Gregor Kobel Sebut Lolosnya Swiss ke Perempat Final Momen Terindah
Kiper Tim Nasional Swiss Gregor Kobel menyebut keberhasilan Swiss melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 sebagai salah satu momen terindah dalam kariernya. Pernyataan itu disampaikan Kobel pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, seusai Swiss menyingkirkan Kolombia.
Kobel mengaku sulit menggambarkan emosinya setelah Swiss mencatat sejarah dengan menembus delapan besar. Menurut dia, pencapaian itu sangat berarti bagi tim dan seluruh masyarakat Swiss.
“Ini adalah salah satu hari terindah dalam hidup saya, setidaknya dari sisi olahraga. Saya sangat bahagia untuk tim ini, untuk kami semua, karena kami memiliki begitu banyak orang hebat bersama kami,” kata Kobel seusai pertandingan.
Penjaga gawang berusia 28 tahun itu juga menilai dukungan suporter memberi energi besar bagi timnya. Atmosfer stadion disebutnya membantu para pemain melewati laga yang penuh tekanan.
“Melihat para pemain, bagaimana mereka saling mendorong, bagaimana mereka hadir satu sama lain, emosi yang muncul dari situasi seperti ini tidak bisa dirasakan di tempat lain. Itu unik dan sangat indah,” ujarnya.
Kobel turut menyinggung momen adu penalti yang menentukan kelolosan Swiss. Ia mengatakan tetap tenang karena percaya penuh kepada rekan-rekannya, termasuk para eksekutor penalti.
“Saya punya kepercayaan besar kepada para pemain, kemampuan mereka dalam mengeksekusi penalti, dan tentu saja saya percaya dengan kondisi fisik saya sendiri,” kata Kobel.
Menurut Kobel, pertandingan melawan Kolombia berjalan berat karena intensitas tinggi dan banyak duel fisik. Swiss, kata dia, harus melalui beberapa fase sulit sebelum akhirnya mampu menjaga keseimbangan permainan.
“Kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu akan ada beberapa fase ketika kami harus bertahan dan tetap kuat secara mental. Saya pikir kami melakukan itu dengan sangat baik,” ujar Kobel.
Ia juga memuji seluruh anggota tim yang terus berjuang di tengah tekanan lawan dan situasi pertandingan yang keras. Kobel menegaskan laga tersebut bukan pertandingan yang mudah untuk dilewati.
“Ini bukan pertandingan yang mudah. Ada banyak pelanggaran, banyak situasi fisik, tetapi kami tetap tenang dan mampu melewati fase-fase sulit. Karena itu saya sangat bangga kepada semua orang,” tuturnya.
Bagi Kobel, keberhasilan Swiss mencapai perempat final menjadi pencapaian besar bagi negara kecil di sepak bola dunia. Ia menilai hasil itu lahir dari kerja keras tim yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
“Untuk sebuah negara kecil bisa berada di delapan besar dunia dalam olahraga terbesar di dunia, itu luar biasa. Saya sangat bahagia untuk para suporter dan semua orang yang terlibat,” kata Kobel.
Kemenangan atas Kolombia membawa Swiss ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Pada fase delapan besar, Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina.
Pertandingan Argentina melawan Swiss akan berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (11/7) waktu setempat. Kobel menegaskan perjalanan Swiss belum selesai dan timnya masih ingin melangkah lebih jauh.
Sumber: ANTARA






