutup kekurangan dalam penguasaan bola. Tanjung Verde tidak mendominasi permainan, tetapi tetap bisa membuat Argentina berada dalam tekanan. Mereka kalah, namun melangkah dengan kepala tegak.

Sumber: ANTARA

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments